Peristiwa

Afterhours Poins Square Terbakar, Diduga Gas Bocor; Satu Karyawan Luka Bakar, Kerugian Rp 200 Juta

0
×

Afterhours Poins Square Terbakar, Diduga Gas Bocor; Satu Karyawan Luka Bakar, Kerugian Rp 200 Juta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kebakaran Afterhours di Poins Square: Dipicu Gas Bocor, Satu Karyawan Luka Bakar, Kerugian Rp 200 Juta

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Kebakaran melanda bar dan tempat biliar Afterhours di Poins Square, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin (25/5/2026) malam. Peristiwa itu diduga dipicu kebocoran gas di dapur lantai 2 bangunan tersebut.

Api dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 19.20 WIB. Sebanyak 14 unit kendaraan pemadam dikerahkan ke lokasi untuk menangani kobaran api yang sempat membesar di area dalam bangunan.

Perwira Piket Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan, Anwar Kasim, mengatakan bahwa bagian yang terbakar adalah kafe. Ia menyebut adanya kebocoran gas sebagai dugaan awal penyebab kebakaran.

“Tadi yang terbakar itu kafe, ya. Itu ada kebocoran gas, ya,” kata Anwar saat ditemui di lokasi, Senin.

Sementara itu, Kepala Satgas BPBD Jakarta Selatan, Kendar, menjelaskan bahwa kebakaran bermula ketika seorang karyawan tengah mengganti tabung gas di dapur. Menurut dia, gas tersebut mengalami kebocoran, lalu tidak terkendali hingga memicu api.

“Karyawan dapur pada saat mengganti gas, ternyata gas tersebut mengalami kebocoran, dan tidak terkendali serta menimbulkan kebakaran,” kata Kendar saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin.

Kendar menyebut api pertama kali terlihat dari area dapur yang berada di salah satu sudut lantai 2 bangunan. Saat kejadian, sejumlah karyawan sempat berupaya memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, api dengan cepat merambat ke bagian lain bangunan.

Upaya karyawan sempat dilakukan

Meski sudah berusaha memadamkan api secara mandiri, kondisi di dalam bangunan disebut makin sulit dikendalikan. Karena api terus membesar, para karyawan kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 19.17 WIB.

Api yang muncul dari area dapur itu juga membuat suasana di lokasi menjadi panik. Sejumlah karyawan berupaya menyelamatkan diri dan membantu proses penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Dalam insiden tersebut, seorang karyawan bernama Eka mengalami luka bakar. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh rekan kerjanya untuk mendapatkan perawatan medis.

“Karyawan bagian Janitor dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis,” kata Kendar.

Kebakaran itu juga menimbulkan kerugian yang tidak kecil bagi pengelola. Pihak pengelola disebut mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta akibat peristiwa tersebut.

Di sisi lain, suasana pascakebakaran masih menyisakan trauma bagi para pekerja. Sejumlah karyawan disebut masih syok setelah menyaksikan api melalap bagian bangunan tempat mereka bekerja.

“Belum tahu sih (operasional lanjut atau enggak). Soalnya belum ada arahan, kami juga masih shock,” kata Indira, bukan nama sebenarnya, kepada Kompas.com, Senin.

Hingga informasi ini disampaikan, belum ada kepastian mengenai kelanjutan operasional tempat usaha tersebut. Namun, kebakaran yang terjadi di Poins Square itu sudah cukup untuk memaksa penanganan cepat dari petugas dan meninggalkan satu karyawan dengan luka bakar serta kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kondisi di dalam bangunan sempat menyulitkan upaya penanganan karena api bergerak dari titik awal di dapur ke area lain dalam waktu singkat. Situasi itu membuat prioritas petugas dan karyawan bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan tidak ada orang yang masih terjebak di dalam bangunan saat kejadian berlangsung.

Insiden tersebut menunjukkan betapa cepatnya kebocoran gas dapat berubah menjadi kebakaran besar ketika terjadi di area yang memiliki banyak material mudah terbakar. Dalam hitungan menit, kejadian yang bermula dari aktivitas rutin mengganti tabung gas berubah menjadi peristiwa yang memicu kepanikan, luka bakar, serta kerugian material bagi pengelola.

Meski api berhasil ditangani, dampak kejadian masih terasa di kalangan pekerja yang berada di lokasi saat kejadian. Mereka kini harus menunggu arahan lanjutan mengenai kondisi tempat usaha, sambil memulihkan diri dari situasi darurat yang terjadi mendadak dan membuat aktivitas operasional terhenti untuk sementara waktu.