Hukum & Kriminal

Penyelidikan rumah sakit setelah rekam medis anak korban serangan buaya diakses hingga 40 staf

×

Penyelidikan rumah sakit setelah rekam medis anak korban serangan buaya diakses hingga 40 staf

Sebarkan artikel ini
Investigation after up to 40 hospital staff access crocodile attack boy's records
Ilustrasi: Hospital probe after crocodile attack boy's records are accessed

jurnalistik.co.id – Cambridge University Hospitals (CUH) meluncurkan penyelidikan setelah rincian medis seorang anak yang mengalami cedera serius akibat serangan buaya diakses oleh hingga 40 anggota staf.

Anak laki-laki berusia tiga tahun tersebut saat ini berada dalam kondisi stabil di Addenbrooke’s Hospital, Cambridge, setelah diserang di kandang di Johnsons of Old Hurst, yang berada dekat Huntingdon.

CUH menyatakan sedang menelusuri apakah ada alasan yang sah untuk akses terhadap catatan pasien tersebut. Rumah sakit juga mengatakan telah merujuk kasus ini ke Information Commissioner’s Office (ICO).

Dalam keterangannya, CUH menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan disipliner tegas bila ditemukan staf mengakses rekam medis tanpa alasan klinis atau operasional yang sah. CUH juga menyampaikan bahwa tindakan tersebut dapat mencakup pemecatan.

Petugas kepolisian menyebut insiden tersebut terjadi pada 18 Juni pukul 13:34 waktu setempat. Polisi mengatakan anak itu, yang berasal dari Cambridgeshire dan sedang berkunjung ke kebun binatang bersama keluarganya, mengalami cedera serius saat berada di dalam area kandang.

Polisi menuturkan anak itu kemudian ditarik keluar oleh anggota staf kebun binatang setelah serangan tersebut. Setelah peristiwa itu, seorang pria berusia 30 tahun dari Norfolk ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan, dengan tuduhan percobaan pembunuhan.

Polisi juga melaporkan bahwa anak tersebut terlebih dahulu mendapatkan perawatan di lokasi sebelum dibawa ke Addenbrooke’s Hospital di Cambridge. Pada Senin, polisi menyebut kondisi anak tidak lagi kritis dan berada dalam kondisi stabil.

CUH menyatakan bahwa terdapat pembatasan pada rekam medis anak tersebut untuk mencegah akses yang tidak diperlukan. Pada saat yang sama, rumah sakit menambahkan bahwa keluarga anak tersebut juga diberi tahu mengenai adanya penyelidikan.

Seorang juru bicara CUH mengatakan rumah sakit memiliki kebijakan ketat untuk menjaga data pasien. CUH menekankan bahwa mereka menganggap pelanggaran semacam ini sangat serius, serta menyatakan bahwa mayoritas dari sekitar 13.000 staf memahami pentingnya menjaga kerahasiaan pasien.

CUH juga menyebut akan memberlakukan tindakan tegas jika ada staf yang mengakses data pasien tanpa alasan klinis atau operasional yang legitimate. Sebagai bagian dari respons terhadap pelanggaran, CUH menyatakan bahwa pihaknya juga akan memberi tahu ICO serta meminta maaf kepada pasien dan keluarga yang terdampak.

Dalam kasus ini, penyelidikan CUH berfokus pada proses akses terhadap rincian medis anak tersebut, termasuk apakah akses itu dilakukan berdasarkan kebutuhan layanan atau justru tidak sesuai ketentuan. Setelah referensi ke ICO, CUH menegaskan tetap akan menindak bila ditemukan pelanggaran kebijakan.

Sementara proses pemeriksaan berjalan, kondisi anak korban serangan buaya tetap dipantau di Addenbrooke’s Hospital, setelah dinyatakan berada dalam kondisi stabil. Pihak berwenang juga melanjutkan penanganan terkait tersangka yang ditangkap setelah insiden pada 18 Juni.

Menurut CUH, pembatasan akses terhadap catatan pasien diterapkan untuk memastikan hanya pihak yang memiliki kebutuhan layanan yang dapat melihat informasi medis tersebut. Rumah sakit juga menyatakan proses penelusuran akan menilai apakah akses dilakukan sesuai prosedur operasional dan kebutuhan klinis.

CUH menegaskan bahwa kerahasiaan data pasien adalah bagian dari budaya kepatuhan internal, dan setiap staf diwajibkan memahami batasan penggunaan rekam medis. Jika ditemukan pelanggaran, CUH menyebut responsnya akan mencakup langkah disipliner yang bersifat tegas, termasuk kemungkinan pemutusan hubungan kerja.

Sebagai tindak lanjut insiden, pihak kepolisian melanjutkan proses terkait tersangka yang ditangkap setelah serangan pada 18 Juni, dengan mempertimbangkan keterangan yang telah dihimpun selama penanganan awal. Di sisi lain, kondisi anak yang menjadi korban tetap dipantau di Addenbrooke’s Hospital dan dinyatakan stabil, sementara penyelidikan akses catatan medis masih berjalan.