Hukum & Kriminal

Vickrum Digwa, pelaku pembunuhan Henry Nowak, mengajukan banding atas vonis dan hukumannya

×

Vickrum Digwa, pelaku pembunuhan Henry Nowak, mengajukan banding atas vonis dan hukumannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Henry Nowak's killer Vickrum Digwa to appeal conviction and sentence

jurnalistik.co.id – Pengadilan Banding (Court of Appeal) telah mengonfirmasi bahwa Vickrum Digwa berupaya mengajukan banding terhadap putusan bersalah serta hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Menurut informasi dari pengadilan, belum ada tanggal yang ditetapkan untuk sidang banding maupun untuk permohonan penambahan berat hukuman. Tidak ada rincian tambahan mengenai bentuk tantangan yang akan diajukan Digwa.

Digwa sebelumnya dipenjara seumur hidup dengan masa minimal 21 tahun pada bulan Juni. Putusan tersebut dijatuhkan setelah ia membunuh Henry Nowak, seorang mahasiswa berusia 18 tahun, melalui penusukan yang berakibat fatal.

Peristiwa penusukan terjadi di Southampton pada bulan Desember tahun lalu. Henry Nowak meninggal sebagai akibat dari tikaman yang dilaporkan mematikan dalam kejadian tersebut.

Hukuman Digwa juga pernah dirujuk ke Court of Appeal dengan penilaian bahwa vonis yang dijatuhkan dinilai “unduly lenient”. Rujukan itu dilakukan oleh Solicitor General, Ellie Reeves.

Meski demikian, pengadilan kini menyatakan langkah banding Digwa tetap berjalan, sementara waktu pelaksanaan belum ditentukan. Dengan tidak adanya jadwal maupun detail gugatan, publik masih menunggu perkembangan proses hukum selanjutnya.

Dalam tahap setelah penyerangan, Digwa melaporkan kepada polisi bahwa ia adalah korban serangan rasis. Klaim tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian fakta dalam persidangan.

Kasus ini ikut memicu protes setelah rekaman video yang diambil oleh body-worn camera dirilis. Rekaman tersebut, menurut laporan, memperlihatkan petugas tidak memberikan pertolongan pertama saat Digwa tergeletak sekarat, dan justru melakukan penanganan dengan borgol.

Dalam rekaman yang menjadi pemicu perhatian publik, Digwa disebut menyampaikan kepada petugas bahwa ia tidak bisa bernapas. Hal itu kemudian memunculkan pertanyaan serius mengenai penanganan di lokasi kejadian.

Saat Digwa dijatuhi hukuman di Southampton Crown Court, ayah Henry Nowak, Mark Nowak, menyampaikan penilaian yang sangat emosional. Ia menyebut perbedaan cara perlakuan terhadap pelaku dan terhadap putranya sebagai sesuatu yang “unbearable”.

Ucapan Mark Nowak mencerminkan keresahan keluarga korban yang merasa keadilan yang dirasakan tidak sebanding dengan dampak yang menimpa Henry Nowak. Sementara itu, pihak penegak hukum telah menempuh jalur penilaian bahwa vonis awal terlalu ringan, yang kemudian membawa perkara ini ke tingkat Court of Appeal.

Dengan pengajuan banding yang sudah dikonfirmasi, proses pengadilan kemungkinan akan berfokus pada pertimbangan putusan dan kesesuaian hukuman. Hingga jadwal resmi diumumkan, detail tantangan Digwa dan langkah lanjutan dari rujukan hukuman masih menunggu keputusan pengadilan.

Putusan yang sempat diperdebatkan itu kini berada pada fase perencanaan proses hukum lanjutan. Informasi dari pengadilan menunjukkan bahwa penentuan agenda belum dilakukan, sehingga publik belum bisa memperkirakan kapan sidang banding atau permohonan tambahan atas hukuman akan masuk dalam jadwal perkara.

Di sisi lain, perkara ini juga menempatkan klaim Digwa kepada polisi setelah serangan sebagai bagian dari rangkaian fakta persidangan. Dengan adanya pernyataan bahwa ia merupakan korban serangan rasis, pertanyaan mengenai bagaimana narasi tersebut ditempatkan dalam penilaian pengadilan menjadi perhatian tersendiri bagi proses berikutnya.

Selain aspek putusan dan kesesuaian hukuman, rekaman body-worn camera yang dirilis turut memperluas sorotan. Dalam laporan yang beredar, rekaman disebut menggambarkan petugas tidak memberikan pertolongan pertama dan memilih penanganan dengan borgol saat Digwa tergeletak sekarat, termasuk momen ketika Digwa menyampaikan bahwa ia tidak bisa bernapas.

Respons publik terhadap rilis video tersebut memicu protes, seiring keluarga korban menyampaikan sikap emosionalnya. Mark Nowak, ayah Henry Nowak, menilai kondisi perlakuan terhadap pelaku berbeda dengan perlakuan terhadap putranya, dan mengungkapkan bahwa ketimpangan itu terasa “unbearable”.

Dengan banding yang telah dinyatakan tetap berjalan, fokus perkara diperkirakan berada pada penelaahan kembali putusan serta pertimbangan seberapa layak hukuman yang dijatuhkan. Hingga pengadilan mengumumkan jadwal resmi, langkah-langkah lanjutan dari rujukan hukuman dan bentuk tantangan Digwa masih berada dalam tahap penantian keputusan pengadilan.