Peristiwa

Dua Demo di Jakarta Hari Ini: PB PMII dan DPN KNARA, Waspada Potensi Macet di Monas serta DPR/MPR

×

Dua Demo di Jakarta Hari Ini: PB PMII dan DPN KNARA, Waspada Potensi Macet di Monas serta DPR/MPR

Sebarkan artikel ini
Ada Dua Demo di Jakarta Hari Ini, Waspadai Potensi Macet di Lokasi Berikut News 22 Juni 2026
Ilustrasi: Ada Dua Demo di Jakarta Hari Ini, Waspadai Potensi Macet di Lokasi Berikut

jurnalistik.co.id – Dua unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat dijadwalkan digelar di Jakarta Pusat pada Senin (22/6/2026). Aksi tersebut berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi rencana pelaksanaan dua kegiatan demonstrasi tersebut melalui keterangan tertulis. Berdasarkan jadwal yang disampaikan, massa akan mulai bergerak pada pagi hari.

Demo pertama dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB di kawasan kaki silang barat daya Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Erlyn menyebut aksi itu digelar oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) bersama sejumlah elemen massa lainnya.

“Unjuk rasa dari PB PMII dan beberapa elemen massa di wilayah Kaki Silang Barat Daya Monas,” ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Selanjutnya, aksi kedua akan digelar pada pukul 11.00 WIB di kawasan Gedung DPR/MPR RI. Erlyn menjelaskan bahwa demonstrasi tersebut diikuti oleh Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA) beserta sejumlah elemen massa lainnya.

“Aksi oleh DPN KNARA dan beberapa elemen massa lainnya di kawasan Gedung DPR/MPR RI pukul 11.00 WIB,” tutur Erlyn.

Untuk pengamanan jalannya aksi, sebanyak 3.761 personel gabungan dikerahkan. Personel tersebut terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek yang berada di wilayah terkait.

Erlyn menegaskan bahwa pelaksanaan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa akan diberlakukan secara situasional. Kebijakan pengaturan di lapangan mempertimbangkan perkembangan jumlah massa yang hadir.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar Monas dan Gedung DPR/MPR RI selama aksi berlangsung. Tujuannya untuk membantu mencegah kepadatan lalu lintas yang dapat timbul akibat konsentrasi massa di area tersebut.

“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung untuk menghindari potensi kepadatan arus lalu lintas,” tutur Erlyn.

Dengan adanya dua jadwal demonstrasi yang berbeda di dua titik lokasi utama, kepadatan lalu lintas berpotensi terjadi pada rentang waktu pagi hingga menjelang siang. Pengendalian arus kendaraan akan mengikuti kondisi di lapangan, sehingga imbauan untuk mencari rute alternatif diharapkan dapat mengurangi dampak gangguan mobilitas.

Selain menerima informasi rencana kegiatan melalui keterangan tertulis, Polres Metro Jakarta Pusat juga menyiapkan langkah pengamanan sejak awal hari karena pelaksanaan dua unjuk rasa diperkirakan dimulai pada pagi waktu setempat. Penyesuaian di lapangan akan dilakukan seiring dengan kebutuhan, terutama untuk memastikan situasi tetap tertib di area yang menjadi titik konsentrasi massa.

Dalam rencana tersebut, titik pertama ditempatkan di sekitar kaki silang barat daya Monas, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dengan agenda yang melibatkan PB PMII beserta sejumlah elemen massa lainnya. Sementara itu, titik kedua diarahkan pada kawasan Gedung DPR/MPR RI pada pukul 11.00 WIB, yang disebut diikuti oleh DPN KNARA dan beberapa elemen massa lain. Dengan adanya perbedaan jam pelaksanaan dan dua lokasi yang berbeda, arus aktivitas di wilayah pusat pemerintahan berpotensi meningkat bertahap pada rentang waktu pagi hingga menjelang siang.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, sebanyak 3.761 personel gabungan disiagakan dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek di wilayah terkait. Pelibatan personel dari berbagai tingkatan kepolisian dimaksudkan agar pengaturan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih responsif mengikuti kondisi kepadatan di sekitar lokasi kegiatan.

Erlyn juga menekankan bahwa pengaturan lalu lintas di area sekitar unjuk rasa akan bersifat situasional. Karena jumlah massa yang hadir dapat memengaruhi kondisi jalan, kebijakan pengalihan dan pengaturan arus kendaraan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan. Masyarakat pun diimbau lebih waspada dengan mempertimbangkan waktu perjalanan, sehingga selama kegiatan berlangsung tidak terjebak di sekitar Monas maupun Gedung DPR/MPR RI dan tetap dapat menggunakan rute alternatif guna mengurangi risiko perlambatan mobilitas.