Olahraga

Bek Pahlawan Cape Verde Dipanggil ke Timnas lewat LinkedIn, Dikira Spam

×

Bek Pahlawan Cape Verde Dipanggil ke Timnas lewat LinkedIn, Dikira Spam

Sebarkan artikel ini
Bek Pahlawan Cape Verde Dipanggil ke Timnas via LinkedIn, Dikira Spam Global 17 Juni 2026
Ilustrasi: Bek Pahlawan Cape Verde Dipanggil ke Timnas via LinkedIn, Dikira Spam

jurnalistik.co.id – Pertandingan Spanyol melawan Cape Verde di Piala Dunia 2026 pada Senin (15/6/2026) menarik perhatian internasional karena berakhir dengan skor 0-0.

Di laga yang berlangsung di Stadion Atlanta, tim Eropa yang juga disebut sebagai salah satu unggulan juara dunia itu harus puas ditahan oleh negara kepulauan kecil berpenduduk sekitar setengah juta jiwa.

Dari hasil imbang tersebut, muncul satu nama yang sebelumnya nyaris tidak dikenal luas di kalangan penggemar sepak bola global, yakni bek Roberto “Pico” Lopes.

Lopes kini berusia 32 tahun dan tercatat bermain untuk Shamrock Rovers di Irlandia. Profilnya semakin menonjol bukan hanya karena perannya di lapangan, tetapi juga karena cara unik ia akhirnya masuk ke tim nasional Cape Verde.

Menurut laporan yang mengangkat kisahnya, Lopes memiliki latar belakang yang tidak biasa. Ia tidak lahir di Cape Verde, melainkan di Irlandia, dengan ibu berdarah Irlandia dan ayah berasal dari Cape Verde.

Bagian paling tak terduga datang saat ia pertama kali dihubungi untuk keperluan tim nasional. Ia menerima pesan perekrutan melalui LinkedIn, sebuah platform yang lazimnya dipakai untuk mencari pekerjaan, bukan untuk merekrut pemain bola.

Ketika Cape Verde pertama kali menghubunginya pada 2018 lewat LinkedIn dalam bahasa Portugis, Lopes justru tidak menganggapnya serius. Ia memilih mengabaikan pesan tersebut karena menduga itu spam.

Baru sembilan bulan kemudian, pelatih tim nasional kembali menghubungi Lopes, kali ini menggunakan bahasa Inggris. Lopes menyatakan baru pada tahap itulah ia benar-benar membuka pesan dengan perhatian yang berbeda dan menyadari tawaran tersebut nyata.

Setelah memahami maksudnya, Lopes akhirnya menerima panggilan itu. Ia kemudian melakoni debut bersama tim nasional Cape Verde yang dikenal dengan julukan Blue Sharks pada 2019, dalam laga persahabatan melawan Togo yang berakhir dengan kemenangan.

Jalan karier Lopes dari jalan yang semula ia anggap sebagai pesan pekerjaan berlanjut hingga akhirnya mempertemukannya dengan panggung terbesar sepak bola dunia.

Di pertandingan melawan Spanyol, Lopes dipercaya untuk mengomandoi lini pertahanan Cape Verde. Ia menjadi salah satu kunci yang menjaga soliditas tim saat menghadapi lawan yang dikenal lincah dalam permainan, terutama kemampuan menggiring bola mereka.

Banyak pihak sebelumnya memperkirakan Cape Verde akan menghabiskan waktu 90 menit dengan pola permainan keras untuk menghentikan para pemain Spanyol. Namun, kenyataannya Cape Verde tetap mampu menahan serangan-serangan penting tanpa menyerahkan hasil, sampai laga berakhir imbang 0-0.

Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa, di tengah sorotan besar pada tim-tim top, kisah Lopes menunjukkan bagaimana sebuah pesan yang semula dianggap spam bisa berujung pada momen bersejarah bersama tim nasional di Piala Dunia.

Dalam pertemuan yang menjadi salah satu bukti konsistensi Cape Verde, nama Roberto “Pico” Lopes kini ikut tercatat sebagai sosok yang melampaui ekspektasi—baik dari sisi latar personal maupun dari cara ia akhirnya dipanggil untuk bersaing di level internasional.

Keputusan Lopes untuk akhirnya menanggapi panggilan tim nasional juga memperlihatkan bagaimana proses yang tidak biasa bisa menghasilkan dampak besar. Setelah sempat mengabaikan pesan awal, ia tetap melangkah ketika pelatih kembali menghubungi dengan bahasa yang lebih jelas.

Di level klub, usia 32 tahun membuatnya tampil sebagai pemain yang sudah matang ketika dipercaya memegang tanggung jawab pertahanan. Dari pengalaman di Shamrock Rovers di Irlandia, ia kemudian membawa ketenangan saat pertandingan besar berlangsung dan menuntut konsentrasi penuh sepanjang laga.

Sementara itu, pertandingan melawan Spanyol menjadi panggung validasi bagi strategi Cape Verde yang tetap menjaga fokus meski banyak ekspektasi mengarah pada perlawanan yang lebih keras. Dengan Roberto “Pico” Lopes sebagai pengatur di lini belakang, Cape Verde mampu mengunci ritme lawan dan mempertahankan skor 0-0 hingga peluit akhir.