jurnalistik.co.id – Jalan Kali Anyar di Tambora, Jakarta Barat, yang sempat dikeluhkan warga karena kondisinya rusak, kini telah diperbaiki oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat. Perbaikan itu dilakukan menyusul keluhan yang muncul pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kasatpel Bina Marga Kecamatan Tambora, Andry Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya telah memulai penanganan sejak Jumat, 24 Juli 2026. Ia menuturkan informasi tersebut melalui pesan singkat Whatsapp pada Selasa, 28 Juli 2026.
“Sekadar menginformasikan untuk Kalianyar sudah dilakukan perbaikan pada Jumat malam ya,” kata Andry kepada Kompas.com melalui pesan singkat Whatsapp, Selasa (28/7/2026).
Dalam prosesnya, petugas melakukan perbaikan terhadap beberapa jenis kerusakan, mulai dari permukaan yang bergelombang hingga bagian yang mengalami keretakan. Andry menyebut penggunaan material bahan dari Hotmix, misalnya untuk menambal bagian jalan yang berlubang.
“Reminder, jalan ini ada di dua Kota Administrasi ya, ada di Kecamatan Tambora Jakarta Barat dan Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Untuk yang masuk Gambir silakan berkoordinasi dengan Kasatpel Bina Marga Gambir atau SDBM Jakarta Pusat,” jelas dia.
Pantauan di lokasi pada Selasa siang menunjukkan ruas Jalan Kali Anyar yang berada di Kelurahan Kali Anyar, Tambora, sudah lebih tertata. Panjang jalan yang terdampak penataan terlihat sekitar kurang lebih 200 meter.
Sebelumnya, ruas jalan di lokasi yang sama dinilai mengkhawatirkan karena kerusakannya beragam. Kondisi tersebut terlihat membentang dari arah Season City menuju Roxy, dengan permukaan yang tampak bergelombang, tidak rata, serta dipenuhi retakan pada sejumlah titik.
Kerusakan di ruas tersebut membuat pengendara, terutama sepeda motor, harus lebih berhati-hati saat melintas. Pada masa sebelumnya, retakan dan ketidakrataan membuat perjalanan terasa lebih berisiko karena bagian permukaan jalan tidak stabil.
Setelah perbaikan dilakukan, petugas menambal bagian yang mengalami keretakan di beberapa titik. Di ruas Jalan Kali Anyar, sedikitya ada tiga titik yang diperbaiki, salah satunya jalan yang retak.
Berita Terkait
Untuk kondisi yang sudah ditangani, kendaraan yang melintas tidak perlu menurunkan laju kecepatan. Hal itu disampaikan seiring perbaikan pada bagian retak dan rusak yang telah tertangani.
Namun, di tengah proses perbaikan tersebut, kekhawatiran warga terkait kondisi jalan yang kembali bermasalah tetap muncul. Warga sekitar bernama Hendra (42) menyebut kerusakan terjadi secara bertahap dan berulang.
Hendra mengatakan hampir setiap hari melintasi Jalan Kali Anyar karena menjadi rute menuju kantornya di kawasan Roxy Mas. Menurutnya, ruas jalan yang sebelumnya sudah ditambal kemudian kembali mengalami kerusakan.
“Awalnya di sana (dekat Mal Season City) itu sudah ditambal, terus rusak lagi. Terus majuan lagi ada jalan rusak lagi,” kata dia.
Senada dengan pengamatannya, Hendra menduga kerusakan jalan dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan bermuatan berat yang kerap melintasi kawasan tersebut, seperti truk sampah. Ia juga menilai genangan air saat hujan deras dapat mempercepat kerusakan.
“Kalau hujan kan air mengendap, walaupun mengalir ke bawah ya, tapi dia mengendap dulu di jalan,” ungkapnya.
Dari sisi penanganan, perbaikan oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat ditujukan untuk menutup kerusakan yang sebelumnya dikeluhkan. Meski begitu, sorotan warga menunjukkan bahwa perbaikan yang sudah dikerjakan tetap menjadi perhatian, terutama ketika kondisi di lapangan kembali berubah.
Warga berharap penanganan tidak berhenti pada tahap penambalan sementara. Mengingat jalan tersebut menjadi jalur yang rutin dilewati, terutama pengendara roda dua menuju arah Roxy Mas, mereka menilai kualitas permukaan jalan akan sangat berpengaruh pada kenyamanan sekaligus kehati-hatian saat melintas.
Di sisi lain, pembahasan perbaikan juga menegaskan bahwa ruas Jalan Kali Anyar terbagi dua wilayah kota administrasi. Karena itu, koordinasi untuk penanganan bagian yang masuk Kecamatan Gambir dan Kecamatan Tambora perlu disesuaikan dengan otoritas yang menangani di masing-masing area agar keluhan dapat ditindak lanjuti secara tepat.
Meski ruas yang ditata setelah perbaikan terlihat lebih tertata, kekhawatiran warga tetap muncul karena kerusakan dinilai dapat terjadi secara bertahap dan berulang. Warga yang mengamati perubahan kondisi menilai faktor seperti intensitas kendaraan berat serta genangan saat hujan dapat mempercepat kerusakan, sehingga perhatian lanjutan di lapangan tetap dinantikan.












