jurnalistik.co.id – Christopher Phillips (60) divonis penjara dua tahun empat bulan setelah kepolisian menemukan jenazah ibunya, Sylvia Phillips (89), masih berada di rumah keluarga di Porthcawl, Bridgend, selama bertahun-tahun.
Pengadilan mendengar Phillips menyimpan tubuh ibunya di freezer ruang makan rumahnya dan terus menerima sejumlah pembayaran manfaat negara serta tunjangan, yang semestinya berhenti ketika kematian dilaporkan.
Jenazah Sylvia ditemukan polisi pada Februari, di Poplar Crescent, Porthcawl. Sylvia meninggal pada Maret 2023.
Jaksa menjelaskan bahwa Phillips ditangkap setelah petugas menemukan tubuh Sylvia dalam kondisi sangat beku di properti tersebut.
Pada persidangan, pengadilan menyatakan bahwa Phillips sempat memberi keterangan kepada tenaga medis seolah ibunya telah pindah ke London dan tidak ingin menjalani pemeriksaan medis.
Pengadilan juga mendengar bahwa petugas polisi menjadi curiga saat berkunjung ke rumah tersebut, termasuk ketika Phillips terlihat gemetar dan gelisah.
Phillips kemudian berlari ke lantai atas. Dari pengakuan di persidangan, ia terdengar menelepon pacarnya dan mengatakan polisi akan menangkapnya, sembari menyiratkan adanya prosedur kematian yang menunggu.
Setelah freezer dibuka, petugas menemukan Sylvia dalam keadaan benar-benar beku. Proses pemeriksaan lebih lanjut membutuhkan waktu sebelum otopsi dapat dilakukan.
Jaksa menyebutkan bahwa dokter patologi tidak dapat memastikan penyebab kematian. Namun, pengadilan menerima bahwa tidak ada kecurigaan keadaan yang mengarah pada tindak kekerasan atau kejadian mencurigakan.
Penemuan jenazah dan persiapan yang ditunjukkan di rumah
Dalam pemeriksaan, Sylvia ditemukan terbungkus selimut sutra bermotif macan tutul. Di atas tubuhnya diletakkan rangkaian mawar berwarna kuning dan merah muda, serta sebuah kartu ulang tahun yang ditandatangani olehnya.
Di kartu tersebut tertulis, “To Mum, from Christopher and Tina,” lengkap dengan nama Tina yang disebut sebagai anjing keluarga.
Pengadilan juga mendengar bahwa Phillips memindahkan tempat tinggalnya dalam rumah. Ia disebut pindah ke lantai bawah untuk tidur di dekat tubuh ibunya.
Beberapa kali, Phillips membuka freezer dan menggenggam tangan Sylvia, seolah hubungan dan kebersamaan mereka masih berlangsung.
Penjelasan ini diperkuat oleh kesaksian pembela yang menyampaikan bahwa Phillips menggambarkan percakapannya dengan ibunya seakan Sylvia masih hidup.
Dalam pembelaan, pengadilan mencatat pernyataan Phillips kepada polisi, termasuk bahwa ia tidak ingin “melepaskan” ibunya.
Ruth Smith, pengacara pembela, menyampaikan bahwa Phillips mengatakan: “I basically didn’t want to let her go.”
Smith menambahkan bahwa Phillips menggambarkan dirinya berbicara kepada ibunya seperti masih hidup, duduk di sampingnya, membicarakan program televisi, Coronation Street, hingga pacuan kuda—seolah kebiasaan mereka berjalan seperti biasa.
Dalam uraian yang sama, Smith juga menyebut Phillips sebagai individu yang rentan.
Pengadilan mencatat bahwa Smith memaparkan kesedihan Phillips secara ekstrem setelah kematian Sylvia. Smith mengatakan Phillips sempat menangis di ruang sidang ketika ia menyampaikan bahwa hubungan keduanya sangat dekat.
Menurut pembelaan, Phillips “kurang menerima” kenyataan bahwa ibunya telah meninggal dan hampir membangun narasi palsu bahwa Sylvia masih hidup.
Kronologi peristiwa dan keterlibatan layanan kesehatan
Berita Terkait
Merthyr Tydfil Crown Court mendengar bahwa Phillips telah diadopsi oleh Sylvia sejak usia dua tahun.
Phillips disebut “exceptionally close” dan merupakan satu-satunya pengasuh utama Sylvia.
Pengadilan diberi penjelasan bahwa sehari setelah Sylvia meninggal pada 8 Maret 2023, Phillips memeluk ibunya dan mengatakan akan merawatnya.
Dua hari setelah kematian, Phillips membeli sebuah chest freezer dan meletakkannya di ruang makan rumah semi-terpisah tersebut. Sylvia tetap berada di sana sampai polisi menemukan tubuhnya saat pelaksanaan pengecekan kesejahteraan yang diminta dokter umum.
Pengadilan menyebut praktik medis setempat berulang kali mencoba menghubungi Sylvia, tetapi tidak diberi akses oleh Phillips.
Dalam persidangan, kepolisian menyampaikan bahwa ketika petugas datang, Phillips mengatakan ibunya berpindah ke London dan tidak ingin menjalani pemeriksaan.
Petugas kemudian menelusuri rumah dan menemukan kejanggalan. Di sisi lain, polisi menyatakan Phillips terlihat gelisah dan segera kembali ke lantai atas sebelum akhirnya ditemukan tubuh Sylvia di dalam freezer.
Pengadilan juga menilai pola keterhubungan Sylvia dengan layanan kesehatan. Pada 2021, Sylvia tercatat memiliki 26 janji dengan praktik dokter setempat, dan pada 2022 ada enam janji. Setelah itu, disebut tidak ada kontak lanjutan.
Sylvia terakhir terlihat di layanan gawat darurat pada 24 September 2022. Dokter setempat kemudian melakukan kunjungan ke rumah pada 26 September, tetapi Phillips tetap mengurus resep dan pengambilan obat untuk Sylvia.
Pengadilan mendengar Sylvia sempat diundang untuk evaluasi oleh praktik medis, namun pembelaan menyebut Phillips menyatakan ibunya tidak akan datang ke klinik dan tidak memerlukan pemeriksaan darah.
Dalam bagian ini, pengadilan juga menegaskan bahwa upaya medis tidak mendapatkan akses yang semestinya, sehingga pemeriksaan yang seharusnya dilakukan tidak berjalan.
Manfaat negara yang diklaim dan vonis hakim
Phillips mengaku melakukan tiga pelanggaran, termasuk gagal menguburkan ibunya secara layak dan sesuai aturan, serta terus mengklaim pensiun dan tunjangan yang menjadi hak Sylvia.
Pengadilan mencatat bahwa Phillips menerima total £78,190.92, meliputi state pension, pensions credit, attendance allowance, winter fuel payments, cost-of-living payments, serta housing benefit payments.
Hak-hak tersebut, menurut pengadilan, seharusnya berhenti apabila kematian Sylvia dilaporkan.
Pengadilan juga mendengar Phillips menjadi pengasuh utama sejak 2008 dan pada akhir 2022, ketika kondisi kesehatan Sylvia menurun lebih jauh, Phillips meninggalkan pekerjaannya.
Dalam pandangan hakim, pasangan ini digambarkan sebagai “somewhat isolated”.
Hakim Lloyd-Clarke menyatakan bahwa Phillips dengan sengaja menyembunyikan kematian ibunya dan mengambil langkah-langkah untuk memberi kesan bahwa Sylvia masih hidup.
Hakim menilai Phillips terus mengumpulkan resep, berbohong kepada tenaga medis, dan akhirnya juga kepada polisi.
Hakim menyebut Phillips membeli chest freezer pada 10 Maret, kemudian menyembunyikan tubuh ibunya di dalamnya sebagai bagian dari upaya menutupi kenyataan.
Pengadilan menegaskan vonis yang dijatuhkan adalah bagian dari konsekuensi atas tindakan yang “deliberately concealed” dan memperpanjang keadaan yang semestinya tidak terjadi setelah kematian.
Pembahasan di ruang sidang juga menyebut akan ada proses lanjutan terkait penyitaan, mengikuti jadwal prosedural setelah vonis dijatuhkan.












