jurnalistik.co.id – Enam orang dilaporkan tewas setelah penembakan terjadi di sebuah pusat ibu dan anak di kota Stade, Jerman. Polisi menyebut pelaku adalah seorang pria yang ditangkap, dan penembakan itu diduga terkait sengketa hak asuh atas bayi perempuannya.
Korban terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Keenam orang tersebut merupakan staf di fasilitas tersebut, yang berada di Stade, sekitar dekat Hamburg.
Selain korban tewas, sejumlah orang lain juga mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Pejabat setempat mengatakan bayi dan ibunya saat kejadian berada di kantor, namun tidak mengalami cedera.
Polisi menyatakan tiga orang, termasuk pria yang diduga melakukan penembakan, telah ditahan. Otoritas juga mengungkapkan bahwa tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat.
Menurut laporan media Jerman, fasilitas itu menampung perempuan dan anak. Penembakan pertama kali dilaporkan sekitar pukul 12.10 waktu setempat (10.10 GMT), demikian keterangan polisi kota, yang kemudian mengonfirmasi terjadinya “homicides involving multiple victims” di sebuah “youth welfare facility” di Dankerstrasse.
Polisi menyebut, perempuan-perempuan korban dan satu laki-laki tewas di dalam fasilitas. Sementara itu, satu korban lain meninggal dunia kemudian setelah dirawat di rumah sakit akibat cederanya. Semua korban yang meninggal merupakan orang dewasa.
Sejumlah saksi menyampaikan bahwa aparat menembak sebuah mobil yang ditumpangi dua tersangka saat mereka mencoba melarikan diri. Salah satu saksi mata yang diwawancarai Focus Online mengatakan petugas berteriak “stop where you are” kepada pria dan perempuan di dalam mobil, lalu melepaskan 10 hingga 15 tembakan ke kendaraan tersebut.
Dalam tayangan yang dipublikasikan surat kabar Bild, terlihat kepolisian membuat sekat jalan dan menghentikan sebuah Mercedes di jalan pedesaan terdekat setelah ban kendaraan tersebut mengalami kerusakan. Seorang petugas bersenjata terlihat memerintahkan para penghuni kendaraan untuk keluar, kemudian menahan mereka saat posisi mereka tergeletak menghadap ke bawah di jalan.
Penjelasan motif versi polisi dan kondisi area sekitar
AFP sebelumnya mengutip pernyataan juru bicara kepolisian yang menyebut penyelidik meyakini ini “not a case of femicide, nor does it involve a political background or anything of that nature”. Juru bicara juga mengatakan kasus tersebut lebih menyerupai tragedi keluarga yang meluas.
Media penyiaran Jerman ZDF dan RTL melaporkan pernyataan seorang juru bicara kota bahwa anak-anak di tempat penitipan anak dan sekolah dasar di dekat lokasi penembakan berada di dalam gedung saat kejadian. Setelah itu, anak-anak tersebut telah dikumpulkan oleh orang tua mereka.
Stade berada di negara bagian Niedersachsen (Lower Saxony) dan berjarak sekitar 30 km (19 mil) di sebelah barat Hamburg. Kota ini memiliki populasi sekitar 50.000 jiwa.
Dalam pemeriksaan awal, polisi menggambarkan kejadian ini sebagai rangkaian tindak kekerasan yang melibatkan banyak korban di fasilitas layanan ibu dan anak. Otoritas juga menyampaikan bahwa dugaan hubungan kasus dengan sengketa hak asuh menjadi salah satu fokus penyelidikan, sekaligus menegaskan tidak ada latar belakang politik atau motif yang dikaitkan dengan kategori tertentu sebagaimana diberitakan.
Penembakan dilaporkan pertama kali pada pukul 12.10 waktu setempat dan kemudian dikonfirmasi sebagai “homicides involving multiple victims” di sebuah “youth welfare facility” pada kawasan Dankerstrasse. Setelah kejadian, pihak berwenang menyatakan telah dilakukan penahanan terhadap tiga orang, termasuk pria yang diduga melakukan penembakan, serta menginformasikan bahwa situasi di sekitar lokasi tidak menunjukkan ancaman lanjutan bagi masyarakat.
Sejumlah rincian dari saksi juga menggambarkan fase setelah serangan. Warga menyebut aparat melepaskan tembakan ke kendaraan yang ditumpangi dua tersangka ketika mereka mencoba melarikan diri. Liputan media lain turut menyinggung prosedur penghadangan di jalan pedesaan terdekat, termasuk penghentian sebuah mobil Mercedes setelah mengalami kerusakan ban, sebelum para penghuni ditahan dalam posisi menghadap ke bawah di permukaan jalan.
Meski enam korban dewasa dinyatakan meninggal, pihak setempat menekankan bahwa bayi dan ibunya pada saat kejadian berada di kantor dan tidak mengalami cedera. Selain itu, anak-anak di tempat penitipan anak serta sekolah dasar yang berada di dekat lokasi juga dilaporkan berada di dalam gedung saat peristiwa terjadi, lalu kemudian dikumpulkan oleh orang tua masing-masing.












