Teknologi

BIME1 Dorong Efisiensi Pasar Modal lewat Modernisasi Pelaksanaan RUPS dengan e-RUPS

×

BIME1 Dorong Efisiensi Pasar Modal lewat Modernisasi Pelaksanaan RUPS dengan e-RUPS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dorong Efisiensi Pasar Modal Lewat Sistem e-RUPS BIME1

jurnalistik.co.id – Perkembangan digitalisasi di pasar modal Indonesia kian mendapat dorongan, seiring kebutuhan emiten terhadap tata kelola perusahaan yang berjalan lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Dalam konteks itu, PT Bima Registra yang beroperasi sebagai biro administrasi efek (BAE) sejak 2013 memperkenalkan inovasi terbarunya, BIME1.

Direktur Bima Registra, Satria A Marthani, menyampaikan bahwa BIME1 merupakan sistem electronic Rapat Umum Pemegang Saham (e-RUPS) yang hadir sebagai upaya modernisasi pelaksanaan RUPS bagi perusahaan terbuka maupun entitas korporasi di Indonesia. Menurutnya, sistem ini dirancang agar kebutuhan penyelenggaraan rapat dapat dijalankan dengan pola yang lebih fleksibel.

“Sebagai solusi hulu-ke-hilir, BIME1 menawarkan fleksibilitas penuh bagi korporasi. Sistem ini mendukung pelaksanaan RUPS baik secara penuh daring (full online) maupun kombinasi (hybrid). Dengan fitur ini, jarak tidak lagi menjadi hambatan bagi para pemegang saham untuk menyuarakan hak mereka,” ujar Satria dalam keterangannya pada Senin (29/6/2026).

Dalam RUPS, pemungutan suara menjadi bagian yang sangat menentukan karena berhubungan langsung dengan keputusan yang dihasilkan rapat. BIME1, kata Satria, mengintegrasikan sistem voting secara real-time, dengan tingkat akurasi dan transparansi yang diutamakan. Dengan mekanisme tersebut, proses pengambilan keputusan strategis korporasi diharapkan dapat berjalan lebih cepat.

Perusahaan juga menekankan bahwa integrasi voting real-time dinilai dapat meminimalisir risiko sengketa atau kesalahan rekapitulasi suara. Pada sektor pasar modal yang sangat ketat pengaturannya, aspek kepastian legal serta keamanan data disebut menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Sejalan dengan itu, Bima Registra menyatakan BIME1 telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terintegrasi dan bekerja sama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Perihal perlindungan data, sistem BIME1 juga disebut telah memitigasi risiko keamanan siber melalui sertifikasi internasional ISO 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

“Keabsahan operasionalnya pun kian kokoh melalui izin Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) resmi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi),” paparnya. Melalui kombinasi izin, integrasi, dan standar keamanan informasi tersebut, Bima Registra menempatkan BIME1 sebagai platform yang siap mendukung pelaksanaan RUPS secara digital.

Dari sisi manajemen emiten, BIME1 diklaim menghadirkan manfaat teknis yang berdampak pada efisiensi biaya. Transformasi digital melalui e-RUPS disebut terbukti mampu memotong biaya pelaksanaan rapat secara signifikan, termasuk pengeluaran konvensional seperti sewa ruang rapat besar, akomodasi, hingga logistik untuk cetak dokumen fisik.

Selain aspek biaya, perusahaan juga mengaitkan pengembangan BIME1 dengan rekam jejak Bima Registra dalam membangun sistem BAE berbasis online sejak awal berdiri. Dengan demikian, kehadiran BIME1 diposisikan sebagai penegasan komitmen perusahaan dalam mendukung infrastruktur digital pasar modal Indonesia yang lebih kuat, aman, dan efisien.

Dalam implementasinya, BIME1 diarahkan untuk menyatukan kebutuhan penyelenggaraan rapat dengan tuntutan tata kelola yang baik. Perusahaan menempatkan e-RUPS sebagai bagian dari transformasi digital yang membuat pelaksanaan RUPS dapat dioperasikan dengan alur yang lebih terstruktur, mulai dari persiapan rapat hingga tahapan pengambilan keputusan. Dengan pendekatan tersebut, emiten maupun pihak terkait diharapkan memperoleh proses yang lebih rapi, sekaligus memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan rapat yang melibatkan pemegang saham.

Berkaitan dengan kepatuhan, Bima Registra menegaskan bahwa penguatan posisi BIME1 tidak hanya bersandar pada aspek teknologi, tetapi juga pada rangkaian izin serta kolaborasi kelembagaan. Keikutsertaan sistem melalui integrasi dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) disebut menjadi salah satu elemen penting dalam memastikan keterhubungan ekosistem pasar modal. Di saat yang sama, keberadaan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dipandang memperkuat dasar legal penyelenggaraan.

Untuk sisi keamanan, perusahaan menempatkan perlindungan data sebagai prioritas agar proses digital tidak hanya berjalan, tetapi juga terjaga. BIME1 disebut telah memitigasi risiko keamanan siber melalui standar sertifikasi internasional ISO 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Dengan kerangka kepatuhan, dukungan integrasi, serta penerapan standar keamanan tersebut, Bima Registra memandang BIME1 siap mendukung pelaksanaan RUPS secara digital, termasuk untuk kebutuhan yang memerlukan fleksibilitas full online maupun skema hybrid.