jurnalistik.co.id – Pohon berukuran besar tumbang dan menutup akses Jalan Husin Bilondatu yang menghubungkan Desa Mongolato dan Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.
Menurut laporan portal berita resmi Polda Gorontalo, kejadian tersebut membuat arus lalu lintas di ruas jalan yang terdampak terputus sementara waktu.
Menindaklanjuti insiden itu, personel Polsek Telaga bersama Koramil Telaga Biru dan masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta pembersihan.
Upaya penanganan difokuskan pada pemotongan pohon yang melintang di badan jalan, agar akses kembali bisa digunakan. Proses dilakukan bertahap mengikuti kondisi di lapangan.
Dalam proses pembersihan, petugas menggunakan mesin gergaji (chainsaw) dan parang untuk memotong batang serta dahan pohon. Langkah ini dilakukan supaya material pohon yang menutupi jalan dapat dipindahkan dan tidak menghambat akses warga.
Selain melakukan pemotongan, petugas dan warga juga terus bekerja membersihkan sisa-sisa pohon yang menghalangi jalan selama proses berlangsung. Kegiatan pembersihan dilakukan dengan tujuan agar akses lalu lintas dapat dibuka kembali secepatnya.
Di luar gangguan pada jalan, pohon tumbang juga menimpa satu unit booth jualan serta pagar SMA Negeri 1 Telaga sepanjang kurang lebih 15 meter. Dampak tersebut turut menambah pekerjaan penanganan di lokasi.
Kerugian materi akibat kejadian itu diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Hasil penanganan di lapangan juga menunjukkan bahwa koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak berjalan cepat. Kehadiran personel Polsek Telaga, Koramil Telaga Biru, dan masyarakat dinilai membantu mempercepat proses evakuasi.
Warga setempat memberikan apresiasi atas respons yang dilakukan, karena dinilai mampu memulihkan akses jalan yang sempat terputus. Dengan keterlibatan langsung, proses pembersihan dapat berlangsung secara berkelanjutan hingga hambatan di jalan berkurang.
Terkait penyebab, pohon diduga tumbang akibat faktor cuaca serta kondisi batang yang sudah tua dan rapuh. Dugaan tersebut merujuk pada faktor yang memengaruhi kondisi pohon sebelum insiden terjadi.
Penanganan yang dilakukan sejak awal juga menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi di area terdampak, termasuk pembenahan terhadap bagian yang tertimpa di sekitar lokasi kejadian. Setelah hambatan utama dibersihkan, akses jalan diharapkan kembali dapat digunakan oleh warga yang melintas.
Sejumlah tahapan penanganan dilakukan agar material pohon yang menutup lajur dapat dipindahkan satu per satu. Dengan cara itu, pekerjaan tidak langsung berhenti pada pemotongan, melainkan berlanjut sampai hambatan benar-benar berkurang.
Dalam pelaksanaan di lokasi, personel bekerja bersama masyarakat setempat untuk memastikan area terdampak tetap bisa dijangkau. Ketika batang dan dahan mulai dipisahkan, petugas mengatur alur pembersihan mengikuti kondisi lapangan yang berubah.
Penggunaan chainsaw dan parang membantu mempercepat proses pemotongan pada bagian yang paling menghalangi badan jalan. Setelah potongan dipindahkan, sisa serpihan dan bagian yang masih menutup jalur turut dibersihkan agar akses tidak kembali tersumbat.
Dampak lain dari kejadian itu juga ikut menjadi perhatian, karena pohon tumbang menimpa booth jualan serta pagar SMA Negeri 1 Telaga. Dengan tambahan area terdampak tersebut, penanganan dilakukan dengan tetap menyelaraskan prioritas pemulihan akses dan pembenahan sekitar lokasi.
Di tengah proses evakuasi, keterlibatan Koramil Telaga Biru dan warga terlihat memperkuat kecepatan respons di lapangan. Koordinasi yang berjalan cepat membuat pekerjaan pembersihan dapat berlangsung secara berkelanjutan sampai hambatan utama dapat ditangani.
Terkait dugaan penyebab, pihak berwenang menyebut pohon diduga tumbang dipengaruhi cuaca serta kondisi batang yang sudah tua dan rapuh. Dugaan itu menjadi rujukan untuk memahami faktor sebelum insiden, sekaligus bagian dari upaya pemulihan kondisi di area terdampak.












