Peristiwa

10 Makanan Pemicu Asam Urat yang Sebaiknya Dibatasi

0
×

10 Makanan Pemicu Asam Urat yang Sebaiknya Dibatasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 10 Makanan Pemicu Asam Urat yang Sebaiknya Dihindari

jurnalistik.co.id – Momen menikmati daging kurban sering kali membuat orang lupa bahwa tidak semua makanan aman bagi penderita asam urat. Pada kondisi gout, kristal asam urat dapat menumpuk di sendi, dan asupan makanan tinggi purin bisa ikut mendorong kadar asam urat naik.

Kadar asam urat dalam darah sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Karena itu, penderita asam urat dianjurkan membatasi makanan tinggi purin, sebab purin adalah zat yang dapat memicu kambuhnya asam urat.

Di tengah perayaan Iduladha, kehati-hatian jadi penting agar tubuh tetap nyaman. Ada sejumlah makanan pantangan yang sebaiknya dihindari atau setidaknya dibatasi oleh pengidap asam urat.

Roti

Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue kering, dan kue dapat membuat gula darah melonjak. Jenis makanan ini juga tidak baik untuk asam urat, sehingga perlu dibatasi.

Madu

Madu mengandung fruktosa tinggi. Saat terurai di dalam tubuh, pemanis alami ini melepaskan purin. Karena itu, minuman atau makanan yang mengandung fruktosa sebaiknya dibatasi seminimal mungkin untuk membantu menghentikan atau mengurangi serangan asam urat.

Alkohol

Minuman beralkohol, terutama bir, juga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Selain mengandung banyak purin, bir memperlambat proses pembuangan asam urat melalui urine.

Dalam keterangan yang dikutip dari berbagai sumber kesehatan, bir meningkatkan asam urat sebesar 6,5%. Bahkan bir non alkohol disebut menaikkannya sebesar 4,4%.

Makanan laut

Penderita asam urat dianjurkan menghindari makanan laut yang mengandung banyak purin, seperti kerang, ikan teri, sarden, tuna, tiram, udang, lobster, atau kepiting. Konsumsi seafood berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dan memperburuk gejala asam urat.

Jika ingin memilih makanan laut yang kaya nutrisi tetapi rendah purin, belut laut atau ikan gindara bisa menjadi pilihan yang tepat.

Jeroan

Jeroan seperti hati dan lidah memiliki kandungan purin yang tinggi. Senyawa ini cenderung diubah tubuh menjadi asam urat, sehingga jeroan sebaiknya dihindari dari pola makan pengidap asam urat.

Daging merah

Daging merah seperti daging sapi, babi, dan domba memang tinggi protein. Namun, jenis daging ini tergolong makanan penyebab asam urat karena kadar purinnya yang tinggi.

Jika ingin menjaga kadar asam urat darah, daging merah bisa diganti dengan daging ayam atau sumber protein nabati, seperti kacang kedelai yang dapat ditemukan pada tempe dan tahu.

Buncis

Buncis menjadi salah satu sayuran yang populer di Indonesia karena mudah diolah menjadi berbagai makanan, mulai dari aneka tumisan sampai lalapan. Namun, buncis dikenal memiliki fruktosa tinggi yang bisa menjadi pemicu asam urat.

Jamur

Jamur memiliki kandungan purin yang cukup tinggi dalam setiap porsinya. Karena itu, pengidap asam urat perlu menghindari sayuran yang kerap menjadi campuran di banyak hidangan ini.

Bayam

Bayam dikenal bergizi tinggi karena mengandung vitamin C, flavonoid, zat besi, beta karoten, dan luteins. Akan tetapi, penderita asam urat harus menghindarinya karena bayam memiliki kandungan purin yang tinggi.

Dalam setiap 100 gramnya, bayam mengandung sekitar 57 gram purin.

Kembang kol

Sayuran lain yang perlu dihindari adalah kembang kol. Meski biasanya hanya menjadi pelengkap hidangan, sayuran ini tetap perlu dibatasi oleh pengidap asam urat karena memiliki 23 gram purin di setiap 100 gramnya.

Tips praktis saat makan daging kurban

Agar perayaan tetap nyaman, pengidap asam urat bisa mengambil daging secukupnya, menghindari jeroan, mengurangi minuman manis, dan memperbanyak air putih. Selain itu, daging kurban sebaiknya tidak dijadikan menu utama di setiap waktu makan selama beberapa hari berturut-turut.

Dengan cara itu, momen Iduladha tetap terasa nikmat tanpa terlalu membebani sendi.