jurnalistik.co.id – Kasus tewasnya dua perempuan di sebuah rumah di Desa/Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus berkembang. Polisi menyebut terduga pelaku sudah ditangkap, sementara penyidik masih mendalami motif serta kronologi pasti peristiwa tersebut. Dalam perkembangan penyelidikan, polisi menangkap terduga pelaku berinisial A alias D (24). Terungkap pula bahwa terduga pelaku merupakan cucu dari salah satu korban. Di sisi lain, penyidik mengungkap hubungan antara korban AA (18) dengan terduga pelaku. Meski demikian, polisi masih menegaskan bahwa pendalaman dilakukan terhadap motif dan urutan kejadian yang mengarah pada kematian kedua perempuan tersebut. Hingga saat ini, informasi yang disampaikan masih berfokus pada fakta-fakta yang sudah terverifikasi dalam proses pemeriksaan. Dua korban dalam kasus ini adalah K (81) dan AA (18). AA (18) ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar di dalam rumah. Sementara itu, K (81) sebagai pemilik rumah ditemukan di dalam sumur belakang rumah. Penemuan kedua korban bermula dari kecurigaan warga terhadap kondisi rumah pada pagi hari. Seorang tetangga korban, Sudarmo, menceritakan bahwa lampu rumah masih menyala ketika waktu sudah masuk pagi. Sudarmo menyampaikan pengamatannya, “Awalnya sekitar pukul 06.30 WIB lampu masih menyala, saya curiga, terus saya cek,” kata Sudarmo, dikutip dari Kompas.com, Jumat (12/6/2026). Menurut Sudarmo, kecurigaan muncul karena kondisi rumah terlihat tidak seperti biasanya pada waktu tersebut. Berangkat dari kecurigaan itu, Sudarmo kemudian memeriksa rumah tersebut dan melihat ada seorang pria di dalam rumah. Namun, saat berusaha membangunkan pria tersebut, tidak ada respons yang memadai hingga warga melakukan pemeriksaan lebih jauh. Setelah tidak juga mendapatkan respons, warga lantas memeriksa lagi hingga menemukan kedua korban di lokasi yang berbeda. Temuan tersebut akhirnya dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur. Dalam proses pemeriksaan awal, warga juga mendapati bahwa pria yang berada di dalam rumah merupakan cucu korban K. Warga sempat menanyakan keberadaan sang nenek ketika masuk ke dalam rumah. Sudarmo menjelaskan bahwa warga mendapati informasi setelah menanyai keberadaan korban, dengan pengakuannya bahwa pintu akhirnya dibuka paksa oleh warga. Ia mengatakan, “Akhirnya dongkel saja pintunya, dia masih tidur atau pura-pura tidur saya kurang tahu, warga kemudian masuk. Kemudian ditanya 'mbah di mana?', 'di belakang' katanya,” ujar Sudarmo. Dari keterangan itu, dapat dipahami bahwa sebelum korban ditemukan, warga sempat melihat kondisi yang menimbulkan kebingungan, karena pria di dalam rumah tidak langsung merespons saat dicoba dibangunkan. Baru setelah pintu dibuka dan pertanyaan diajukan, keberadaan korban disebut berada di bagian belakang rumah. Berdasarkan informasi yang sudah terungkap, penyelidikan kemudian mengarah pada penanganan terduga pelaku yang merupakan cucu korban. Polisi juga menyebut adanya pengungkapan hubungan antara korban AA (18) dengan terduga pelaku. Di tengah keterkaitan tersebut, polisi tetap menekankan bahwa motif serta kronologi pasti peristiwa belum dipaparkan secara detail dan masih didalami. Pendalaman dilakukan untuk memastikan urutan kejadian dan konteks yang melatarbelakangi kematian kedua perempuan tersebut.
Dalam kesaksian tetangga, kecurigaan muncul karena suasana di rumah dinilai tidak wajar dibanding pagi-pagi biasanya. Lampu yang masih menyala pada sekitar pukul 06.30 WIB membuat Sudarmo memilih untuk mendekat dan mengecek kondisi, sekaligus memastikan apakah ada hal yang tertinggal atau kejadian yang memerlukan perhatian warga.
Ketika pemeriksaan dilakukan, warga sempat menemukan seorang pria berada di dalam rumah. Namun, upaya untuk membangunkannya tidak menunjukkan respons yang layak, sehingga warga tidak langsung mendapatkan kepastian lokasi keberadaan korban saat itu. Setelah pintu dibuka secara paksa dan pertanyaan diajukan, barulah informasi mengenai posisi sang nenek disebut berada di bagian belakang, sebelum pemeriksaan lanjutan mengarah pada penemuan kedua korban di titik yang berbeda.
Meski penanganan terhadap terduga pelaku sudah berlangsung dan status pelaku disebut merupakan cucu dari salah satu korban, pihak kepolisian tetap berhati-hati dalam menyusun gambaran peristiwa. Fokus penyidik diarahkan pada pemastian urutan kejadian serta hubungan antara korban AA dan terduga pelaku, sehingga penjelasan yang disampaikan masih terbatas pada bagian yang telah terverifikasi dari hasil pemeriksaan awal.












