jurnalistik.co.id – Advertising Standards Agency (ASA) memperingatkan iklan AC portabel yang belakangan ramai di internet—terutama yang mengklaim perangkat mampu mendinginkan ruangan dalam “90 detik” dan dipasarkan seolah dibuat oleh “mantan insinyur NASA”. Menurut ASA, sejumlah promosi tersebut dinilai “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”.
Menurut laporan BBC, iklan itu muncul di berbagai platform, termasuk Facebook dan YouTube. Di dalam iklan, produk juga dipromosikan dengan klaim kemampuan yang dinilai tidak sebanding dengan ukuran perangkat.
Seorang kreator konten dan YouTuber, Stuart Matthews, mengaku membeli beberapa unit untuk menguji klaimnya. Ia menyampaikan pengalamannya melalui kanal Proper DIY dan menceritakan bahwa salah satu mesin yang dibelinya—seharga £70—ternyata tidak bekerja sesuai ekspektasi yang dibangun oleh iklan.
Matthews mengatakan perangkat tersebut ternyata hanya berupa kipas sederhana. Ia menyebut hasil uji itu sebagai “a small, simple fan worth only a few pounds”.
BBC menyatakan telah menghubungi Meta dan YouTube untuk mendapatkan komentar. Sementara itu, ASA menyebut beberapa iklan yang mereka temukan dalam beberapa minggu terakhir membuat klaim yang berlebihan, termasuk janji bahwa perangkat kecil dapat mendinginkan seluruh rumah dalam hitungan menit.
ASA juga menyampaikan adanya klaim bahwa perangkat mengonsumsi listrik dalam jumlah sangat kecil. Selain itu, iklan sering menampilkan ulasan pelanggan yang diduga palsu, dengan deskripsi penurunan suhu yang dramatis atau performa yang terdengar “terlalu sempurna” untuk dipercaya.
Dalam praktiknya, iklan tersebut mengarahkan pembeli ke situs penjualan yang umumnya menawarkan produk dengan harga sekitar £70 hingga £120. BBC juga melaporkan bahwa banyak iklan terlihat dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), menggunakan visual seperti kumparan tembaga dan kotak logam agar produk tampak lebih “canggih” dibanding realitanya.
ASA menyebut ada beberapa cara bagi konsumen untuk menilai apakah iklan AC portabel berpotensi menyesatkan. Salah satunya adalah meragukan janji yang terdengar “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”, misalnya klaim bahwa perangkat kecil bisa mengudara dingin untuk ruangan besar.
ASA juga meminta konsumen waspada terhadap narasi dramatis tentang “invensi rahasia” atau “terobosan dari industri”. Tanda lain yang disebut mencolok adalah kesalahan tata bahasa dan ejaan, serta konsistensi merek yang tidak rapi.
Selain itu, ASA menyoroti ulasan pelanggan yang menggambarkan hasil dramatis dan terasa tidak natural—termasuk kesan bahwa testimonial tersebut disusun agar terlihat terlalu sempurna. Bagi ASA, pola seperti ini dapat menjadi petunjuk bahwa iklan tidak dapat dipercaya.
Berita Terkait
Pengawas iklan tersebut juga menyarankan langkah verifikasi sebelum membeli. Konsumen yang ragu diminta meneliti pihak penjual dan memastikan informasi kontak yang diberikan benar, termasuk alamat bisnis yang bisa ditelusuri.
ASA menambahkan bahwa pembeli sebaiknya mencari ulasan dari pihak independen, alih-alih hanya mengandalkan testimoni di situs penjual. Ia juga menjelaskan bahwa siapa pun yang khawatir soal iklan pendingin udara dapat melaporkannya melalui situs mereka.
Dalam penanganannya, ASA menyebut sedang memantau situs untuk menemukan iklan seperti ini dan mengeluarkan pemberitahuan penegakan (enforcement notice) yang “instructing advertisers to get their ads in order”. ASA juga dapat melarang iklan yang ditemukan melanggar aturan mereka.
Meski ASA mengatur iklan berbayar di platform seperti YouTube dan Facebook, lembaga ini tidak dapat menjatuhkan denda sendiri. Artinya, sanksi yang tersedia bergantung pada mekanisme penegakan yang lebih luas.
Untuk melihat lebih dekat, Matthews mengatakan ia membeli beberapa perangkat untuk menguji apakah produk benar-benar bekerja seperti yang diiklankan. Ia menekankan bahwa bukannya menemukan alat yang dapat menurunkan suhu ruangan secara cepat, ia justru membeli “cheap components” yang dibuat dengan “flawed science”.
Dalam salah satu iklan, produk dijelaskan sebagai “reverse-engineered aircon unit” yang menggunakan “a liquid-compressed cooling cartridge”. Namun, Matthews melaporkan bahwa perangkat tersebut sebenarnya berisi “a load of cardboard fins that get wet as the water blows past them”.
Matthews juga menjelaskan perbedaan antara apa yang digambarkan iklan dan cara kerja yang benar-benar terjadi. Ia menyebut adanya perangkat yang dikategorikan sebagai “swamp coolers”, yaitu mesin yang mendinginkan udara melalui penguapan air, yang menurutnya dapat bekerja cukup masuk akal di wilayah panas dan kering.
Tetapi, menurut ASA, jenis perangkat ini juga meningkatkan kelembapan, sehingga menjadi jauh kurang efektif di tempat yang lebih lembap—termasuk “much of the UK”.
ASA mengingatkan bahwa perangkat seperti ini bukan pendingin udara konvensional. AC konvensional bekerja dengan menghilangkan panas dari ruangan lewat selang pembuangan atau unit eksternal, bukan semata-mata melalui penguapan air.
Matthews menyampaikan keprihatinannya terhadap konsumen yang terlanjur tertarik iklan tersebut. Ia mengatakan, “I really feel for the people that have been sucked into buying some of this rubbish,”.
Dengan temuan itu, ASA berharap konsumen lebih berhati-hati saat melihat klaim yang menonjol seperti pendinginan cepat “dalam 90 detik”, narasi luar biasa, hingga testimoni yang tampak terlalu rapi. Fokus utamanya, menurut pengawas, adalah memastikan iklan yang dihadapi tidak menyesatkan dan pembeli memiliki informasi yang bisa diverifikasi sebelum mengambil keputusan.












