jurnalistik.co.id – Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.
Api menyasar area penyimpanan barang bekas pakai milik rumah sakit.
Peristiwa itu berada di gedung Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS).
Dari titik kejadian, kepulan asap hitam pekat tampak membubung tinggi dan menyebar.
Kondisi tersebut sempat menarik perhatian pegawai rumah sakit serta warga yang berada di sekitar RSUD Sekarwangi.
Saat insiden berlangsung, fokus penanganan diarahkan pada upaya menghentikan kobaran serta menjaga situasi tetap terkendali.
Pemadam dikerahkan setelah laporan masuk
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, petugas rumah sakit kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi untuk meminta bantuan penanganan.
Dinas pemadam kebakaran merespons dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Proses penanganan berlangsung hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.30 WIB.
Setelah api padam, proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Dalam peristiwa ini, pihak terkait menyatakan tidak ada korban jiwa.
Perlengkapan bekas pakai menjadi lokasi api
Titik api berada di area penyimpanan perlengkapan rumah sakit bekas pakai.
Sejumlah barang yang tersimpan di lokasi itu di antaranya alat kesehatan bekas serta matras atau kasur bekas.
Kepulan asap hitam pekat yang muncul menjadi salah satu indikator paling menonjol saat kebakaran terjadi.
Berita Terkait
Di tengah kepulan asap, perhatian orang-orang di sekitar lokasi tetap tertuju pada situasi di RSUD Sekarwangi.
Penanganan pemadaman dan pendinginan dilakukan sebagai rangkaian tindakan setelah api terkendali.
Dugaan sementara: pantulan sinar matahari pada kaca dan logam
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Budianto, menyampaikan dugaan sementara bahwa kebakaran dipicu pantulan sinar matahari pada material kaca dan logam.
Pantulan tersebut diduga menimbulkan panas hingga menyulut benda-benda yang mudah terbakar di area penyimpanan.
“Kebakaran terjadi di area penyimpanan perlengkapan rumah sakit bekas pakai yang berada di gedung IPSRS RSUD Sekarwangi. Dugaan sementara, sumber api berasal dari pantulan sinar matahari pada material kaca dan logam yang kemudian menimbulkan panas hingga menyulut material mudah terbakar di lokasi,” ujar Budianto, di lokasi kejadian.
Rentang waktu kejadian dari sekitar pukul 10.45 WIB hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB menjadi bagian penting dari kronologi respons petugas.
Usai api terkendali, petugas melanjutkan pendinginan sebagai tahap lanjutan agar tidak terjadi penyalaan kembali.
Selama kejadian berlangsung, kepulan asap hitam pekat tampak membubung tinggi dan turut menarik perhatian pegawai rumah sakit maupun warga di sekitar RSUD Sekarwangi.
Dalam keseluruhan rangkaian respons itu, tidak ada korban jiwa yang disebutkan.
Selama proses pemadaman, kepulan asap hitam pekat dari lokasi kejadian menjadi salah satu tanda yang paling terlihat oleh orang di sekitar RSUD Sekarwangi.
Setelah api terkendali, petugas melanjutkan langkah pendinginan untuk mencegah kemungkinan munculnya titik nyala baru.
Keterangan yang disampaikan dinas pemadam menegaskan dugaan awal terkait pantulan sinar matahari pada material kaca dan logam.
Dengan penanganan hingga sekitar pukul 11.30 WIB, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini.
Dalam rentang waktu tersebut, situasi di RSUD Sekarwangi terus dipantau oleh petugas dan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Upaya penanganan dilakukan dengan penataan perhatian agar proses pemadaman dan penjaminan keamanan berjalan fokus.
Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan langkah lanjutan berupa pendinginan di area yang terbakar. Tahap ini dilakukan untuk menurunkan suhu material serta mengurangi risiko munculnya titik api baru setelah api sempat mereda.
Kepulan asap hitam pekat yang terlihat menandai jalannya insiden dan menjadi perhatian utama selama proses respons. Meski kepulan asap sempat mengganggu pandangan di sekitar gedung, pihak terkait menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.












