jurnalistik.co.id – Pemilihan rangka menjadi salah satu alasan Honda Vario Evo 160 tetap memakai Enhanced Smart Architecture Frame (eSAF). Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi Putro, menegaskan bahwa keputusan konstruksi tersebut disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan model.
Menurut Octa, tiap tipe rangka memiliki keunggulan yang berbeda. Ia kemudian menyoroti bahwa eSAF juga menawarkan manfaat yang relevan untuk motor harian.
“Gini, kalau kita itu rangka itu kan beragam lah, ya. Ada yang pipe frame, ada yang eSAF, gitu. Nah, seperti yang saya selalu katakan, ya, eSAF itu juga punya keunggulan,” kata Octa kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa konstruksi eSAF dipilih dengan pertimbangan kebutuhan penggunaan harian, terutama pada bobot, kelincahan, dan stabilitas. Target utamanya adalah menghadirkan motor yang terasa ringan, responsif, serta tetap nyaman saat dikendarai.
“Ya, ringan, gesit, gitu kan dan harusnya lebih stabil. Nah, keunggulan itu yang kami percaya masih akan baiklah dengan kebutuhan motor seperti yang sekarang kita pakai,” katanya.
Di tengah perhatian publik pada 2023 terkait penggunaan eSAF, AHM menyatakan konsumen tidak perlu khawatir terhadap kualitas rangka. Garansi rangka disebutkan diberikan selama 5 tahun sebagai bentuk jaminan kepada pelanggan.
AHM juga menegaskan bahwa pengembangan rangka tersebut telah melalui proses pengujian. Teknologi ini, menurut perusahaan, masih menjadi salah satu rujukan yang diandalkan pada sejumlah produk Honda.
Selain garansi, pemeriksaan berkala di bengkel resmi disebut sebagai bagian dari penguatan layanan purna jual. Setiap konsumen yang menjalani servis rutin akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, termasuk komponen rangka bila memang diperlukan.
“Bahkan kalau orang datang ke bengkel kan kita juga melakukan pengecekan. Tapi kalaupun ada silakan nanti hubungi jaringan kita,” katanya dalam kesempatan sebelumnya.
Berita Terkait
Octa menambahkan bahwa pengecekan umumnya dilakukan saat pelanggan datang untuk servis. Jaringan bengkel resmi, menurutnya, akan membantu mengecek kondisi motor sesuai kebutuhan.
“Pada saat dia datang ke jaringan kami itu biasanya kami juga bantu untuk cek. Tapi jaringan kami, bengkel kami itu biasanya akan sekalian pada saat servis itu kan akan bantu untuk cek,” katanya.
Untuk konteks teknologi, rangka eSAF pertama kali digunakan Honda di Indonesia pada Honda Genio yang diluncurkan pada Juni 2019. Pada saat yang sama, Genio juga menjadi model pertama yang mengusung mesin eSP generasi baru 110 cc.
Secara konstruksi, eSAF berbeda dengan rangka tubular (pipe frame) yang menggunakan pipa baja. Pada eSAF, lembaran baja berkekuatan tinggi dibentuk melalui proses pres dan dilas, sehingga menghasilkan konstruksi yang diklaim lebih ringan.
Dengan karakter tersebut, eSAF diposisikan untuk mendukung kebutuhan motor sehari-hari, termasuk aspek kelincahan dan kestabilan. AHM juga memandang teknologi ini sebagai bagian dari pendekatan desain yang tetap relevan untuk Vario Evo 160.
Pada akhirnya, penggunaan eSAF di Vario Evo 160 bukan sekadar pilihan jenis rangka, melainkan bagian dari penyesuaian terhadap tuntutan pemakaian. Garansi 5 tahun serta pemeriksaan saat servis berkala turut menjadi bagian dari jaminan layanan yang disampaikan AHM kepada konsumen.
Dalam penjelasan yang disampaikan AHM, kekhawatiran konsumen yang sempat mencuat pada 2023 dijawab dengan penegasan bahwa eSAF tetap memenuhi standar kualitas pabrikan. Perusahaan menekankan bahwa teknologi ini bukan sekadar nama rangka, melainkan pilihan konstruksi yang dirancang untuk mendukung pemakaian sehari-hari.
Untuk menegaskan ketenangan pemilik, AHM juga mengaitkan eSAF dengan skema jaminan. Garansi rangka disebut berlaku hingga 5 tahun, sekaligus menjadi bagian dari komitmen layanan yang disampaikan kepada pelanggan melalui dukungan bengkel resmi dan jaringan teknisi.
Pemeriksaan berkala di bengkel resmi diposisikan sebagai tahap lanjutan setelah produksi dan pengujian. Saat konsumen datang untuk servis, pengecekan dilakukan secara menyeluruh, termasuk kemungkinan penilaian pada komponen rangka bila dibutuhkan sesuai kondisi motor.
Secara teknis, AHM membedakan eSAF dari rangka tubular yang mengandalkan pipa baja. Pada eSAF, lembaran baja berkekuatan tinggi dibentuk lewat proses pres dan kemudian disambung melalui pengelasan, sehingga menghasilkan struktur yang diklaim lebih ringan serta selaras dengan tuntutan karakter berkendara harian.












