Olahraga

WRU Tetapkan Langkah Kurangi Tim Profesional Wales Barat hingga 2028

×

WRU Tetapkan Langkah Kurangi Tim Profesional Wales Barat hingga 2028

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: WRU outlines timeframe for plan to cut a west Wales region

jurnalistik.co.id – Welsh Rugby Union (WRU) telah memaparkan peta jalan untuk memangkas jumlah tim profesional putra dari empat menjadi tiga pada 2028. Dalam skema itu, Ospreys dan Scarlets akan menjadi dua nama utama yang memperebutkan slot untuk wilayah barat Wales.

Langkah ini berangkat dari keputusan WRU yang menegaskan penurunan menjadi tiga tim akan berlaku mulai musim 2028-29. Nantinya, satu tim ditempatkan di area ibu kota, satu di wilayah timur, dan satu lagi di wilayah barat.

Model lisensi: ibu kota, timur, dan barat

Cardiff—yang dimiliki oleh WRU—direncanakan memperoleh lisensi untuk area ibu kota. Sementara itu, Dragons yang didukung secara independen juga disebut akan mendapatkan lisensi sesuai pembagian wilayah yang ditetapkan.

Setelah dua lisensi untuk ibu kota dan timur itu dialokasikan, Ospreys dan Scarlets akan bersaing untuk mendapatkan lisensi terakhir di wilayah barat. Ospreys berbasis di Swansea, sedangkan Scarlets berpusat di Llanelli, sehingga persaingan mereka terkonsentrasi di selatan-barat Wales.

WRU juga menyebut bahwa penggabungan (merger) antartim merupakan opsi yang “praktis”, meski tidak sepenuhnya tanpa kontroversi. Artinya, jalur selain kompetisi penuh tetap terbuka, tergantung bagaimana para pihak pada akhirnya bersikap.

Jadwal pengambilan keputusan hingga akhir 2026-27

WRU menyatakan bahwa proses untuk menentukan kerangka keputusan akhir akan dimulai pada bulan Desember. Kerangka itu ditargetkan selesai sebelum berakhirnya musim 2026-27.

Dalam tahapan berikutnya, kepemimpinan seluruh tim profesional dan pihak-pihak terkait akan dihimpun setelah laga Wales’ Nations Championship pada November. Pada fase ini, WRU ingin membahas usulan masing-masing wilayah, terutama dari sisi keuangan, sekaligus menilai minat keempat tim terhadap ketentuan lisensi yang baru.

Marianne Okland, selaku ketua Professional Rugby Board Welsh rugby, menekankan bahwa pendekatan tersebut ditujukan agar implementasi berjalan teratur. Ia mengatakan proses itu “memungkinkan pelaksanaan yang tertib dan menghindari ketidakpastian berkepanjangan” bagi klub, pemain, pendukung, investor, serta sponsor.

Okland juga menyampaikan bahwa jika Cardiff Rugby dan Dragons RFC ingin bergabung pada ketentuan lisensi yang diajukan, maka kepastian terkait dua wilayah—ibu kota dan timur—sudah ada. Di saat yang sama, ia mengakui adanya ruang ketidakpastian yang akan berlanjut sampai keputusan final untuk lisensi barat ditetapkan.

Ia menambahkan, “Kami memahami bahwa akan ada ketidakpastian yang berkelanjutan hingga keputusan final untuk lisensi barat dibuat. Itulah sebabnya kami berkomitmen untuk melangkah secara kolaboratif, tanpa meremehkan tantangan besar yang ada di depan, serta memberikan stabilitas bagi semua pihak sedini mungkin.”

WRU juga menegaskan posisi soal kelayakan lisensi. Dalam pernyataannya, badan pengurus menyatakan telah mengkaji beragam faktor secara rinci saat menentukan tiga area lisensi masa depan, serta memastikan bahwa “hanya tim incumbent” yang akan dipertimbangkan untuk memperoleh lisensi.

Dengan kondisi tersebut, “bergantung pada persetujuan atas syarat lisensi final”, Dragons RFC dan Cardiff Rugby akan ditawarkan lisensi masing-masing untuk area timur dan ibu kota. Sementara itu, lisensi wilayah barat berada dalam fase yang lebih kompetitif karena Ospreys dan Scarlets akan menjadi kandidat utama.

Ketidakpastian di barat dan rencana penyangga pemain

Pada April, WRU sebelumnya menegaskan pemangkasan menuju tiga tim tidak akan berlangsung hingga 2028. Keputusan penjadwalan ulang ini terkait kegagalan kesepakatan antara pemilik Ospreys, Y11 Sport & Media, untuk membeli Cardiff.

Meski begitu, Scarlets dan Ospreys telah bergabung dengan saingan mereka di timur dengan menandatangani Professional Rugby Agreement (PRA) pada musim panas ini. Dengan status tersebut, keduanya kini siap menghadapi perebutan kelangsungan dalam kerangka yang akan menentukan tim barat.

Situasinya, menurut uraian WRU, akan bertumpu pada apakah Ospreys dan Scarlets bisa diyakinkan untuk mengambil jalur tertentu, atau apakah mereka akhirnya sepakat melakukan merger. Kontak menuju penggabungan sempat disebut “hampir terjadi” pada 2019, sehingga wacana itu masih berpotensi kembali mengemuka saat keputusan barat dipertegas.

WRU juga menyoroti aspek transisi. John Manders, wakil ketua WRU, mengatakan pihaknya telah mulai menyiapkan struktur dukungan untuk mengembangkan jalur pemain yang relevan, menciptakan lingkungan terbaik bagi pemain senior, menyediakan dukungan finansial yang tepat, serta mengembangkan fasilitas di sekitar kebutuhan tim.

Manders menambahkan bahwa kemajuan tersebut ditujukan untuk “menjaga masa depan permainan”, memusatkan sumber daya, dan memberi tim kesempatan terbaik untuk mencapai kesuksesan di seluruh tingkatan. Dalam kerangka itu, proses lisensi bukan hanya soal struktur kompetisi, melainkan juga soal kesinambungan pengembangan pemain dan stabilitas yang diupayakan sedini mungkin.