Internasional

Wabah Legionnaires’ di New York, pejabat gesit uji menara pendingin air

×

Wabah Legionnaires’ di New York, pejabat gesit uji menara pendingin air

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Legionnaires' outbreak hits New York as officials rush to test water towers

jurnalistik.co.id – Warga Upper East Side kini waspada setelah wabah penyakit Legionnaires terhubung ke kabut dari menara pendingin air. Otoritas setempat menyebut jumlah kasus mencapai 46 orang yang terinfeksi.

Justine Kirby, warga yang tinggal di lingkungan tersebut, mengatakan ia memakai masker N95 setiap kali keluar rumah. Ia juga memilih menjaga jendela apartemennya tetap tertutup sambil menunggu proses pembersihan dan disinfeksi berjalan.

Dalam pertemuan balai warga yang digelar di gereja Upper East Side, banyak pertanyaan mengemuka kepada Dinas Kesehatan New York. Kirby menyampaikan kekhawatirannya, namun tetap menilai tindakan pencegahan tambahan perlu dilakukan selama proses pembersihan belum selesai.

“Ada tingkat kepedulian yang cukup besar di komunitas,” kata Kirby. Ia menambahkan, “Saya tipe orang yang suka mengatakan risiko mungkin kecil, tetapi sampai [pembersihan dan disinfeksi] selesai, saya tidak melihat banyak kerugian jika mengambil langkah ekstra.”

Menurut pejabat kesehatan, per Rabu malam, 22 orang yang sakit telah dirawat di rumah sakit. Sebagian di antaranya dilaporkan berada di unit perawatan intensif.

Legionnaires dipicu bakteri yang tumbuh pada air hangat, yang kemudian menimbulkan gejala mirip flu. Tanpa penanganan, kondisi ini dapat berakibat fatal, terutama bagi kelompok dengan daya tahan tubuh yang lebih lemah.

Dr Wafaa El-Sadr, profesor epidemiologi di Columbia University Mailman School of Public Health, menyebut lonjakan kasus saat ini berkaitan dengan menara pendingin pada gedung yang lebih besar. Bakteri Legionella diketahui hidup dan berkembang biak di lingkungan tersebut, lalu menginfeksi manusia ketika terhirup melalui kabut yang keluar dari menara.

Dalam beberapa hari terakhir, kota mengumumkan rencana “agresif” untuk menangani wabah. Langkah yang disampaikan adalah pengujian menyeluruh terhadap menara pendingin air di wilayah terdampak.

Pada Jumat, Wali Kota Zohran Mamdani mengatakan petugas telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh menara pendingin di area tersebut. Sementara itu, Komisaris Kesehatan Alister Martin menyatakan bakteri terdeteksi di 31 menara pendingin, termasuk 19 gedung yang sebelumnya telah melakukan disinfeksi. Sisanya ditargetkan menyelesaikan pembersihan pada Sabtu.

Martin menjelaskan bahwa menara pendingin merupakan bagian dari sistem pendingin udara atau refrigerasi berskala besar. Fungsinya mendinginkan ruang dalam dengan mengambil panas dari udara di dalam gedung, lalu menguapkan air menjadi kabut yang dilepas ke udara luar. Menara seperti ini umumnya berada di bagian atas bangunan.

Otoritas juga menetapkan bahwa gedung harus membersihkan serta mendisinfeksi menara secara penuh setelah satu kali hasil positif, tanpa menunggu pengujian tambahan untuk memastikan keberadaan bakteri. Beberapa pemilik bangunan telah menyelesaikan proses tersebut, sedangkan yang lain sedang memulai.

Dalam pertemuan balai warga, Martin menyebut temuan kasus lebih awal sebagai kabar baik. “Yang ada di depan kami adalah 160 menara pendingin di kawasan ini yang sedang kami amati, dan kami tidak menunggu,” katanya, sebagaimana diberitakan ABC News.

Namun, Julie Menin selaku Ketua Dewan Kota New York menyatakan ia khawatir respons yang diberikan belum cukup cepat. Ia menyampaikan kekhawatian itu di balai warga, lalu menulis surat kepada Martin yang berisi, “Saya sangat prihatin bahwa Departemen Mental Health and Hygiene masih gagal mewajibkan pemilik gedung untuk secara proaktif mendisinfeksi semua menara pendingin di wilayah yang sedang diselidiki.”

Kepada para warga, kota mendorong pemantauan gejala dan mencari pertolongan medis, termasuk tes, bila muncul gejala. Kirby mengatakan ia merasa terbantu oleh langkah pengujian yang dilakukan dinas kesehatan, tetapi ia dan banyak peserta rapat balai warga masih menunggu kejelasan mengenai cara terbaik melindungi diri.

Kirby menilai penjelasan risiko kepada publik masih bisa dibuat lebih tegas. “Mereka bisa saja mengatakan dengan cukup masuk akal, ‘Karena risikonya rendah, kami tidak merekomendasikan semua orang memakai masker saat berada di luar. Namun masker yang pas dan terpasang dengan baik akan melindungi Anda,’” ujarnya. “Saya pikir mereka seharusnya membahas bagian itu.”

Dinas kesehatan tidak menanggapi permintaan BBC terkait apakah warga lokal dianjurkan memakai masker. Meski demikian, Dr El-Sadr mengatakan penggunaan masker—dan menutup jendela—dapat membantu mereka yang berada di pusat wabah.

El-Sadr juga mengingatkan bahwa suhu yang menghangat akibat perubahan iklim berpotensi memperburuk wabah Legionnaires. Ia menegaskan penyakit ini sudah lama menjadi masalah di New York dan kota-kota besar di berbagai belahan dunia.

Sebagai perbandingan, pada 2025, London, Ontario mencatat 105 kasus dan lima kematian. Pada Agustus tahun lalu di Harlem, bagian utara Manhattan, 114 orang dilaporkan terinfeksi dan tujuh meninggal dunia. Saat itu, sumber wabah kemudian diidentifikasi berasal dari menara pendingin di Harlem Hospital serta lokasi terdekat untuk laboratorium kesehatan publik yang baru.

Upper East Side diketahui memiliki jumlah menara pendingin lebih banyak dibanding wilayah lain yang pernah diuji. Dinas Kesehatan dan Hygiene New York menyebut jumlah menaranya lebih dari tiga kali lipat dibanding menara yang diuji pada wabah Harlem tahun 2025.