Daerah

Dandim Wonogiri Bantah Kontraktor Kopdes Merah Putih Kabur, Tegaskan Proyek Dikerjakan Kodim

0
×

Dandim Wonogiri Bantah Kontraktor Kopdes Merah Putih Kabur, Tegaskan Proyek Dikerjakan Kodim

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dandim Wonogiri Bantah Kontraktor Kopdes Merah Putih Kabur: Semua dari Kodim

jurnalistik.co.id – WONOGIRI — Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan membantah kabar yang menyebut kontraktor pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Kopdes Merah Putih) di Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, kabur sebelum proyek rampung. Ia menegaskan, pembangunan Kopdes Merah Putih di Wonogiri tidak melibatkan kontraktor sama sekali.

Menurut Ivan, seluruh pengerjaan proyek itu langsung dilakukan oleh Kodim 0728/Wonogiri. Karena itu, ia menolak anggapan bahwa ada pihak kontraktor yang meninggalkan pekerjaan di tengah jalan. “Di Wonogiri ini pembangunan KDKMP itu tidak ada kontraktor. Jadi, kita semua dari Kodim yang bangun, jadi tidak ada kontraktor di (KDKMP) Wonogiri,” ujar Ivan dikutip dari Kompas.com, Senin (25/5/2026).

Kabar soal kontraktor kabur sebelumnya mencuat ketika pembangunan KDKMP Wonodadi disebut terhenti selama sekitar tiga pekan. Dalam isu yang beredar, kontraktor berinisial M disebut meninggalkan proyek sebelum gedung selesai dibangun. Situasi itu juga memunculkan kabar lain bahwa para pekerja belum menerima upah karena anggaran dari pusat tersendat.

Ivan membantah adanya persoalan pembayaran maupun anggaran dalam pembangunan koperasi tersebut. Ia memastikan upah pekerja sudah dibayarkan dan tidak ada kendala keuangan dalam proyek itu. “Pekerjanya sudah dibayar, nggak ada kendala anggaran,” tandas Ivan.

Dandim tegaskan progres sempat melambat karena prioritas pengerjaan

Selain membantah isu kontraktor kabur, Ivan juga menjelaskan alasan progres pembangunan sempat melambat. Menurut dia, keterlambatan terjadi karena adanya pengalihan tenaga kerja ke proyek Kopdes Merah Putih lain yang lebih diprioritaskan untuk diselesaikan lebih dulu. Dalam praktiknya, Kodim menerapkan manajemen silang dengan memindahkan pekerja yang memiliki keahlian khusus ke titik tertentu agar target pembangunan bisa segera dikejar.

“Terkait lambat progresnya itu, karena kan kemarin kita dikejar dengan (pembangunan) KDKMP yang harus (selesai) 100 persen,” ujar Ivan. Ia menambahkan bahwa beberapa titik diprioritaskan untuk tenaga teknisi dan tukang besi agar penyelesaian bisa berjalan lebih cepat. “Ada beberapa titik yang kita prioritaskan dalam hal tenaga, baik itu teknisi, tukang besi itu kita fokuskan di titik yang kita prioritaskan, kita geser supaya cepat kejar target 100 persen. Makanya kemarin di Wonodadi itu agak terlambat,” tambahnya.

Meski sempat tertinggal, Ivan mengatakan pembangunan KDKMP Wonodadi kini sudah kembali berjalan. Progresnya, kata dia, telah berada di kisaran 50 hingga 60 persen. Pengerjaan juga dilakukan dengan sistem lembur agar target penyelesaian bisa dikejar dalam waktu yang lebih cepat.

Dengan penjelasan itu, Kodim 0728/Wonogiri menegaskan bahwa isu yang menyebut ada kontraktor kabur tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ivan menekankan bahwa pembangunan KDKMP di Wonogiri sepenuhnya dikerjakan oleh Kodim, sementara hambatan yang sempat muncul lebih berkaitan dengan pengaturan tenaga kerja dan prioritas penyelesaian proyek lain.

Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana kabar di lapangan bisa berkembang menjadi isu yang berbeda dengan penjelasan resmi dari pihak pelaksana. Dalam hal ini, Kodim memilih memberikan klarifikasi langsung agar publik tidak keliru memahami status pengerjaan KDKMP di Wonodadi. Hingga kini, pembangunan tetap dilanjutkan dengan target penyelesaian yang dikejar melalui kerja lembur dan pengaturan tenaga kerja yang lebih fokus.

Klarifikasi tersebut sekaligus menempatkan isu yang beredar ke dalam konteks yang lebih jelas, bahwa masalah utama bukan pada keberadaan kontraktor, melainkan pada penyesuaian pembagian tenaga kerja di lapangan. Dengan pola kerja seperti itu, Kodim berupaya menjaga agar pekerjaan tetap bergerak meski sempat mengalami perlambatan pada sebagian titik.

Di sisi lain, penjelasan Ivan juga menunjukkan bahwa pembangunan KDKMP di Wonodadi masih dipantau secara langsung agar tidak terjadi salah tafsir di tengah masyarakat. Karena itu, Kodim menegaskan kembali bahwa proyek tetap berjalan, progres terus dikejar, dan penyelesaian akhir diupayakan melalui pengaturan kerja yang lebih efektif tanpa mengubah fakta bahwa pengerjaan berada di bawah tanggung jawab Kodim 0728/Wonogiri.