Bisnis & Ekonomi

Purbaya Tegaskan Laba Danantara Rp120 Triliun untuk Fiscal Buffer, Bukan Menutup Defisit

×

Purbaya Tegaskan Laba Danantara Rp120 Triliun untuk Fiscal Buffer, Bukan Menutup Defisit

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Purbaya: Laba Danantara Jadi Cadangan Fiskal, Bukan Tutup Defisit - Market

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rencana pemanfaatan keuntungan BPI Danantara sebesar Rp120 triliun. Ia menyatakan, setoran tersebut akan ditempatkan sebagai cadangan untuk memperkuat fiscal buffer pemerintah.

Penegasan itu disampaikan Purbaya saat ditemui wartawan di gedung DPR RI pada Senin (7/9/2026). Dalam kesempatan berikutnya di Jakarta, Selasa (8/9/2026), ia merespons pembahasan mengenai penggunaan keuntungan tersebut untuk arah kebijakan fiskal ke depan.

Menurut Purbaya, pembagian keuntungan Danantara kepada pemerintah tidak dimaksudkan sebagai langkah untuk menutup defisit fiskal. Ia menempatkan keuntungan itu sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi pemerintah menghadapi kebutuhan anggaran.

“[Cadangan untuk menekan defisit fiskal?] Tidak, itu cadangan untuk kita supaya lebih kuat fiscal buffer -nya,” jelas Purbaya di Jakarta.

Ia juga menekankan bahwa tujuan kebijakan ini berfokus pada ketahanan fiskal. Dengan cadangan fiskal yang lebih kokoh, ruang manuver pemerintah diharapkan menjadi lebih kuat ketika menghadapi dinamika penerimaan dan belanja negara.

Namun demikian, Purbaya menyatakan bahwa mekanisme pembagian keuntungan tersebut masih menunggu pengaturan atau keputusan dari lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) milik RI. Artinya, keputusan teknis terkait penempatan hasil keuntungan tidak sepenuhnya berdiri pada pernyataan kebijakan semata.

Meski masih menunggu proses di level SWF, bendahara negara memastikan pelaksanaan tahun ini sudah akan diterapkan. Purbaya menyebut perintah Presiden Prabowo Subianto telah diteruskan kepada Danantara, sehingga arah kebijakan itu akan berjalan sesuai jalur yang ditetapkan.

Penegasan ini sekaligus menjawab kekhawatiran yang muncul terkait arah penggunaan dana keuntungan. Di tengah pembahasan fiskal, isu “menutup defisit” kerap menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan komposisi pendanaan dan tingkat tekanan anggaran.

Dengan kerangka yang dijelaskan Purbaya, keuntungan Danantara ditempatkan sebagai instrumen penguatan cadangan. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari pengelolaan risiko fiskal agar pemerintah memiliki bantalan yang lebih memadai.

Selain itu, pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah memisahkan tujuan penguatan fiscal buffer dari narasi penutupan defisit pada tahun berikutnya. Purbaya menegaskan, penempatan keuntungan tersebut bukan untuk mengisi kekurangan pos fiskal, melainkan untuk memperkuat ketahanan fiskal secara lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, keterlibatan SWF dalam proses pembagian keuntungan menunjukkan adanya tahapan kelembagaan yang harus dipenuhi. Sementara itu, arahan Presiden Prabowo Subianto yang disebut sudah diteruskan menjadi dasar agar implementasi dapat berjalan pada periode yang sama.

Dengan demikian, inti pesan Purbaya adalah konsistensi pada tujuan kebijakan: keuntungan Danantara Rp120 triliun diarahkan menjadi cadangan untuk memperkuat fiscal buffer. Pernyataan tersebut sekaligus menolak penggunaan naratif bahwa setoran itu akan dipakai untuk menutup defisit fiskal tahun depan.

Dalam penjelasan lanjutan, Purbaya menggambarkan bahwa setoran keuntungan itu diposisikan sebagai penyangga ketika pemerintah menghadapi perubahan pada penerimaan maupun kebutuhan belanja. Dengan cadangan yang lebih kuat, kinerja pengelolaan anggaran diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi yang dapat muncul sepanjang periode fiskal.

Ia juga menyoroti adanya urutan tahapan yang perlu dipenuhi dalam pengambilan keputusan. Meski substansi kebijakan telah disampaikan, aspek teknis terkait penempatan hasil keuntungan masih menunggu pengaturan serta keputusan dari lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) milik RI. Pada saat yang sama, Purbaya menyebut pelaksanaan tahun ini tetap ditargetkan berjalan karena arahan Presiden Prabowo Subianto telah diteruskan kepada Danantara.

Dengan demikian, arah kebijakan yang disampaikan berfokus pada penguatan ketahanan fiskal melalui pengelolaan cadangan. Purbaya menegaskan kembali bahwa narasi penutupan defisit tidak menjadi tujuan utama dari keuntungan Danantara Rp120 triliun, melainkan penggunaan yang diarahkan untuk memperkuat posisi pemerintah agar lebih siap menghadapi tekanan anggaran yang kerap menjadi sorotan dalam pembahasan fiskal.