jurnalistik.co.id – ASICS Global Running Day 2026 menegaskan bahwa lari kini telah berkembang menjadi gaya hidup yang inklusif. Olahraga ini digemari karena aksesibilitasnya tinggi: bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan di hampir di mana pun tanpa memerlukan perlengkapan yang rumit.
Di tengah dinamika aktivitas harian, lari juga dipandang menghadirkan ketenangan pikiran sekaligus membantu menjaga keseimbangan hidup. Bagi banyak orang, kegiatan ini tidak berhenti pada manfaat kesehatan fisik, tetapi turut menjadi ruang untuk merawat diri secara lebih utuh.
Keseruan lari bersama belakangan juga semakin marak. Pada perayaan ASICS Global Running Day 2026 yang digelar serentak di 10 kota di Indonesia pada Sabtu (5/6) lalu, ribuan pelari dari berbagai latar belakang berkumpul untuk bergerak bersama.
Momen tersebut memperlihatkan lari sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan pelari, mulai dari yang baru memulai hingga mereka yang sudah konsisten mengejar target performa. Dalam konteks acara yang dihadirkan di Jakarta, peserta datang dengan semangat yang sama untuk menjalani aktivitas yang sederhana namun bermakna.
Lari yang mudah diakses, dari pemula hingga pelari berpengalaman
Salah satu alasan lari tetap bertahan, menurut Dynda puspa Pramedia, Sales Account Executive, Supervisor of Performance Running and Apparel ASICS Indonesia. Ia menjelaskan bahwa tren lari muncul karena sifatnya yang praktis dan relatif mudah dilakukan.
“Sebenarnya simpelnya karena orang tahu lari itu olahraga termurah dan tergampang. Kita cuma menyiapkan diri, pakai sepatu lari, outfit senyaman mungkin, kita bisa lari di mana pun. Bisa dilakukan semua gender, semua usia, semua kalangan masyarakat. Jadi itulah kenapa lari menjadi salah satu olahraga yang masih bertahan sampai sekarang,” papar Dynda saat ditemui di tengah acara ASICS Global Running Day 2026 di Jakarta, Sabtu (5/6).
Dengan karakter yang bisa diadaptasi berbagai kebutuhan, lari memberi kesempatan yang sama bagi banyak kalangan. Peserta juga dapat menyesuaikan persiapan dengan kondisi masing-masing, mulai dari pemilihan sepatu hingga kenyamanan outfit saat beraktivitas.
Dynda menambahkan bahwa terutama bagi pelari pemula, pemilihan sepatu menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan. Ia menekankan bahwa sepatu perlu disesuaikan dengan anatomi kaki dan kebutuhan masing-masing.
“Sangat amat penting. Karena ketika kita berlari itu kan badan kita bebannya di kaki kan, memijak. Lari juga merupakan salah satu olahraga yang high impact. Jadi, kebutuhan sepatu harus sesuai dengan tipe kita berlari dan tipe kaki kita,” jelasnya.
Analisis kaki membantu menemukan sepatu yang lebih ergonomis
Untuk memastikan kecocokan, Dynda menyarankan agar pelari tidak ragu melakukan analisis kaki secara profesional di gerai resmi. Tujuannya adalah mengetahui tipe kaki, apakah flat foot atau normal, sehingga pelari dapat memilih sepatu yang paling ergonomis.
Langkah ini dipandang relevan karena lari termasuk olahraga high impact, sehingga ketepatan sepatu tidak hanya menyangkut tampilan, tetapi juga berkaitan dengan investasi kesehatan jangka panjang. Dengan sepatu yang sesuai, pelari diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih nyaman saat menapaki jarak yang ditempuh.
Teknologi GEL-KAYANO™ 33 untuk stabilitas dan kenyamanan
Dalam mendukung kenyamanan pelari, inovasi teknologi sepatu lari terus berkembang pesat. Salah satu yang disebutkan adalah seri GEL-KAYANO™ 33 dari ASICS yang mengusung konsep stability reimagined.
Sepatu tersebut dirancang dengan teknologi FLUIDSUPPORT™ yang mengombinasikan dual-layer cushioning untuk memberikan stabilitas lebih baik. Di dalamnya terdapat bantalan FF BLAST™ MAX dan FF BLAST™ PLUS yang dimaksudkan menghadirkan sensasi empuk serta nyaman saat berpijak.
“Seri GEL-KAYANO™ 33 ini generasi terbaru dari GEL-KAYANO. Kalau sebelumnya, ada 4D guiding system di bagian tengah kakinya, untuk seri ini kami pakai 4D support. Jadi ada dua cushioning layer. Ini membuat lebih stabil dan lebih nyaman,” kata Dynda.
Selain dukungan struktur dan bantalan, penggunaan engineered mesh upper pada desain terbaru juga disebut membantu sirkulasi udara lebih baik. Dengan begitu, pelari diharapkan tetap merasa nyaman meski menempuh jarak jauh.
Keseluruhan rangkaian teknologi yang dihadirkan pada seri GEL-KAYANO™ 33 selaras dengan kebutuhan pelari yang ingin mendapatkan stabilitas serta rasa nyaman selama berlari. Pada akhirnya, dari aksesibilitas olahraga hingga perhatian pada detail perlengkapan, ASICS Global Running Day 2026 menampilkan lari sebagai aktivitas yang mampu menyatukan beragam orang dalam satu semangat kebiasaan hidup sehat.








