jurnalistik.co.id – Kepolisian Inggris telah menahan 12 orang terkait dugaan ancaman teror sayap kanan terhadap sebuah acara Islam di Suffolk. Menurut Counter Terrorism Policing (CTP), UK Ijtima di Shrubland Hall, Barham, dihentikan lebih awal pada Minggu sebagai langkah pencegahan setelah terdeteksi kemungkinan ancaman.
Shabana Mahmood, Home Secretary, menyampaikan bahwa respons aparat dalam menangani “credible threat” ke festival tersebut “undoubtedly saved lives”. Komandan Helen Flanagan, kepala CTP London, mengatakan petugas bergerak cepat untuk melakukan penangkapan di berbagai lokasi di seluruh Inggris.
CTP menyatakan penyelidikan ini berkaitan dengan “right-wing terrorism related” dan petugas melakukan penggeledahan di sejumlah alamat yang terhubung dengan mereka yang ditangkap. Kepolisian juga mengonfirmasi bahwa setelah pihaknya mengetahui adanya “potential serious threat” terhadap acara, status major incident sempat diberlakukan, sebelum kemudian status itu dicabut.
Flanagan menambahkan bahwa polisi “would not hesitate to act” apabila ada kemungkinan ancaman. Ia juga mengingatkan bahwa situasi ancaman di Inggris berada pada level “severe”, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan melapor bila ada hal yang tidak terasa benar atau mencurigakan.
CTP merinci penahanan berdasarkan dugaan keterlibatan dan dasar hukum yang berbeda. Delapan pria ditangkap dan ditahan berdasarkan section 41 dari Terrorism Act 2000, serta sampai saat ini masih berada dalam tahanan.
Selain itu, tiga pria lainnya ditangkap dengan tuduhan konspirasi untuk melakukan pembunuhan. Seorang perempuan ditangkap dengan tuduhan membantu pelaku, dan dalam perkembangan terbaru disebutkan satu orang telah dibebaskan dengan jaminan, sementara tiga orang lainnya tetap ditahan.
Lokasi dan Usia Para Tersangka
Berita Terkait
Penangkapan dilakukan di berbagai wilayah. Lima pria berusia 27, 29, 55, 60, dan 82 ditangkap di Surrey, sementara seorang pria berusia 35 tahun ditangkap di Greater Manchester.
Di Essex, dua pria masing-masing berusia 42 tahun ditangkap, sedangkan seorang pria berusia 33 tahun ditangkap di London bagian tenggara. Di London bagian timur, seorang perempuan berusia 48 tahun dan seorang pria berusia 31 tahun ditangkap, dan di Ipswich seorang pria berusia 27 tahun juga ditahan.
Shabana Mahmood menyebut kabar ini sangat mengkhawatirkan bagi Muslim di Inggris. “We must stand against hatred, and we must unite around our shared belief in a country that is open, generous and tolerant to all our communities,” ujarnya.
CTP menyatakan tidak ada keyakinan bahwa terdapat ancaman yang lebih luas terhadap masyarakat yang terkait langsung dengan perkara ini. Sementara itu, Perdana Menteri Sir Keir Starmer melalui unggahan di X menyampaikan: “Shocking news that Counter Terrorism Police are investigating a credible, serious threat targeted at an Islamic event in Suffolk. Thanks to the quick action taken by police and the organisers, nobody was hurt. My message is clear: I will not tolerate any attacks on our Muslim communities, or any form of anti-Muslim hatred.”
Dari pihak kepolisian setempat, Alice Scott, Assistant Chief Constable Suffolk Police, mengatakan akan ada kehadiran petugas yang terlihat di area Shrubland Hall pada hari-hari berikutnya. Ia menyebut 15.000 peserta telah “safely departed” dari acara tersebut, sementara Ruman Muhith, anggota Dewan Borough Ipswich dari Partai Buruh, hadir pada Jumat dan Sabtu serta mengatakan peserta “conducted themselves with dignity and respect”.
Menurut keterangan Counter Terrorism Policing, pengamanan dilakukan setelah teridentifikasi adanya ancaman yang berpotensi serius terhadap acara tersebut. Setelah penetapan status major incident sempat diberlakukan, langkah-langkah respons kemudian terus berjalan lewat koordinasi antarlokasi, termasuk serangkaian penangkapan dan penggeledahan di alamat yang dinilai terkait dengan para pihak yang ditahan.
Dalam penjelasannya, aparat juga menegaskan bahwa situasi ancaman di Inggris berada pada level “severe”, sehingga masyarakat diminta lebih peka terhadap tanda-tanda yang tidak wajar. Di saat yang sama, pihak kepolisian menuturkan tidak ada indikasi bahwa perkara ini akan berdampak lebih luas kepada komunitas yang tidak terhubung langsung, sementara pejabat menekankan pentingnya persatuan dan sikap menolak kebencian terhadap komunitas Muslim.
Usai acara dihentikan lebih awal sebagai tindakan pencegahan, perhatian kemudian bergeser pada pemantauan lanjutan di sekitar Shrubland Hall pada hari-hari berikutnya. Suffolk Police juga menyebut ribuan peserta telah meninggalkan lokasi secara aman, dan menegaskan bahwa penyelenggaraan serta kedisiplinan peserta berlangsung dengan tertib serta saling menghormati, sejalan dengan penilaian yang disampaikan pejabat setempat.










