Olahraga

Luka Menalo vs Balsa Sekulic: Nomor 9 Persib Diperebutkan sepeninggal Dimas Drajad

×

Luka Menalo vs Balsa Sekulic: Nomor 9 Persib Diperebutkan sepeninggal Dimas Drajad

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Nomor Punggung 9 Persib Jadi Rebutan Dua Legiun Asing Anyar

jurnalistik.co.id – Sepeninggal Dimas Drajad, nomor punggung 9 di Persib Bandung kini menjadi perhatian karena diperebutkan oleh dua penyerang asing anyar: Luka Menalo dan Balsa Sekulic. Keduanya datang membawa ambisi berbeda, namun bermuara pada satu hal yang sama—hak mengenakan angka yang selama ini identik dengan figur penyerang utama.

Menalo lebih dulu menentukan pilihannya saat bergabung dengan skuat Persib. Karena kedatangannya diresmikan lebih cepat daripada Sekulic, pemain berkebangsaan Montenegro itu sudah lebih dahulu mendapatkan akses memakai nomor punggung 9. Sementara itu, Sekulic menunjukkan sikap yang tidak sekadar menerima keadaan, tetapi juga berupaya mengubahnya lewat negosiasi.

Menurut rencana awal yang tersampaikan dari lingkungan klub, Sekulic untuk sementara akan memakai nomor 99. Alasan penetapan itu sekaligus menjadi bagian dari strategi perundingannya dengan Menalo. Sang pemain menegaskan bahwa keinginannya bukan berlama-lama dengan angka cadangan, melainkan tetap ingin memakai nomor 9.

“Saya inginnya pakai nomor 9, sementara ini yang ada 99. Tapi saya akan diskusi dulu dengan Luka (Menalo),” kata Sekulic dalam keterangannya di situs resmi klub.

Di sisi lain, Menalo bukan sekadar memilih angka karena faktor kebetulan. Pemilihan nomor punggung 9 oleh mantan penyerang yang merapat ke Persib juga dipengaruhi sosok idola yang ia kagumi. Menalo mengaku terinspirasi oleh Cristiano Ronaldo ketika megabintang Portugal itu pindah ke Real Madrid, dan dari sana muncul kedekatan personal dengan figur “R9”.

Ia bahkan sempat punya rencana berbeda terkait angka punggung, namun menemui kendala. Menalo menyebut bahwa nomor 7 yang sempat ia incar telah dipatenkan untuk Beckham Putra, sehingga ia kemudian mengalihkan pilihannya ke nomor 9.

“Awalnya saya ingin memakai nomor 7, tapi sudah menjadi milik Beckham dan saya menghormatinya. Saya pilih 9 karena sangat mengidolakan R9 (Ronaldo),” ungkap Menalo.

Dengan keterangan tersebut, persaingan nomor 9 bukan hanya soal angka, melainkan juga soal identitas pemain yang ingin membangun kedekatan dengan simbol permainan. Nomor 9 sering diasosiasikan dengan peran paling tajam di depan gawang, dan Menalo ingin menyambungkan perannya dengan figur yang ia kagumi sejak masa Ronaldo berada di Real Madrid.

Sekulic sendiri merespons situasi perebutan nomor punggung dengan nada yang terukur. Kendati Menalo sudah terlebih dahulu memakai nomor 9, Sekulic menilai diskusi dengan rekan barunya merupakan jalur yang paling realistis untuk mengusahakan perubahan. Dalam proses adaptasinya, ia juga berusaha mempertahankan fokus pada persiapan tim, sambil tetap menjaga keinginannya terhadap nomor yang ia yakini cocok dengan karakter penyerang.

Selain urusan nomor punggung, Sekulic juga menyinggung harapannya untuk segera beradaptasi dengan lingkungan Persib. Ia mengaitkan proses adaptasi itu dengan kondisi cuaca dan atmosfer kompetisi di Indonesia yang tentu berbeda dari Montenegro. Sekulic menyatakan bahwa cuaca menjadi salah satu penyesuaian awal, namun tidak sampai mengganggu mentalnya.

“Saat ini, di Montenegro lebih panas daripada di sini. Cuaca bukan masalah. Saya justru termotivasi dengan kesuksesan Persib musim sebelumnya. Ini klub besar,” sebut Sekulic.

Bagi pemain yang akan menjalani musim Super League 2026-2027, pernyataan Sekulic memperlihatkan bahwa motivasi barunya tidak hanya datang dari klub yang didatanginya, tetapi juga dari jejak performa Persib pada musim sebelumnya. Ia menempatkan hasil tersebut sebagai dorongan untuk menaikkan intensitas latihan dan kesiapan ketika kompetisi berjalan.

Dalam kesempatan yang sama, Sekulic juga menyampaikan antusiasmenya untuk membela kota Bandung. Ia mengaku telah diberi banyak informasi oleh Igor Tolic, terutama mengenai harapan suporter yang menyertai Persib. Menurut Sekulic, dukungan dan bantuan dari berbagai pihak membantu dirinya menemukan ritme adaptasi sejak awal.

“Sangat antusias bisa membela kota ini. Igor (Tolic) sudah beri tahu saya banyak hal dan besarnya harapan dari suporter. Selain itu, semua orang juga sangat baik membantu saya dalam beradaptasi saat ini,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa adaptasi yang ia jalani tidak berlebihan atau rumit, melainkan dilakukan lewat rutinitas latihan dan penyesuaian terhadap lingkungan. Sekulic bahkan menilai cuaca di tempat barunya terasa cukup nyaman sehingga ia tidak perlu mengandalkan pendingin ruangan.

“Tidak banyak yang saya lakukan selain berlatih dan beradaptasi dengan lingkungan, termasuk dengan cuaca sini. Tapi yang pasti, saya menyukainya. Saya bahkan tidak perlu menyalakan pendingin ruangan karena cuaca di sini sangat bagus,” pungkas Sekulic.

Dengan dua pernyataan yang sama-sama tegas dari Menalo dan Sekulic, perebutan nomor punggung 9 Persib menjadi cerita yang menarik untuk diikuti sepanjang periode pramusim. Menalo sudah memulai dengan nomor 9 karena pengesahannya datang lebih dulu, sedangkan Sekulic membawa nomor 99 sambil tetap membuka ruang negosiasi.

Langkah berikutnya kini ada di momen diskusi antara keduanya. Publik Persib pada akhirnya akan menantikan keputusan siapa yang akhirnya “menetap” memakai nomor punggung 9, setelah negosiasi berjalan dan skuat semakin merapat pada kebutuhan tim untuk musim kompetisi.