jurnalistik.co.id – Orang tua seorang bocah berusia tiga tahun di Cambridgeshire mengatakan mereka terkejut dengan perkembangan yang dialami anak mereka setelah serangan di kandang buaya. Menurut keterangan mereka, kondisi korban kini menunjukkan kemajuan yang membuat keluarga merasa lebih tenang dibanding hari-hari awal setelah kejadian.
Insiden itu terjadi saat bocah tersebut berkunjung ke Johnsons of Old Hurst dekat Huntingdon, Cambridgeshire, pada 18 Juni. Saat berada di lokasi bersama keluarganya, anak itu diserang oleh setidaknya satu hewan dari kandang buaya.
Dalam unggahan di halaman penggalangan dana, orang tua bocah itu menuliskan bahwa kondisi putra mereka beranjak membaik dari hari ke hari. Mereka juga menyampaikan bahwa anaknya mulai merespons tenaga medis dan lingkungan perawatan.
“Four weeks later and the cheeky little boy that we love so much is talking to the nurses, playing using his feet and smiling again.”
Keluarga korban menyebutkan bahwa mereka merasakan “pukulan” emosional yang sangat berat setelah serangan terjadi. Sesaat setelah tiba di Addenbrooke’s Hospital, mereka mengalami apa yang disebut sebagai masa paling sulit dalam hidup mereka.
Mereka mengungkapkan pengalaman itu dengan kalimat, “the worst 12 hours” yang mereka jalani setelah insiden. Dalam keterangannya, orang tua juga menyebut mereka harus menghadapi proses penandatanganan formulir persetujuan yang terkait tindakan penyelamatan dan prosedur amputasi, termasuk ungkapan berikut: “signing consent forms involving resuscitation and amputation”.
Setelah serangan, bocah tersebut mengalami luka pada lengan, leher, kepala, wajah. Selain itu, ia juga mengalami tulang patah, sehingga kebutuhan perawatan menjadi jauh lebih kompleks.
Sampai saat ini, bocah itu telah menjalani tujuh operasi. Operasi terbaru disebut dilakukan ketika tim bedah menyelesaikan prosedur transplantasi saraf pada lengannya.
Orang tua korban menjelaskan bahwa tindakan itu melibatkan pengambilan saraf dari kaki untuk menggantikan bagian saraf yang hilang pada lengan kiri. Pernyataan mereka di halaman penggalangan dana berbunyi, “They harvested a nerve from his leg to replace part of the nerve that was missing in his left arm,”
Dalam tulisan yang sama, mereka menyampaikan harapan bahwa saraf hasil transplantasi akan berintegrasi dan membantu fungsi tertentu pada tangan kiri. Mereka menuliskan, “Over time, this nerve will hopefully embed and help our son to regain some function in his left hand.”
Berita Terkait
Keluarga juga menekankan bahwa hasil akhir dari tindakan tersebut belum bisa dipastikan dalam waktu dekat. Mereka menyatakan belum ada jawaban konkret mengenai keberhasilan cangkok saraf sampai dilakukan tes beberapa bulan ke depan.
“We won’t know whether the nerve graft has been successful until tests can be carried out in a few months’ time.”
Di tengah proses pemulihan yang panjang, orang tua mengaku sempat tidak yakin apakah anak mereka dapat bertahan. Mereka menyebut ketidakpastian itu sebagai perasaan tersulit.
“We were unsure if our son was going to make it and that was the worst feeling in the world. “
Meskipun masih menghadapi tahapan pemulihan, orang tua menyatakan mereka sangat terkesan dengan jarak yang telah ditempuh bocah itu sejak serangan terjadi. Mereka menulis, “We are amazed at how far he has come.”
Untuk membantu biaya perawatan, keluarga meluncurkan penggalangan dana. Hingga saat berita ini dimuat, penggalangan tersebut telah mengumpulkan lebih dari £67,000.
Dari sisi proses hukum, polisi mengatakan mereka menahan seorang pria berusia 30 tahun dari Norfolk. Pria tersebut ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan (bailed) dengan dugaan percobaan pembunuhan terkait insiden tersebut.
Menurut keterangan polisi, pria itu kemudian dibebaskan dengan jaminan hingga 18 September. Kepolisian juga menyampaikan bahwa ia dinilai “assessed as not being fit for interview”.
BBC melaporkan bahwa pria yang ditangkap diketahui memiliki disabilitas belajar (learning disabilities). Ia disebut sedang mengikuti perjalanan bersama pendamping (carers) dan tidak mengetahui anak yang menjadi korban.
Selain proses penanganan perkara, penyelidikan juga diluncurkan mengenai perawatan terhadap pria yang ditangkap. Investigasi itu melibatkan Care Quality Commission dan Norfolk County Council, dengan catatan bahwa otoritas lokal tersebut tidak memberikan perawatan langsung bagi pria tersebut.
Bagi keluarga korban, perkembangan medis yang mereka sampaikan menjadi penanda penting bahwa proses pemulihan berjalan. Dalam keterangan mereka, perhatian tidak berhenti pada stabilitas awal, melainkan juga pada kemungkinan kembalinya sebagian fungsi pada area yang terkena luka, termasuk melalui tahapan tes lanjutan beberapa bulan mendatang.












