Bisnis & Ekonomi

IHSG Menguat 1,56% ke 6.374,91, Optimisme Usai Bank Indonesia Tahan BI Rate 5,75%

×

IHSG Menguat 1,56% ke 6.374,91, Optimisme Usai Bank Indonesia Tahan BI Rate 5,75%

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Ditutup Menguat, Semringah Usai BI Rate Ditahan 5,75% - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari Rabu (23/9/2026) dengan kenaikan yang tegas. Indeks ditutup menguat 1,56% ke 6.374,91.

Kenaikan tersebut muncul setelah Bank Indonesia mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75%. Dengan keputusan itu, arah pergerakan pasar selama sesi berjalan cenderung tetap berada di zona positif.

Sepanjang perdagangan siang hari, IHSG bergerak dalam rentang yang relatif sempit namun mengarah naik. Indeks tercatat bergerak di level 6.253,73 sebelum kemudian mencapai puncak pada 6.380,16.

Komposisi pergerakan di akhir sesi menunjukkan pasar mempertahankan daya tariknya sampai bel penutupan. IHSG tidak hanya sempat naik, tetapi mengunci penguatan dalam level penutupan 6.374,91.

Aktivitas perdagangan juga terlihat meningkat dan terukur. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,92 juta kali selama sesi tersebut.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp12,89 triliun. Sementara itu, total volume saham yang diperdagangkan mencapai 36,79 miliar saham.

Lebih banyak saham menguat

Penguatan IHSG turut tercermin dari sebaran pergerakan saham di pasar. Sebanyak 448 saham berhasil menguat, sementara 186 saham melemah.

Di sisi lain, 159 saham lainnya tidak menunjukkan perubahan berarti alias stagnan. Kondisi ini mengindikasikan mayoritas emiten bergerak searah dengan sentimen positif.

Dengan demikian, kenaikan IHSG tidak hanya ditopang oleh pergerakan sesaat pada sebagian kecil saham. Lebih banyak kontributor berada di sisi penguatan dibanding pelemahan.

Sentimen pasar yang terbentuk terlihat konsisten dengan respons terhadap keputusan BI Rate. Ketika suku bunga acuan dipertahankan pada 5,75%, pelaku pasar mendapatkan sinyal stabilitas kebijakan moneter.

Rupiah ikut menguat

Di luar bursa saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga bergerak menguat. Pada penutupan perdagangan, rupiah ditutup naik 0,41% di level Rp17.800/US$.

Penguatan rupiah menambah warna positif pada kondisi makro pada hari tersebut. Di saat pasar saham mengakhiri sesi dengan kenaikan, pergerakan kurs juga mengarah ke sentimen yang lebih stabil.

Dari sisi pengamatan pasar, kombinasi indeks yang menguat dan rupiah yang menguat dapat dibaca sebagai dukungan terhadap sentimen risiko. Investor cenderung memperoleh ruang untuk mempertahankan posisi di tengah kepastian tingkat suku bunga acuan.

Perdagangan hari Rabu (23/9/2026) pun berakhir dengan penegasan bahwa keputusan BI Rate di 5,75% menjadi penopang utama reaksi pasar. IHSG ditutup lebih tinggi, pada saat aktivitas transaksi dan frekuensi perdagangan tetap berjalan aktif.

Secara keseluruhan, pasar menunjukkan preferensi pada aset berisiko, tercermin dari kenaikan indeks, dominasi saham yang menguat, serta penguatan nilai tukar. IHSG mengunci hasil akhir di 6.374,91 setelah sempat bergerak dari 6.253,73 hingga menyentuh 6.380,16.

Kenaikan IHSG yang tegas pada penutupan juga tercermin dari pola pergerakan sepanjang sesi. Setelah berada di 6.253,73 pada bagian tengah perdagangan, indeks kemudian melanjutkan dorongan sampai mencapai puncak 6.380,16.

Lebih dari sekadar bergerak naik, pasar juga menunjukkan konsistensi ketika mendekati penutupan. Penguatan tetap dipertahankan hingga akhir, sehingga hasil akhir sesi berada di 6.374,91 dan tidak mudah terkoreksi kembali setelah menyentuh area tertinggi hari itu.

Aktivitas perdagangan yang tercatat tinggi memperlihatkan bahwa pergerakan indeks diiringi partisipasi pelaku pasar. Frekuensi transaksi mencapai 1,92 juta kali dengan nilai mencapai Rp12,89 triliun, sementara volume saham yang berpindah tangan mencapai 36,79 miliar.

Dari sisi kondisi di dalam pasar, sebaran pergerakan saham mendukung arah kenaikan indeks. Sebanyak 448 saham menguat, 186 saham melemah, dan 159 saham lainnya stagnan, yang berarti sentimen positif lebih banyak ditemukan pada komposisi emiten.

Di saat yang sama, penguatan rupiah terhadap dolar AS ikut menambah kesan stabilitas. Rupiah ditutup naik 0,41% di level Rp17.800/US$, sehingga kombinasi pergerakan indeks dan kurs pada hari Rabu memperkuat pembacaan bahwa pasar merespons dengan sikap yang lebih tenang setelah BI Rate dipertahankan di 5,75%.