Politik & Parlemen

Ahmad Doli Kurnia: Ikhtiar Merajut Damai Global Melalui Jembatan Moral Agama

0
×

Ahmad Doli Kurnia: Ikhtiar Merajut Damai Global Melalui Jembatan Moral Agama

Sebarkan artikel ini
Ahmad Doli Kurnia, Ikhtiar Merajut Damai Global Melalui Jembatan Moral Agama News 12 Juni 2026
Ilustrasi: Ahmad Doli Kurnia, Ikhtiar Merajut Damai Global Melalui Jembatan Moral Agama

jurnalistik.co.id – Di tengah kebuntuan komunikasi antarnegara dan eskalasi konflik global yang kian mengkhawatirkan, Indonesia menegaskan komitmen historisnya sebagai pelopor diplomasi perdamaian dunia. Melalui forum International Day for Dialogue Among Civilizations yang digelar di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen DPR RI, Jakarta, pada Rabu (10/6/2026), Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama DPR dan DPD RI menyuarakan pentingnya memulihkan kepercayaan lintas bangsa.

Kegiatan tersebut dibingkai sebagai respons terhadap meningkatnya eskalasi konflik global dan kebuntuan komunikasi antarnegara yang dinilai semakin memprihatinkan. Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk duta besar dari 30 negara sahabat.

Dialog antarperadaban dan peran parlemen

Dalam forum dialog antarperadaban itu, para pembicara menekankan perlunya peran aktif Indonesia untuk mendorong terciptanya perdamaian dunia melalui jalur diplomasi, dialog, dan kerja sama antarparlemen. Pesan yang dibawa menempatkan pemulihan kepercayaan lintas negara sebagai prasyarat bagi stabilitas global.

Inisiator Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia atau World Peace Parliamentary Caucus (WPPC), Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan bahwa Indonesia sudah saatnya mengambil inisiatif membentuk Kaukus Parlemen Dunia untuk Perdamaian Dunia. Menurut Doli, pembentukan kaukus tersebut diharapkan dapat menjembatani keraguan dan ketidakpercayaan yang selama ini mengemuka terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Saya kira sudah waktunya kita membentuk Kaukus Parlemen Dunia untuk Perdamaian Dunia agar keraguan dan ketidakpercayaan terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti yang disampaikan tadi, pelan-pelan bisa kita perbaiki apabila negara-negara mendukung pandangan yang sama bahwa membangun peradaban harus dimulai dengan membangun perdamaian dunia,” ujarnya.

Doli menilai parlemen memiliki posisi strategis dalam membangun jembatan komunikasi antarmasyarakat dan antarnegara ketika hubungan diplomatik formal mengalami hambatan. Karena itu, kolaborasi parlemen lintas negara dinilai dapat menjadi instrumen penting untuk meredakan konflik serta memperkuat stabilitas global.

Lebih lanjut, Doli menyampaikan bahwa pesan perdamaian dapat ditemukan dalam ajaran berbagai agama. Ia menegaskan, manusia hadir ke dunia bukan untuk membawa kerusakan, melainkan perdamaian.

“Di dalam Al-Qur’an, Surah Al-A’raf ayat 56, Allah berfirman, ‘Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya’. Begitu juga di Kristen dikenal doktrin yang menyerukan untuk membawa damai. Sementara mengutip Paus Fransiskus, ‘Perang selalu merupakan kekalahan bagi kemanusiaan’, ” jelas Doli.

Wakil Ketua Baleg DPR RI itu juga mengutip ajaran Hindu, yaitu “Ahimsa Paramo Dharma” yang berarti kekerasan adalah dharma (kebajikan) tertinggi. Ia menambahkan bahwa ajaran Buddha menekankan kebencian tidak akan pernah berakhir bila dibalas dengan kebencian, dan kebencian akan berakhir bila dibalas dengan cinta kasih.

“Meskipun berbeda dalam teologi dan tradisi, kelima agama tersebut memiliki pesan moral yang sangat serupa bahwasanya manusia adalah penjaga kehidupan, bukan perusak kemanusiaan,” jelas Doli. “Dunia dipandang sebagai amanah atau ruang bersama yang harus dirawat, sementara perang dan kekerasan hanya dibenarkan dalam kondisi yang sangat terbatas atau bahkan dihindari sejauh mungkin,” tegasnya.

WPPC sebagai respons atas ketegangan global

Forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan di tingkat internasional. Melalui pertemuan itu, para peserta berharap lahir langkah-langkah konkret yang dapat memperkuat diplomasi perdamaian serta membangun kembali kepercayaan antarnegara.

WPPC sendiri disebut didirikan pada April 2026 sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di berbagai belahan dunia. Doli menyebut sejumlah konflik yang belum berakhir, termasuk perang antara Rusia dan Ukraina, invasi Israel ke Palestina yang menghancurkan Gaza, penculikan presiden Venezuela, serta penyerbuan AS dan Israel ke Iran yang juga belum berakhir hingga kini.

Dengan latar tersebut, dialog antarperadaban diarahkan untuk memperjelas arah kerja sama yang dapat ditempuh oleh parlemen lintas negara. Langkah-langkah yang dimaksud diharapkan membantu memperkuat stabilitas global dan mendorong tatanan dunia yang lebih harmonis serta berkeadilan.

Indonesia, melalui forum di Gedung Nusantara V DPR RI, membawa gagasan agar diplomasi perdamaian tidak hanya bertumpu pada jalur formal, tetapi juga ditopang oleh jembatan komunikasi yang lebih luas. Dalam kerangka itu, Kaukus Parlemen Dunia untuk Perdamaian Dunia diposisikan sebagai wadah untuk mengonsolidasikan pandangan yang sama tentang pentingnya membangun perdamaian dunia.