jurnalistik.co.id – Babak pertama laga Inggris melawan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026 berakhir imbang 2-2. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB, setelah digelar pada 17 Juni 2026.
Sepanjang awal hingga akhir babak pertama, Inggris tampil lebih dominan. Thomas Tuchel mengandalkan aliran bola dari Declan Rice dan Jude Bellingham untuk menjaga ritme serangan timnya.
Harry Kane menjadi sorotan pada paruh pertandingan tersebut. Ia mencetak dua gol untuk Inggris pada menit ke-12 melalui penalti, serta pada menit ke-42.
Dua gol yang dicetak Kane itu membuatnya menyamai Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Timnas Inggris dalam sejarah Piala Dunia, dengan total 10 gol. Torehan itu sekaligus menegaskan peran Kane dalam jalannya pertandingan sejak fase awal.
Di sisi lain, Kroasia mampu memberikan respons dan menjaga skor tetap seimbang. Dua gol balasan tim asuhan Kroasia diciptakan wonderkid Como 1907, Martin Baturina, pada menit ke-36, serta Petar Musa pada menit ke-45+6.
Sejak menit-menit awal, Inggris mengambil inisiatif serangan meski belum langsung menghasilkan peluang yang mengubah skor. Pada menit ke-9, tim berjuluk The Three Lions mendapat kesempatan lewat umpan silang Reece James, yang kemudian berakhir pada sepakan memutar ala Harry Kane.
Belum lama berselang, Inggris memperoleh hadiah penalti. Penalti itu diberikan setelah Luka Modric melanggar keras Noni Madueke.
Eksekusi pertama Kane sempat gagal karena bola ditepis Livakovic. Setelah itu, penalti diulang karena ada pelanggaran dari Livakovic, sehingga kesempatan Kane kembali terbuka pada percobaan kedua.
Pada eksekusi kedua, Kane sukses mencatatkan namanya di papan skor. Gol penalti tersebut mengubah jalannya babak pertama dan membuat Inggris unggul lebih dulu.
Upaya Inggris untuk menambah keunggulan tetap berjalan setelah gol pembuka Kane. Pada menit ke-31, peluang kembali muncul melalui kerja sama Kane dan Madueke, namun hasil akhirnya masih belum membuahkan gol.
Hanya lima menit kemudian, gawang Inggris harus kebobolan untuk pertama kalinya pada babak tersebut. Kroasia mencetak gol lewat Martin Baturina pada menit ke-36.
Baturina menerima umpan dari Petar Sucic, lalu menendang bola dari luar kotak penalti. Tendangan itu menembus ke sisi kanan atas gawang Jordan Pickford.
Dengan skor yang mulai ketat, babak pertama kembali bergerak hingga akhirnya berakhir 2-2. Petar Musa mencetak gol pada menit ke-45+6 untuk menyamakan kedudukan sehingga Inggris tetap membawa hasil imbang saat jeda.
Bagi Kane, kontribusi di pertandingan ini juga tercatat dalam catatan perjalanan kariernya di turnamen Piala Dunia. Kane menjadi pemain kedua yang mencetak gol untuk Inggris di tiga turnamen Piala Dunia yang berbeda, yakni pada 2018, 2022, dan 2026, bersama David Beckham yang mencatatkan gol pada 1998, 2002, dan 2006.
Hasil akhirnya pada babak pertama memperlihatkan dua wajah pertandingan, dengan Inggris dominan dalam alur permainan dan Kroasia yang tetap efektif memanfaatkan momen. Kane menyumbang dua gol melalui penalti dan tambahan di menit ke-42, sementara Kroasia menyamakan lewat gol Martin Baturina dan Petar Musa.
Meski Inggris sempat terlihat terus menekan, efektivitas penyelesaian akhirnya menjadi pembeda kecil di awal babak. Aliran bola yang dibangun Declan Rice dan Jude Bellingham memberi dukungan untuk menjaga ritme serangan, namun beberapa kesempatan masih harus berakhir tanpa gol. Performa tersebut tetap membuat Inggris lebih sering berada dalam tempo menyerang sebelum momen besar penalti datang.
Setelah gol penalti Kane tercipta, pertandingan tidak langsung longgar. Inggris masih mencoba menambah keunggulan lewat peluang yang lahir dari koordinasi Kane dan Madueke, tetapi Kroasia mampu merespons dan mengunci jalannya situasi. Ketika Martin Baturina akhirnya membalas pada menit ke-36, tensi permainan berubah, membuat duel menuju menit-menit akhir berjalan lebih rapat dan penuh pergantian ritme serangan.












