Daerah

Hope Street Bikin Kota Pesisir Kecil Ramai Wisata TV

×

Hope Street Bikin Kota Pesisir Kecil Ramai Wisata TV

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hope Street: The small seaside town winning big from TV tourism

jurnalistik.co.id – Di Donaghadee, sebuah kota pesisir kecil di County Down, dampak tayangan televisi terasa nyata di kehidupan sehari-hari warga. Sejak drama polisi BBC Northern Ireland “Hope Street” mulai syuting pada 2021, tempat yang secara fiksi dikenal sebagai “Port Devine” perlahan berubah menjadi magnet wisata.

Donaghadee dikenal dengan pemandangan pesisir yang khas, termasuk pelabuhan serta mercusuar yang kerap muncul dalam episode. Rumah-rumah bergaris warna dan atmosfer tepi laut itulah yang kemudian membentuk daya tarik “Port Devine” di layar.

Bagi warga, nama “Port Devine” mungkin terdengar asing di luar konteks pertunjukan. Namun bagi penggemar serial, lokasi dan elemen kota justru menjadi bagian dari alasan mereka datang.

Kathryn Strain, anggota kelompok renang laut Chunky Dunkers, mengatakan perjalanan wisata yang datang dari luar daerah mulai terlihat rutin. Ia menyebut turis dari kapal pesiar yang singgah di Belfast kemudian melanjutkan kunjungan ke Donaghadee, sambil menyebut-nyebut detail lokasi syuting di acara tersebut.

“You can hear them saying, ‘oh, that’s where the police station was, and oh, this is so and so’s house,’” kata Kathryn, menggambarkan bahwa banyak pengunjung menautkan tempat nyata dengan adegan yang mereka saksikan di layar. Ia menilai kondisi itu memberi dampak positif bagi kota.

Kathryn juga ikut muncul sebagai figuran di beberapa episode. Ia bercanda tentang pengalamannya, termasuk ketika berperan dalam sebuah adegan pemakaman, yang menurutnya berhubungan dengan “wajah” yang sering ia anggap cocok untuk suasana seperti itu.

Sementara itu, sahabatnya, Bridie McElhill, menyatakan “Hope Street” membantu Donaghadee “on the map”. Menurut Bridie, kini orang datang untuk melihat kota sekaligus menelusuri lokasi-lokasi tempat syuting berlangsung, sehingga kehadiran penggemar menjadi peluang baru bagi aktivitas lokal.

“I do think it has brought people into the town, and that’s great for the town,” ujarnya, menekankan bahwa serial tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga membawa arus pengunjung ke lingkungan sekitar.

Efek dari serial tidak berhenti pada jam tayang. Kini penggemar juga bisa mendapatkan bagian kecil dari “Hope Street” melalui penjualan kostum acara di toko amal lokal. Koleksi tersebut menghadirkan jejak produksi yang biasanya hanya terlihat dari balik layar.

Dari sisi perkembangan cerita, sebuah film layar lebar juga disiapkan untuk hadir. Film tersebut, dengan pemeran Finnian Garbutt—yang meninggal pada April karena kanker kulit—dijadwalkan rilis pada musim gugur.

Rangkaian kelanjutan produksinya juga terhubung dengan penayangan di BBC. “One of Our Own – A Hope Street Film” akan tayang di BBC pada musim gugur, mengikuti perilisan bioskop di seluruh Irlandia Utara pada September, sebelum rilis lebih luas di Inggris pada Oktober 2026.

Di sekitar lokasi syuting, perubahan rutinitas terasa pada sektor layanan publik. Di kafe Stormy Cup, staf mengaku sudah terbiasa melayani kru dan pemain yang datang beberapa tahun terakhir, meski kini mereka menghadapi jenis pengunjung yang berbeda.

Brooke Pennick, manajer kafe, menggambarkan bahwa saat serial pertama kali datang ke kota, suasananya penuh kegembiraan. Menurutnya, bagi warga, melihat proses produksi terjadi langsung di depan rumah—hingga kerumunan berkumpul di dermaga pada sore dan malam—menjadi momen yang “spesial”.

Seiring berjalannya waktu, Brooke menyebut jumlah wisatawan yang datang untuk menelusuri lokasi semakin meningkat. Ia mengatakan banyak pengunjung ingin melihat tempat-tempat yang dipakai untuk syuting, mendatangi set yang sesuai, serta memahami bagaimana proses dan kebutuhan logistik di balik produksi berjalan.

“It’s been wonderful, it’s been something really special,” kata Brooke, menilai keberadaan “Hope Street” sebagai pengalaman yang meninggalkan kesan baik bagi kota. Baginya, serial bukan sekadar hiburan, melainkan memengaruhi cara orang memandang Donaghadee.

Pergeseran serupa juga tampak di area kuliner lain. Sarah Cochrane, manajer Pier 36, menuturkan bahwa orang datang ke kota untuk mencari informasi lebih lanjut tentang situs dan tempat yang digunakan dalam drama fiksi tersebut.

Ia menambahkan bahwa sepanjang musim panas, pengunjung tidak hanya berasal dari Inggris. Pier 36 menerima tamu dari Amerika dan Australia, yang semuanya menonton serial dan tertarik mengetahui konteks lokasi yang mereka lihat di layar.

Sarah mengatakan mereka telah bertemu pengunjung dari berbagai tempat, mencerminkan bahwa daya tarik serial melampaui batas geografis. Dengan demikian, “Hope Street” terus menciptakan bentuk pariwisata yang lebih spesifik: wisata berbasis lokasi syuting.

Dalam lima tahun sejak produksi dimulai, Donaghadee mengalami pergeseran yang perlahan namun konsisten. Cerita di televisi, pada akhirnya, ikut membentuk kebiasaan warga dan membuka peluang baru bagi kota pesisir kecil itu, sekaligus memberi alasan bagi banyak orang—baik dari dalam maupun luar negeri—untuk datang dan melihat “Port Devine” versi dunia nyata.