Pendidikan

Menurut Ahli, Ini Warna Kamar Tidur Paling Menenangkan Saat Bangun Pagi—Bukan Putih

×

Menurut Ahli, Ini Warna Kamar Tidur Paling Menenangkan Saat Bangun Pagi—Bukan Putih

Sebarkan artikel ini
Ahli Ungkap Warna Kamar Tidur Paling Menenangkan saat Bangun Pagi, Bukan Putih Lifestyle 23 Juni 2026
Ilustrasi: Ahli Ungkap Warna Kamar Tidur Paling Menenangkan saat Bangun Pagi, Bukan Putih

jurnalistik.co.id – Menurut ahli psikologi warna, pilihan warna dinding kamar tidur dapat memengaruhi kualitas tidur, tingkat stres, hingga suasana hati saat seseorang bangun pagi.

Hal ini mengingatkan bahwa kualitas istirahat tidak hanya ditentukan oleh kasur, bantal, atau jadwal tidur yang teratur, tetapi juga oleh hal yang berada di sekitar saat tubuh mulai beralih dari kondisi istirahat ke kondisi aktif.

Lewis menyoroti bahwa banyak orang cenderung fokus pada kebutuhan fisik saat ingin tidur lebih nyaman, namun sering mengabaikan pengaruh lingkungan visual di dalam kamar.

Ia mengatakan, “Sebagian besar orang sangat memikirkan kasur, bantal, atau jadwal tidur mereka, tetapi hampir tidak memikirkan warna dinding selain berdasarkan selera pribadi,” kata Lewis.

Dalam laporan Parade edisi 22/6/2026, ahli psikologi warna dan analis warna bersertifikat Michelle Lewis menjelaskan bahwa warna yang pertama kali dilihat ketika membuka mata dapat memberi dampak pada sistem saraf dan cara tubuh merespons stres.

Menurut Lewis, suasana yang muncul dari warna sekitar saat akan tidur maupun saat bangun berhubungan dengan kadar kortisol atau hormon stres, denyut jantung, serta kemampuan otak untuk berpindah dari kondisi istirahat menuju kondisi aktif.

Dengan kata lain, transisi harian yang biasanya dianggap sekadar rutinitas pagi, ternyata juga dipengaruhi oleh rangsangan visual yang hadir lebih dulu sebelum aktivitas dimulai.

Warna kamar yang paling menenangkan saat bangun pagi

Menurut Lewis, warna kamar tidur yang paling menenangkan untuk dilihat saat bangun pagi adalah biru lembut dengan sentuhan abu-abu.

Ia menilai, warna tersebut mampu membantu suasana hati menjadi lebih tenang, sekaligus membuat tubuh bertransisi secara lebih nyaman dari kondisi tidur ke aktivitas sehari-hari.

Lewis juga menjelaskan, “Birunya harus lembut dan sedikit redup dengan nuansa abu-abu. Warna ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus membuat proses bangun pagi terasa lebih nyaman,” ujar Lewis.

Ia menerangkan bahwa secara umum warna biru dikenal memiliki efek menenangkan karena berkaitan dengan penurunan denyut jantung dan membantu tubuh merasa lebih rileks.

Namun, Lewis menekankan pentingnya batasan intensitas warna biru itu sendiri.

Menurut dia, “Nuansa abu-abu sangat penting. Biru terang yang murni bisa membuat pikiran menjadi terlalu aktif,” kata dia.

Karena itu, untuk tujuan menciptakan suasana yang menenangkan saat memulai hari, Lewis menyarankan agar biru yang dipilih tidak terlalu terang dan tidak tampil mencolok, melainkan lebih lembut serta menyatu dengan nuansa abu-abu.

Psikologi warna bukan sekadar teori

Lewis mengatakan psikologi warna bukan sekadar teori, melainkan didukung oleh berbagai penelitian.

Ia menyebut kelompok warna dingin seperti biru, hijau, dan ungu lembut cenderung membantu menurunkan kadar kortisol serta memberi sinyal kepada otak bahwa tubuh sedang berada dalam kondisi aman untuk beristirahat.

Penjelasan tersebut memperkuat gagasan bahwa kamar tidur bukan hanya ruang untuk tidur, tetapi juga ruang yang membantu tubuh “mendarat” kembali secara bertahap ketika bangun pagi.

Dengan mempertimbangkan cara kerja sistem saraf dan respons tubuh terhadap stres yang dipengaruhi lingkungan visual, pemilihan warna menjadi bagian dari pengalaman tidur yang sering luput diperhatikan.

Pada akhirnya, pesan Lewis berfokus pada satu titik: warna di sekitar seseorang pada saat tidur dan saat membuka mata pagi hari dapat membentuk suasana batin dan respons fisiologis, termasuk melalui perubahan kadar hormon stres serta kesiapan tubuh untuk beralih ke aktivitas.

Jika ingin suasana lebih menenangkan, Lewis merujuk pada biru lembut yang bernuansa abu-abu sebagai pilihan yang dinilainya paling mendukung proses bangun pagi, dengan syarat tidak dibuat terlalu terang dan murni.