jurnalistik.co.id – MRT Jakarta menyiapkan rencana penghubung antargerbang menuju Stasiun KAI Gambir melalui terowongan pejalan kaki yang menghubungkan area Stasiun MRT Monas. Integrasi ini ditargetkan menjadi bagian dari kesiapan pengoperasian layanan pada periode akhir 2027.
Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, menjelaskan pihaknya bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang menyusun perencanaan untuk menghubungkan kedua stasiun tersebut. Ia mengatakan, pertemuan dengan manajemen PT KAI telah dilakukan untuk membahas rancangan keterkaitan dari Stasiun Monas di sisi barat dengan Stasiun Gambir yang juga tengah direvitalisasi.
Menurut Weni, rancangan terowongan penghubung masih berada pada tahap pengembangan. Pihak MRT Jakarta masih membahas detailnya secara bersama dengan PT KAI, sehingga bentuk realisasi konektivitasnya akan mengikuti hasil diskusi dan kesiapan proyek masing-masing.
Weni juga menegaskan bahwa penyambungan penghubung direncanakan terlaksana setelah tahapan proyek di kedua lokasi rampung. Realisasi integrasi, kata dia, akan dilakukan ketika pembangunan Stasiun MRT Monas dan revitalisasi Stasiun Gambir sama-sama selesai.
“Desainnya masih dalam pengembangan, jadi kami masih diskusikan dengan PT KAI juga. Kalau timing-nya ya, mungkin pada saat mereka selesai revitalisasi dan kami juga selesai di Monas, pasti insya Allah nanti ada penyambungannya,” ujar Weni dalam kesempatan peninjauan di area proyek Stasiun MRT Monas, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2026).
Koneksi terowongan sebagai bagian integrasi layanan
Weni menyebut fokus pembahasan saat ini bukan hanya keterhubungan fisik, tetapi juga penyesuaian perencanaan agar konektivitas antarrute dapat berjalan selaras. Dengan penghubung pejalan kaki, pengguna diharapkan memperoleh jalur perpindahan yang lebih langsung dari area MRT menuju wilayah Stasiun KAI Gambir.
Ia menilai integrasi tersebut menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung kemudahan mobilitas setelah rangkaian layanan MRT berjalan. Namun, tahap desain yang masih dalam proses mengindikasikan bahwa detail pelaksanaan tetap memerlukan koordinasi intensif hingga kesiapan konstruksi di lapangan terpenuhi.
Berita Terkait
Progres CP 201 mendekati 93 persen
Selain membahas integrasi dengan Stasiun Gambir, Weni turut menyampaikan perkembangan proyek paket kontrak (CP) 201 yang mencakup Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas. Ia menyebut progres konstruksi CP 201 saat ini berada di kisaran 92 persen menuju 93 persen, atau sekitar 93 persen.
Weni menyatakan bahwa pihaknya melihat capaian tersebut cukup mendekati target penyelesaian. Ia berharap pada tahun berikutnya pekerjaan dapat berakhir sehingga Stasiun MRT Monas siap untuk dioperasikan hingga mencapai layanan di area tersebut.
Menurutnya, pekerjaan sipil utama telah rampung. Saat ini, pekerjaan lebih diarahkan pada pemasangan fasilitas penunjang, termasuk sistem mekanikal dan elektrikal (ME), serta penyelesaian arsitektur dan finishing di area stasiun.
“Alhamdulillah kalau untuk CP 201 ini kita sudah di angka 92 menuju ke 93 persen. Jadi sedikit lagi insyaallah tahun depan kita selesai dan akan siap untuk dioperasikan sampai dengan Stasiun Monas ini,” kata Weni.
Weni juga menyampaikan bahwa Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas ditargetkan dapat mulai beroperasi secara bersamaan pada akhir 2027. Ia menyebut operasional kedua stasiun direncanakan berjalan berbarengan sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Insya Allah kita selesaikan di akhir tahun 2027 ya. Dan sudah beroperasi di akhir 2027. (Operasinya) insya Allah akan berbarengan Thamrin dan Monas ini,” ucapnya.
Di bagian akhir, Weni meminta dukungan masyarakat agar pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Segmen 1 dapat berjalan lancar. Harapannya, rangkaian pekerjaan yang sedang berlangsung dapat dimanfaatkan sesuai target pada akhir 2027.












