jurnalistik.co.id – Lee Biscuits, produsen biskuit Marie yang telah lama melekat di pasar Malaysia dan kawasan sekitarnya, dikabarkan akan mengakhiri operasional pabriknya di Pontian, Johor, pada akhir Oktober 2026.
Keputusan penutupan ini menandai berakhirnya perjalanan produksi yang telah berjalan selama 92 tahun, sekaligus mengakhiri rangkaian proses manufaktur yang selama ini dikenal melalui biskuit Marie.
Menurut laporan New Strait Times yang mengutip data pada Minggu (25/10/2026), penutupan pabrik tersebut diposisikan sebagai bagian dari restrukturisasi grup induk Lee Biscuits.
Dalam restrukturisasi itu, grup induk disebut akan keluar dari bisnis manufaktur makanan ringan. Fokusnya diarahkan untuk mengonsolidasikan aset dan beralih pada bisnis inti, termasuk perkebunan karet serta kelapa sawit.
Perubahan strategi ini juga sudah mulai terasa di lapangan. Pemasok dan pelanggan diberitakan mengenai penghentian produksi sejak September tahun ini.
Dari sisi operasional, penghentian produksi tidak berlangsung mendadak tanpa persiapan. Manajemen pabrik menyatakan perusahaan melakukan penjualan penghabisan stok selama dua pekan terakhir setelah menetapkan untuk menghentikan operasional.
Hasilnya, persediaan biskuit dilaporkan telah terjual habis sebelum proses penutupan memasuki fase akhir.
Selain soal bisnis, penutupan pabrik juga berdampak langsung kepada karyawan yang bekerja di lokasi tersebut. Media China Press melaporkan bahwa sekitar 300 karyawan masih akan bekerja sampai akhir Oktober.
Jadwal kerja tersebut terutama digunakan untuk membersihkan serta menyelesaikan pekerjaan di area pabrik, sebagai bagian dari proses penutupan fasilitas.
Sementara itu, laporan lain dari CNA menyebut situs resmi perusahaan sudah tidak bisa diakses pada Jumat, dan halaman media sosial merek tersebut juga tidak tersedia.
Berita Terkait
Lee Biscuits sendiri berkantor pusat di Pontian, dan merek ini didirikan oleh pengusaha sekaligus filantropis Lee Kong Chian.
Dalam perkembangannya, Lee Biscuits dikenal lewat beberapa produk andalan, termasuk biskuit Marie, biskuit asin atau saltine crackers, biskuit berlapis gula warna-warni atau iced gem, serta biskuit sandwich lemon.
Jejak perpindahan produksinya juga mencerminkan dinamika sejarah industri merek tersebut. Nama Lee Biscuits berasal dari Singapura, sebelum produksi dipindahkan ke Tampoi, Johor Bahru, pada tahun 1995.
Setelah itu, operasional kembali dipindahkan ke Pontian pada 2005, dan sejak saat itulah pabrik di lokasi tersebut menjadi pusat produksi untuk sejumlah lini produk biskuit.
Penutupan pabrik Pontian bukan pula pertama kalinya grup induk melakukan penghentian bisnis manufaktur makanan. Pada 2023, grup tersebut disebut menutup pabrik pengalengan nanas yang telah beroperasi selama puluhan tahun di Skudai.
Langkah pada 2023 itu juga dikaitkan dengan pergeseran fokus, seiring strategi yang lebih menonjol pada budidaya kelapa sawit.
Dengan demikian, keputusan mengakhiri operasional pabrik biskuit di Pontian pada akhir Oktober 2026 dipotret sebagai kelanjutan dari arah restrukturisasi yang lebih luas: dari manufaktur makanan ringan menuju konsolidasi aset dan penajaman bisnis inti berbasis perkebunan.
Bagi para pemasok, pelanggan, dan pekerja, perubahan tersebut membawa fase transisi yang sudah dimulai sejak September, lalu diikuti proses penjualan stok penghabisan dalam dua pekan terakhir.
Sejumlah laporan media juga menggambarkan bagaimana jejak komunikasi perusahaan mulai menghilang, terlihat dari kondisi situs resmi dan kanal media sosial yang tidak dapat diakses pada waktu tertentu.
Penutupan ini kemudian menutup bab panjang 92 tahun produksi Lee Biscuits di Pontian, sekaligus menempatkan merek yang dikenal melalui biskuit Marie dalam fase baru tanpa operasional pabrik di lokasi tersebut.












