Daerah

22 Juni 2026, Naik MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Gratis: Ini Ketentuannya

×

22 Juni 2026, Naik MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Gratis: Ini Ketentuannya

Sebarkan artikel ini
Hari Ini 22 Juni 2026, Naik MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Gratis, Ini Ketentuannya News 22 Juni 2026
Ilustrasi: Hari Ini 22 Juni 2026, Naik MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Gratis, Ini Ketentuannya

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggratiskan layanan transportasi publik di Ibu Kota pada Senin (22/6/2026) sekaligus memberi akses gratis ke sejumlah destinasi wisata. Kebijakan ini diberlakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Dalam pelaksanaannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa fasilitas gratis tidak hanya berlaku bagi warga ber-KTP DKI Jakarta. Menurutnya, perluasan penerima manfaat dilakukan setelah pemerintah menerima banyak masukan dari masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut.

Pramono menjelaskan, “Baik itu transportasi umum maupun fasilitas wisata yang dimiliki oleh Jakarta, setelah mendapatkan masukan dari banyak pihak, terutama yang pengin memanfaatkan itu rata-rata dari luar Jakarta, maka tidak hanya berlaku bagi KTP Jakarta, tetapi bagi KTP Republik Indonesia,” kata Pramono di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2026).

Kebijakan itu disebut tidak berhenti pada 22 Juni 2026. Fasilitas gratis juga dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 28 Juni 2026, sehingga masyarakat punya beberapa kesempatan untuk menggunakan layanan transportasi dan mengakses kegiatan wisata secara cuma-cuma pada periode tersebut.

Moda transportasi yang digratiskan

Adapun moda transportasi yang masuk dalam program gratis meliputi MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Transjabodetabek, Mikrotrans, dan JakLingko. Dengan cakupan tersebut, pengguna transportasi publik dapat memanfaatkan berbagai layanan yang beroperasi di wilayah DKI dan sekitarnya sesuai ketentuan program.

Gagasan utama dari program ini adalah memberi ruang lebih luas bagi mobilitas warga maupun pendatang selama hari peringatan HUT Jakarta. Dengan adanya beberapa moda yang disiapkan, akses perjalanan diharapkan lebih mudah dijangkau pada hari-hari yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Akses wisata dan sarana edukasi

Selain transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga menggratiskan akses ke sejumlah destinasi wisata serta sarana edukasi yang dikelola pemerintah daerah. Beberapa lokasi yang dapat dikunjungi secara gratis antara lain Taman Impian Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan.

Pemerintah juga menyebutkan adanya museum di bawah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta yang turut dapat diakses tanpa biaya pada periode program. Melalui kombinasi layanan transportasi dan akses wisata tersebut, kebijakan diarahkan agar peringatan HUT Jakarta dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dengan dasar masukan publik dan penerapan yang tidak terbatas pada pemegang KTP DKI, program gratis ini menjadi perhatian karena melibatkan masyarakat dari luar daerah. Pada saat yang sama, jadwal yang meliputi 22, 27, dan 28 Juni 2026 memberi fleksibilitas bagi warga untuk merencanakan aktivitas perjalanan dan kunjungan wisata pada waktu yang tersedia.

Kebijakan ini juga menekankan aspek pemerataan akses. Dengan memperluas penerima manfaat, pemerintah ingin memastikan lebih banyak orang bisa ikut merasakan rangkaian peringatan HUT Jakarta tanpa terkendala status kependudukan. Pendekatan berbasis masukan publik itu menjadi landasan utama yang disebut Pramono.

Pada hari-hari yang ditetapkan, masyarakat dapat memadukan perjalanan menggunakan moda transportasi yang digratiskan dengan kegiatan di destinasi wisata yang berada di bawah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta. Kombinasi tersebut memberi kemudahan bagi pengguna untuk menyusun rute kunjungan, sekaligus menjadikan perayaan lebih terasa di berbagai titik.

Selain destinasi wisata, periode program juga mencakup akses tanpa biaya ke museum yang dikelola Pemprov DKI. Dengan demikian, ruang peringatan tidak hanya berfokus pada mobilitas, tetapi juga menyediakan pilihan kegiatan yang bersifat edukatif, sehingga beragam kebutuhan kunjungan warga dan pendatang dapat terakomodasi pada jadwal yang sama.