jurnalistik.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk AKBP Supriyanto sebagai Kapolresta kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui Surat Telegram yang dikeluarkan pada 25 Juni 2025.
Penunjukan itu membuat AKBP Supriyanto menjadi kapolesta pertama di wilayah Polresta IKN. Polresta IKN sendiri merupakan satuan wilayah yang baru dibentuk oleh Polri, seiring dengan mutasi dan rotasi terhadap 1.21 personel.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan dilakukan sebagai langkah strategis. Menurut Trunoyudo, langkah tersebut bertujuan memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah serta tantangan kamtibmas yang semakin dinamis.
“Pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
AKBP Supriyanto dikenal sebagai perwira menengah Polri. Ia lahir di Nganjuk, Jawa Timur pada 1976 dan merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2003.
Sebelum menjabat sebagai Kapolresta IKN, Supriyanto tercatat menjabat sebagai Wakil Direktur Polisi Air dan Udara Polda Kalimantan Timur. Ia juga pernah menjadi Kapolres Penajam Paser Utara, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur yang sebagian wilayahnya menjadi bagian dari IKN.
Selain pengalaman di wilayah yang berkaitan dengan IKN, Supriyanto juga pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Bulukumba.
Di luar penunjukan Supriyanto, Polri juga melakukan rangkaian pembentukan dan peningkatan status satuan kewilayahan. Selain Polresta IKN, Polri membentuk 4 Polres baru dan menaikkan status 8 Polres tipe D menjadi Polresta.
Empat Polres tipe D yang baru dibentuk berada di Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan, dan Kabupaten Banggai Laut. Sementara itu, delapan Polres tipe D yang ditingkatkan menjadi Polresta adalah Polres Karawang, Polres Batang, Polres Klaten, Polres Tuban, Polres Sumenep, Polres Gowa, Polres Banggai, dan Polres Lombok Tengah.
Mutasi terbaru juga mencakup promosi jabatan Kapolres hingga tingkat perkotaan. Dari jumlah tersebut, terdapat promosi 190 jabatan Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes, dan Kapolmetro, sedangkan sebanyak 748 personel memperoleh promosi maupun perpindahan jabatan setara (flat).
Trunoyudo menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, dan efektivitas pelaksanaan tugas Polri. “Melalui mutasi ini diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat,” kata dia.
Dengan demikian, penunjukan AKBP Supriyanto sebagai kapolesta pertama di Polresta IKN diposisikan sebagai bagian dari penguatan struktur kewilayahan Polri sekaligus respons terhadap kebutuhan wilayah yang terus berkembang.
Pembentukan satuan kewilayahan tersebut juga tercermin pada perubahan struktur di lapangan, termasuk penataan wilayah yang berkaitan langsung dengan Ibu Kota Nusantara. Dengan adanya Polresta IKN yang baru, penempatan pejabat di tingkat kapolresta dimaknai sebagai langkah pembenahan organisasi agar tata kelola pelayanan kepolisian dapat berjalan lebih efektif sesuai kebutuhan daerah yang sedang berkembang.
Dalam konteks penunjukan tersebut, rekam jejak AKBP Supriyanto menggambarkan pengalaman memimpin fungsi kepolisian di wilayah yang memiliki karakter beragam. Ia tercatat pernah bertugas pada posisi di kepolisian air dan udara di Polda Kalimantan Timur, lalu memegang peran sebagai kapolres di Penajam Paser Utara serta Kapolres Bulukumba. Riwayat pendidikan dari Akpol yang ia tempuh pada 2003 turut menjadi bagian dari latar perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin Polresta IKN.
Selain membawa nama Supriyanto sebagai figur di Polresta IKN, rangkaian mutasi yang disebutkan juga menunjukkan skala penataan organisasi secara menyeluruh. Polri menyatakan ada promosi jabatan kapolres hingga tingkat perkotaan, sementara sejumlah personel lain memperoleh promosi maupun perpindahan jabatan setara. Melalui proses tersebut, organisasi menekankan bahwa setiap amanah baru perlu dijalankan dengan penyesuaian cepat, peningkatan kualitas kerja, dan kontribusi yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.












