jurnalistik.co.id – Otoritas lingkungan Skotlandia menolak permohonan izin untuk menggelar perburuan tahunan guga di Pulau Sula Sgeir. Keputusan ini berarti rencana pembunuhan ratusan anak burung laut pada musim panas tahun ini tidak bisa dilakukan.
Penolakan tersebut disampaikan setelah NatureScot menilai dampak kegiatan terhadap populasi gannet. Sula Sgeir adalah pulau berbatu kecil yang tidak berpenghuni di kepulauan Hebridean, sekitar 40 mil (64 km) di sebelah utara Ness pada Lewis.
Selama berabad-abad, anak gannet berburu dikerjakan tiap musim panas sebagai sumber daging bagi sebagian warga di wilayah itu. Namun, perburuan modern mensyaratkan adanya izin dari NatureScot, dan aplikasi tahun ini ditolak oleh lembaga tersebut.
Menurut NatureScot, keputusan diambil oleh dewan lembaga setelah mempertimbangkan rekomendasi pejabat. Pada pengumuman resminya, NatureScot menyatakan mereka menggunakan bukti ilmiah terbaru serta membuat model populasi yang diperbarui untuk memprediksi efek perburuan terhadap gannet.
Hasil penilaian tersebut, kata NatureScot, menunjukkan dampak buruk terhadap populasi mungkin terjadi. Penilaian mencakup batas permohonan yang diajukan pemohon, yakni hingga 2.000 ekor anak gannet, serta batas yang lebih rendah sebesar 500 ekor.
Kelompok pemerhati hewan menyambut baik keputusan penolakan izin. Sebaliknya, pendukung perburuan menuduh kampanye anti-perburuan melakukan ābullyingā terhadap komunitas pulau kecil tersebut.
NatureScot juga menegaskan bahwa penolakan izin tahun ini tidak menutup kemungkinan warga yang tergabung dalam Men of Ness mengajukan dan memperoleh izin pada tahun-tahun berikutnya. Dengan kata lain, keputusan ini lebih bersifat menghentikan rencana tahun ini, bukan melarang praktik secara permanen.
Latar tradisi dan perdebatan kebutuhan pangan
Perburuan di Sula Sgeir memiliki akar sejarah yang panjang. Sejarawan Donald S Murray, penulis buku The Guga Hunters, mengatakan tradisi berburu burung ini dapat ditelusuri hingga masa yang lebih awal, bahkan menurut versinya kembali ke periode bangsa Viking.
Murray menyebut, secara historis burung menjadi sumber makanan penting bagi masyarakat di Ness, Lewis, di pesisir Atlantik Utara. Ia menilai kondisi geografis wilayah tersebut membuat penyediaan pangan tidak selalu mudah, terutama karena tantangan laut dan karakter lahan yang dominan moorland.
āIni adalah soal bertahan hidup,ā ujar Murray dalam siaran BBC Radio Scotland Breakfast. Ia menjelaskan, cuaca laut yang keras dapat membuat penangkapan ikan berbahaya, sementara terbatasnya kualitas dan jumlah lahan memperketat kebutuhan pangan.
Kelompok Men of Ness, yang berjumlah sekitar 10 orang, biasanya mengumpulkan anak burung selama kurang lebih 10 hari pada bulan Agustus. Anak burung yang dimaksud dikenal sebagai guga, dan pemanenan dilakukan dengan pola yang dinilai masih banyak mempertahankan cara-cara tradisional.
Murray juga mengingatkan bahwa perburuan serupa pernah terjadi di bagian lain Skotlandia. Ia menyinggung Orkney dan Shetland yang juga pernah memiliki perburuan burung laut, serta St Kilda yang sebelum ditinggalkan pada 1930 membunuh burung untuk daging, minyak, bahan tahan air, serta pemanfaatan bulu untuk pakaian dan alas tidur.
Di tempat lain, Murray menyebut telur pun dikumpulkan sebagai makanan. Ia juga mengulas bahwa daging anak gannet yang diambil dari Bass Rock di Firth of Forth pernah dijual di pasar Edinburgh, meski penilaian rasa dan deskripsinya bervariasi di berbagai rujukan.
Metode panen, klaim kesejahteraan, dan angka musim lalu
Perdebatan utama yang mengemuka datang dari dua sisi: kebutuhan dan cara pelaksanaannya. Penentang perburuan berpendapat praktik ini tidak lagi diperlukan untuk memberi makan warga, dan mereka menilai metode membunuh anak burung dalam perburuan adalah kejam.
Menurut laporan Scottish Seabird Centre, metode panen relatif tradisional. Pemburu menggunakan tongkat panjang yang dipasang cincin pengikat (noose) untuk menangkap anak burung di sarangnya sebelum burung dibunuh, biasanya dengan pukulan ke kepala.
Setelah itu, burung diproses dengan cara dibedah (gutted), dicabut bulunya (plucked), lalu diasinkan di Sula Sgeir. Tahap selanjutnya, burung yang diambil kemudian dibawa dengan perahu ke Lewis, di mana jumlahnya dihitung oleh petugas NatureScot.
Berita Terkait
Dalam beberapa tahun terakhir, panen tidak berlangsung pada 2022, 2023, dan 2024. NatureScot dan pihak terkait menyebut kekhawatiran terkait flu burung sebagai alasan peniadaan pada periode itu.
Untuk perburuan terakhir yang tercatat, total 485 ekor burung diambil pada perburuan tahun 2025. Pada tahun ini, pemburu mengajukan izin untuk mengambil baik 2.000 ekor maupun 500 ekor anak guga.
Sula Sgeir dan area North Rona yang berdekatan berada di bawah penetapan perlindungan area khusus (SPA) karena keberadaan burung laut, termasuk fulmar. Status perlindungan semacam itu menjadi konteks penting saat NatureScot menilai kesesuaian izin dengan kerangka regulasi.
Reaksi kelompok kampanye dan argumen komunitas
Devon Docherty, manajer kampanye di Protect the Wild, mengatakan penolakan izin merupakan ākemenangan bagi belas kasih, sains, dan akal sehat.ā Ia menambahkan bahwa ribuan anak burung laut dipastikan terhindar dari kematian yang ia sebut brutal karena NatureScot memilih mengikuti bukti, bukan sekadar membenarkan permohonan baru.
Organisasi kampanye hewan OneKind juga menyatakan kegembiraannya atas keputusan tersebut. Chief executive OneKind, Jason Rose, menyampaikan rasa lega karena nyawa ribuan gannet muda akan diselamatkan tahun ini, dan banyak burung tidak perlu menanggung dampak emosional gangguan terhadap kehidupan, keluarga, serta komunitas.
Scottish Seabird Centre menyebut penolakan sebagai ākeputusan yang tepat.ā Emily Burton, conservation manager, mengatakan populasi gannet mengalami penurunan yang berarti, dan banyak koloni masih dalam proses pemulihan akibat dampak influenza avian.
Pada saat yang sama, kampanye publik juga disebut ikut membentuk tekanan. Lebih dari 106.000 orang menandatangani petisi yang menyerukan pemerintah Skotlandia untuk melarang perburuan tersebut.
Namun, bagi komunitas lokal, perburuan memiliki makna budaya yang diakui secara hukum. Aktivitas ini disebut tunduk pada Wildlife and Countryside Act 1981, dan perburuan modern tetap mensyaratkan adanya lisensi dari NatureScot.
Agnes Rennie, ketua Urras Oighreachd Ghabhsainn, kelompok komunitas pemilik lahan di bagian utara Lewis, menyatakan perburuan guga adalah tradisi berusia berabad-abad. Ia menilai praktik itu memperkuat identitas komunal yang unik dan membantu keluarga menjaga agar kebiasaan Gaelic tetap hidup dan relevan di dunia modern.
Murray, sang sejarawan, menanggapi argumen soal ketahanan pangan dengan menyatakan bahwa keamanan pangan tidak dijamin melalui perburuan tersebut. Ia juga berpendapat perburuan di Sula Sgeir bukanlah hal yang unik, dengan membandingkannya pada tradisi berburu muttonbirds di Selandia Baru yang dikenal sebagai sooty shearwater di Rakiura atau Stewart Island.
Kontestasi politik dan penjelasan NatureScot
Dinamika pro-kontra perburuan juga muncul dalam bentuk aksi dan protes. Dilaporkan terjadi vandalisme terhadap kantor NatureScot di Inverness pada awal tahun ini, dan sebelumnya ada coretan grafiti anti-guga hunt yang disemprotkan di markas NatureScot pada Februari. Pada Maret, protes juga berkembang hingga aksi di atap.
Murdo MacRitchie dari kelompok Save Our Guga Harvest mengatakan warga di Ness merasa sangat kecewa setelah keputusan tersebut. Ia menambahkan bahwa keputusan itu tetap perlu dihormati, dan kelompoknya akan terus bekerja dengan NatureScot untuk memahami dasar ilmiah yang menjadi pijakan keputusan.
MacRitchie menyatakan NatureScot juga menelaah isu kesejahteraan, serta setelah meminta nasihat dari chief veterinary officer Skotlandia, NatureScot kembali mengonfirmasi bahwa metode pelepasan nyawa dinilai manusiawi.
Sementara itu, Torcuil Crichton, anggota parlemen Partai Buruh untuk Na h-Eileanan an Iar, dilaporkan mengajukan permintaan Freedom of Information (FOI). Ia ingin mengetahui bagaimana NatureScot sampai pada kesimpulannya.
Crichton mengatakan tahun lalu, ketika Men of Ness mengambil 500 ekor guga dari Sula Sgeir, sains dianggap mendukung mereka dan rekomendasinya adalah perburuan dapat dilanjutkan. Ia menambahkan bahwa jumlahnya dinilai tidak berubah, tetapi cara mengukur jumlah itu berubah.
Dalam penjelasannya, NatureScot menyatakan mereka menilai aplikasi terhadap peraturan yang berlaku dan memakai bukti ilmiah terbaru. NatureScot juga menegaskan bahwa dewan menyepakati penolakan izin tahun ini, namun ruang pengajuan lisensi di masa depan tetap terbuka bila permohonan memenuhi syarat.
Penolakan izin pada tahun ini akhirnya menutup rencana perburuan guga tahunan yang secara tradisi dilakukan tiap musim panas. Di tengah klaim kesejahteraan hewan dan perdebatan kebutuhan pangan, NatureScot menempatkan model populasi dan potensi dampak buruk sebagai alasan utama penetapan keputusan.












