Bisnis & Ekonomi

Indofood Menyiapkan Dana Buyback Rp2,25 Triliun, Diproyeksikan untuk Tiga Emiten atau Lebih

×

Indofood Menyiapkan Dana Buyback Rp2,25 Triliun, Diproyeksikan untuk Tiga Emiten atau Lebih

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Grup Indofood Siapkan Anggaran Buyback Rp2,25 T - Market

jurnalistik.co.id – Grup Indofood yang dimiliki Anthoni Salim menyiapkan dana pembelian kembali saham atau buyback hingga Rp2,25 triliun. Rencana ini ditujukan untuk pelaksanaan buyback pada minimal tiga perusahaan.

Dari keterbukaan informasi yang disampaikan, jumlah dana tersebut disiapkan dengan target buyback lintas entitas. Dengan pendekatan bertahap dan penyebaran di lebih dari satu emiten, total anggaran yang dialokasikan dibentuk untuk mendukung rencana pembelian kembali saham.

Pada pengungkapan yang sama, disebutkan bahwa nilai dana buyback yang disiapkan berada pada kisaran “hingga” Rp2,25 triliun. Artinya, angka tersebut merupakan plafon pendanaan yang menjadi dasar pelaksanaan, sementara rincian penerapan di masing-masing perusahaan bergantung pada ketentuan yang berlaku.

Salah satu pihak yang tercantum dalam rencana tersebut adalah Indofood Sukses Makmur (INDF). Perusahaan ini menyiapkan dana buyback sebesar Rp750 miliar, sebagaimana dirujuk dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Minggu (25/10/2026).

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa pembelian kembali saham oleh INDF tidak akan melebihi batas tertentu terhadap modal disetor. Secara spesifik, jumlah saham yang dibeli kembali ditetapkan tidak lebih dari 20% dari modal disetor INDF.

Di samping batas persentase terhadap modal disetor, perusahaan juga menyatakan akan tetap memperhatikan ketentuan mengenai free float yang berlaku. Ketentuan ini menjadi salah satu rujukan agar pelaksanaan buyback tetap berada dalam koridor aturan pasar modal.

Dengan demikian, besaran buyback pada INDF—yakni Rp750 miliar—ditempatkan sebagai bagian dari keseluruhan rencana Grup Indofood. Sementara total anggaran grup disebut hingga Rp2,25 triliun untuk buyback pada setidaknya tiga perusahaan, INDF menjadi salah satu entitas yang menyiapkan pendanaan dari sisi emiten.

Karena buyback dilakukan di lebih dari satu perusahaan, dinamika alokasi dana menjadi elemen penting dalam rencana tersebut. Total plafon Rp2,25 triliun menggambarkan agregasi pendanaan yang disiapkan, sedangkan realisasi di setiap emiten memperhitungkan batasan kepemilikan saham hasil pembelian kembali dan kepatuhan terhadap ketentuan free float.

Pada intinya, keterbukaan informasi yang disampaikan menegaskan dua hal utama: adanya dana buyback yang disiapkan hingga Rp2,25 triliun di tingkat grup, serta adanya kerangka pengendalian untuk pelaksanaan di masing-masing emiten. Untuk INDF, kerangka itu tercermin melalui alokasi Rp750 miliar dan batas pembelian kembali yang tidak melampaui 20% dari modal disetor.

Lebih lanjut, rencana buyback tersebut juga dikaitkan dengan kepatuhan pada regulasi yang terkait dengan free float. Kombinasi antara plafon dana, batas persentase terhadap modal disetor, dan ketentuan free float menjadi parameter yang menentukan ruang gerak pelaksanaan pembelian kembali saham.

Dengan jadwal pengungkapan yang mengacu pada kutipan Minggu (25/10/2026), informasi ini memberi gambaran bahwa rencana buyback tengah disiapkan secara formal melalui keterbukaan informasi. Dari sisi grup, target buyback minimal tiga perusahaan menjadi dasar bahwa dana yang dipersiapkan tidak hanya diarahkan pada satu entitas, melainkan dirancang untuk cakupan yang lebih luas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan kerangka seperti itu, rencana buyback yang disebutkan tidak diposisikan sebagai satu transaksi tunggal, melainkan sebagai program yang disusun dengan batasan dan skenario pelaksanaan. Plafon dana di tingkat grup hingga Rp2,25 triliun dipakai sebagai rujukan perencanaan, sementara penerapannya pada tiap emiten ditentukan oleh ketentuan masing-masing perusahaan.

Pada INDF, alokasi Rp750 miliar ditempatkan dalam desain yang tetap mengacu pada parameter kontrol. Perusahaan menegaskan bahwa jumlah saham yang dibeli kembali akan dibatasi tidak lebih dari 20% dari modal disetor, sekaligus tetap memperhatikan ketentuan free float yang berlaku. Kombinasi kedua aspek tersebut menggambarkan adanya pertimbangan agar pelaksanaan buyback berjalan dalam koridor aturan pasar modal.

Secara keseluruhan, informasi pengungkapan yang mengacu pada Minggu (25/10/2026) menunjukkan bahwa Grup Indofood menyiapkan pendanaan buyback di lebih dari satu emiten dengan tujuan minimal tiga perusahaan. Dengan demikian, fokusnya bukan hanya pada ketersediaan dana, melainkan juga pada konsistensi pelaksanaan di setiap entitas agar tetap memenuhi batas kepemilikan hasil pembelian kembali dan ketentuan free float.