jurnalistik.co.id – Warga Pontycymer, Kabupaten Bridgend, menghadapi sengketa terkait kebocoran pipa air yang berada di luar rumah mereka dan harus ditangani secara mandiri. Menurut keterangan yang disampaikan kepada penduduk, biaya perbaikan bisa mencapai lebih dari £7.000 untuk tiap rumah, dengan tenggat waktu singkat yang ditetapkan Welsh Water.
Kasus ini melibatkan lima rumah di Pontycymer yang berbagi satu saluran pipa. Kebocoran dari pipa bersama tersebut disebut menjadi sumber masalah, dan warga diminta memperbaikinya dengan biaya mereka sendiri, karena pipa dinyatakan bukan milik maupun tanggung jawab pengelolaan Welsh Water.
Dalam penjelasan resmi, Welsh Water menyebut kebocoran tersebut menyebabkan air terbuang. Perusahaan juga menyampaikan bahwa langkah penegakan dapat dilakukan melalui mekanisme yang mengacu pada Section 75 Notice dalam Water Industry Act 1991, jika warga tidak memenuhi kewajiban perbaikan dalam waktu yang diberikan.
Juru bicara Welsh Water menegaskan, warga mempunyai waktu 11 hari untuk melakukan perbaikan. Sementara itu, warga juga menyatakan belum menerima bukti yang menjelaskan letak kebocoran dan dasar yang dapat dipakai pihak asuransi untuk menanggung biaya perbaikan.
Biaya £7.000 per rumah dan tenggat 11 hari
Perkiraan biaya yang disebutkan warga adalah lebih dari £7.000 untuk tiap rumah. Angka tersebut, menurut penuturan penduduk, akan digunakan untuk mengganti pipa air bagian belakang di kebun rumah dengan saluran baru yang dipasang di bagian depan deretan rumah bertipe teras, lalu menghubungkannya ke masing-masing rumah secara terpisah.
Warga juga mengaitkan konflik ini dengan pengalaman panjang yang membuat mereka terus menunggu kejelasan. Mereka mengaku kesulitan memperoleh bukti terkait kebocoran yang dapat diajukan kepada perusahaan asuransi, sehingga proses pembayaran menjadi tersendat.
Stres berkepanjangan karena bukti tidak kunjung diberikan
Salah satu warga, Nerys Walters, mengatakan perselisihan ini telah menimbulkan tekanan besar selama dua tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya ia dan warga lain mengira biaya perbaikan dapat ditutup melalui asuransi.
Namun, Walters menyatakan tidak adanya bukti yang diberikan terkait kebocoran membuat klaim asuransi tidak dapat diproses. Ia juga mengungkapkan bahwa insinyur atau pihak terkait tidak menunjukkan dasar tanggung jawab yang dapat dipakai untuk menjelaskan mengapa kebocoran harus ditanggung oleh pemilik properti.
Walters menuturkan, “It’s been a nightmare situation for us that has really caused us all a lot of stress.” Ia menambahkan bahwa, menurut penjelasan Welsh Water, perusahaan akan membayar pemasangan jalur baru yang sejajar dengan bagian depan properti, tetapi warga tetap harus menanggung biaya untuk menyambungkan jalur tersebut dari gerbang dan melewati rumah menuju stopcock bagian belakang.
Ia juga menyebut adanya tarif pekerjaan yang membuat beban biaya semakin berat. Walters menyatakan ia telah berbicara dengan “numerous contractors” yang mengutip pekerjaan dengan harga lebih dari £1.000 per meter untuk melaksanakan pekerjaan yang diperlukan.
Walters menuturkan, “This has been going on for about a year and a half now and we’ve been asking for that evidence ever since but have been given nothing.” Ia menegaskan bahwa hingga batas waktu yang diberikan oleh Welsh Water semakin dekat, warga merasa tidak mendapatkan informasi atau alasan yang memadai terkait pilihan jalur pipa lain di jalan tersebut namun tidak untuk pipa mereka.
Ia menambahkan, “No evidence of the leak, and no reason as to why they adopted other pipes in the street but not ours. All the while the deadline they have given runs down. It’s been very difficult and we just want to get it sorted.”
Berita Terkait
Warga lain mengaku sulit tidur dan merasa terisolasi
Warga lainnya, Eddie Wood, mengatakan ia mengalami kesulitan tidur sejak surat mengenai kebocoran pipa pertama kali diterima. Wood menyebut ia sangat khawatir karena tanggung jawab pipa tidak tercantum dalam dokumen kepemilikan yang ia cek.
Ia mengatakan, “I’ve been very worried about it. They told us there was a leak and we had to fix it, but when we looked on the deeds there was nothing on there about responsibility for the pipe.” Wood menggambarkan kekhawatirannya yang berulang saat malam hari hingga pagi hari.
Wood menuturkan, “I worry about it when I’m in bed at night and even first thing in the morning. I’m 86 now so I don’t have the money coming in that I used to and it can feel quite isolating having to fight such a big organisation.”
Menurut Wood, usia dan kondisi finansial menjadi alasan mengapa situasi ini terasa semakin berat, terutama ketika ia merasa harus berhadapan dengan organisasi besar dalam proses yang berlangsung lama.
Anggota dewan menilai penegakan harus menjadi langkah terakhir
Martyn Jones, anggota dewan dari Bridgend, menggambarkan situasi ini sebagai masa yang “distressing” bagi warga Pontycymer. Jones mengatakan ia telah bertemu dengan seorang insinyur dari Welsh Water atas nama warga, namun ia menyatakan belum melihat bukti yang menunjukkan satu atau lebih pemilik rumah bertanggung jawab.
Jones juga menyampaikan kekhawatiran terkait kerentanan warga lain. Ia menilai, jika pendekatan serupa terjadi di wilayah lain, kondisi yang sama bisa menimpa penduduk dengan situasi finansial yang lemah.
Jones menuturkan, “The course of action currently being undertaken by Dwr Cymru concerns me in that I question how many other residents living in the Garw Valley and beyond are equally vulnerable if a similar situation was to develop elsewhere.”
Ia menambahkan bahwa penegakan dan kemungkinan proses hukum seharusnya menjadi upaya terakhir. Jones juga meminta Welsh Water untuk meninjau kembali posisinya dan bekerja bersama warga lokal, khususnya yang berada dalam kondisi rentan secara finansial.
Jones menegaskan, “Enforcement and prosecution should be the last resort. I appeal to Dwr Cymru to reconsider its position and work with local residents especially those who are financially vulnerable.”
Welsh Water: pipa pribadi bersama bukan dikelola perusahaan
Di sisi lain, Welsh Water menyatakan pihaknya telah bekerja dengan warga di Gwaun Bant, Pontycymer, Bridgend, yang mengalami kebocoran pada pipa pribadi bersama yang memasok properti mereka. Welsh Water juga menegaskan bahwa pipa tersebut tidak dimiliki atau dikelola oleh Dwr Cymru Welsh Water, sehingga menjadi tanggung jawab pemilik properti.
Namun, untuk membantu warga, Welsh Water menyebut perusahaan telah menawarkan koneksi gratis ke jaringan utama (main) apabila setiap properti melakukan sambungan secara individual. Welsh Water juga menyampaikan bahwa mereka memberi kontribusi terhadap biaya pekerjaan yang diperlukan untuk menyalurkan pipa dari properti ke jaringan utama.
Dengan adanya tenggat 11 hari dan kemungkinan penerapan langkah penegakan, warga tetap berada dalam posisi menunggu kejelasan bukti yang dapat dipakai untuk menata kewajiban perbaikan. Sementara itu, ketegangan di Pontycymer terus menjadi perhatian karena menyangkut tanggung jawab biaya dan kepastian dasar yang disampaikan kepada penduduk.









