Peristiwa

Wowcher Minta Maaf Setelah Email Pemasaran Tersangkut Serangan Buaya pada Balita di Kebun Binatang

×

Wowcher Minta Maaf Setelah Email Pemasaran Tersangkut Serangan Buaya pada Balita di Kebun Binatang

Sebarkan artikel ini
Wowcher sorry for 'unacceptable' crocodile attack email
Ilustrasi: Wowcher 'extremely sorry' for crocodile attack email

jurnalistik.co.id – Wowcher menyampaikan permintaan maaf setelah sebuah email pemasaran dinilai menyinggung insiden serangan buaya terhadap seorang balita di kebun binatang. Perusahaan menyatakan “extremely sorry” atas penggunaan kata-kata yang dianggap “unacceptable”.

Kejadian itu bermula saat seorang anak berusia tiga tahun diduga diserang oleh setidaknya satu buaya setelah ia masuk ke area kandang buaya selama kunjungan keluarga.

Email promosi memicu kemarahan publik

Pada Sabtu, Wowcher mengirim email kepada para pelanggannya yang memuat daftar pilihan perjalanan dan aktivitas. Email tersebut menggunakan subjek: “Snap up these deals quicker than a croc can catch a kid!”.

Beberapa tangkapan layar dari email itu kemudian dibagikan di media sosial hingga memicu reaksi marah dari banyak pihak. Wowcher kemudian merilis pernyataan yang menyebut mereka “extremely sorry” atas “unacceptable wording” yang muncul pada materi tersebut.

Dalam pernyataannya, perusahaan menyatakan, “It should never have been written, it was never approved for use. The responsibility sits with us and we are urgently reviewing how our processes failed.” Wowcher juga menambahkan, “We recognise the hurt and distress it has caused, particularly for the young child’s family at this unimaginably difficult time.”

Sejumlah pengguna juga menyampaikan responsnya setelah menerima email tersebut. Salah satu pelanggan mengatakan mereka “now unsubscribed” dari email Wowcher, sementara pihak lain mengecam pesan itu sebagai “disgusting”. Ia turut menulis, “If that’s real someone needs to be fired.”

Insiden serangan buaya dan kondisi korban

Menurut laporan, pada Kamis seorang anak laki-laki berusia tiga tahun mengalami serangan saat ia berada di dekat atau masuk ke enclosure buaya. Insiden itu terjadi selama kunjungan keluarga ke Johnsons of Old Hurst dekat Huntingdon, Cambridgeshire.

Petugas kebun binatang kemudian menarik anak tersebut dari area kandang buaya. Setelah pertolongan dilakukan, bocah itu saat ini berada dalam kondisi kritis namun stabil di Addenbrooke’s Hospital.

Dalam keterangannya, polisi menyebut anak tersebut mengalami cedera serius “while in the enclosure”. Panggilan ke lokasi dilakukan pada pukul 13.24 BST pada Kamis oleh layanan ambulans, dan polisi menerima informasi bahwa anak tersebut tidak dikenal oleh pria yang kemudian ditangkap.

Penangkapan dan proses hukum

Usai insiden, seorang pria berusia 30 tahun ditangkap dengan dugaan melakukan percobaan pembunuhan. Setelah penahanan, ia dibebaskan dengan jaminan karena dinilai “unfit for interview”.

Kasus ini mendapatkan perhatian luas karena keterkaitan antara insiden kekerasan terhadap anak di kebun binatang dan penggunaan kalimat promosi yang dianggap tidak pantas oleh sebagian publik.

Langkah perbaikan yang dijanjikan Wowcher

Menanggapi reaksi yang muncul, juru bicara Wowcher mengatakan, “We are reviewing all scheduled marketing content while we urgently strengthen our creative, approval and sign-off safeguards.”

Ia juga menegaskan, “There is no excuse for this. We apologise unreservedly and will take the necessary steps to make sure this does not happen again.”

Perusahaan menilai penggunaan kalimat dalam email tidak seharusnya digunakan, serta menyebut adanya kegagalan pada proses yang selama ini berjalan. Wowcher mengatakan sedang meninjau ulang bagaimana proses mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Di tengah situasi yang masih menyangkut kondisi keluarga korban, isu ini terus menjadi sorotan karena pesan promosi dianggap memanfaatkan konteks insiden kekerasan terhadap anak. Publik menilai perusahaan seharusnya lebih hati-hati dalam penyusunan materi pemasaran, terutama ketika menyangkut peristiwa yang berdampak langsung pada keselamatan dan keseluruhan kondisi korban.