Nasional

BGN Ubah Pola Pembagian MBG Jadi 5 Hari Imbas Efisiensi Anggaran

0
×

BGN Ubah Pola Pembagian MBG Jadi 5 Hari Imbas Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Efisiensi Anggaran, BGN Ubah Pola Pembagian MBG Jadi 5 Hari - Gaya Hidup

jurnalistik.co.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyesuaian yang dilakukan BGN justru menyasar pola layanan, dari yang semula enam hari dalam sepekan menjadi lima hari.

“Yang jelas, dengan adanya efisiensi itu, BGN mendukung. Penerima manfaat tetap, hanya kami mengubah pola yang semula pelayanan enam hari, hari Sabtu tetap diberi, sekarang karena efisiensi anggaran berubah menjadi lima hari,” kata Sony di Bareskrim, Senin (25/5).

Ia menjelaskan, perubahan itu bukan berarti layanan MBG dikurangi dari sisi sasaran. Program tetap berjalan untuk penerima manfaat yang sama, namun jadwal penyalurannya disesuaikan dengan pola hari aktif sekolah.

Dengan konsep baru itu, makanan bergizi hanya diberikan ketika siswa benar-benar berada di lingkungan sekolah. Sony menegaskan, MBG dirancang mengikuti aktivitas belajar, sehingga distribusi tidak lagi disusun untuk enam hari penuh seperti sebelumnya.

“Konsepnya MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Ada di sekolahnya lima hari,” ujar dia.

Penyesuaian ini membuat penyaluran MBG lebih menempel pada hari masuk sekolah. Artinya, ketika siswa hadir di sekolah selama lima hari, maka penyaluran juga mengikuti ritme tersebut. BGN menempatkan pola ini sebagai bagian dari adaptasi terhadap efisiensi anggaran, tanpa mengubah tujuan utama program.

Sony juga menyampaikan bahwa jika ada hari libur di tengah pekan, maka distribusi MBG pada hari tersebut tidak dilakukan. Misalnya, ketika ada libur pada Rabu atau Kamis, maka jadwal penyaluran ikut berhenti pada hari yang dimaksud.

Dengan begitu, pola layanan MBG tidak lagi diperlakukan seperti sebelumnya yang masih menyertakan hari Sabtu. Perubahan ke lima hari dibuat agar distribusi tetap selaras dengan kehadiran siswa di sekolah dan tidak berjalan di luar waktu yang dibutuhkan.

BGN, melalui penjelasan Sony, menekankan bahwa inti kebijakan ini ada pada penyesuaian mekanisme, bukan pada pengurangan manfaat. Penerima tetap, sasaran tetap, dan tujuan program tetap sama, yakni memastikan makanan bergizi diterima anak-anak sesuai waktu mereka berada di sekolah.

Di sisi lain, keputusan menyesuaikan pola penyaluran menjadi lima hari juga memperlihatkan bagaimana efisiensi anggaran diterjemahkan dalam pengaturan operasional program. Alih-alih memangkas manfaat, BGN memilih mengubah pola layanan agar tetap berjalan sesuai kebutuhan dan tetap mengikuti kondisi hari aktif sekolah.

Sejauh penjelasan yang disampaikan Sony, perubahan itu menjadi bentuk penyesuaian teknis dalam pelaksanaan MBG. Distribusi tetap berlangsung, tetapi waktunya kini disusun lebih rapat dengan hari sekolah, sementara hari libur di tengah pekan tidak lagi menjadi bagian dari jadwal penyaluran.

Dalam penjelasan itu, BGN menempatkan efisiensi anggaran sebagai alasan penataan ulang jadwal, bukan sebagai dasar untuk mengurangi cakupan program. Karena itu, perubahan yang dilakukan lebih bersifat administratif dan operasional, dengan fokus menjaga agar layanan tetap berjalan pada waktu yang dianggap paling relevan bagi siswa.

Sony juga menggarisbawahi bahwa pola penyaluran yang baru dibuat lebih sederhana dan lebih dekat dengan rutinitas belajar di sekolah. Selama siswa berada di sekolah selama lima hari, maka penyaluran MBG mengikuti pola tersebut, sehingga alur distribusi tidak lagi melebar ke hari-hari yang tidak dibutuhkan.

Dengan skema seperti itu, BGN ingin memastikan bahwa program tetap berjalan efektif meski ada penyesuaian anggaran. Intinya, manfaat yang diterima peserta tidak berubah, sementara cara penyalurannya diselaraskan dengan aktivitas sekolah agar pelaksanaannya tetap terarah dan sesuai kebutuhan lapangan.