jurnalistik.co.id – JAKARTA — Bitcoin kembali berada di bawah tekanan dalam perdagangan global. Aset kripto terbesar itu melemah 2,8% dalam 24 jam terakhir hingga pukul 10.35 WIB, Kamis (28/5/2026), dan sempat bertahan di kisaran US$73.640 atau setara Rp1,31 miliar.
Pergerakan itu membuat harga Bitcoin menjauh dari area US$74.000-an. Dalam beberapa hari terakhir, pelemahan disebut masih terus berlangsung seiring para pelaku pasar menjauh dari aset yang bersifat spekulatif.
Pasar taruhan juga bergerak datar. Di saat yang sama, instrumen ETF Bitcoin Spot di pasar Amerika mencatat arus keluar dana setara Rp17,8 triliun.
Sejumlah analis menilai kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian investor, terutama ritel, mulai memindahkan dana ke instrumen lain. Pergeseran itu terjadi ketika pasar ekuitas Wall Street sempat melonjak.
Tekanan yang menimpa Bitcoin bukan hanya terlihat dalam pergerakan harian, tetapi juga dalam gambaran yang lebih luas. Dalam keseluruhan periode, aset kripto paling bernilai itu tercatat mengalami performa terburuk dengan penurunan 32,4% dalam satu tahun terakhir.
Angka tersebut memperlihatkan betapa beratnya sentimen yang membayangi pasar kripto belakangan ini. Meski Bitcoin masih menjadi aset acuan di pasar digital, arah perdagangannya belum menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat.
Di tengah pelemahan itu, pertanyaan soal apakah Bitcoin sudah layak dikoleksi kembali atau belum ikut mencuat. Namun, data yang tersedia sejauh ini masih menunjukkan pasar belum beranjak dari tekanan dan belum memberi tanda pembalikan arah yang meyakinkan.
Harga Bitcoin saat ini juga masih terpaut jauh dari titik tertingginya. All Time High terakhir Bitcoin terjadi pada Oktober 2025, ketika pasar menghargai BTC di atas US$126.000.
Perbandingan antara puncak harga dan posisi terkini menunjukkan jarak yang sangat lebar. Dari level di atas US$126.000, Bitcoin kini berada di kisaran US$73.640, atau turun jauh dari rekor terakhirnya.
Di pasar yang sensitif terhadap sentimen, pelemahan seperti ini kerap membuat investor menahan diri. Ketika arus dana keluar masih terjadi dan pasar spekulatif belum kembali diminati, ruang pemulihan pun cenderung terbatas.
Itu sebabnya, walau harga Bitcoin sempat berada di bawah US$74.000, respons pasar belum sepenuhnya berubah menjadi optimisme. Selama tekanan masih berlanjut dan dana masih mengalir keluar dari ETF Spot di Amerika, pelaku pasar tampaknya masih memilih menunggu arah yang lebih jelas.
Dengan kondisi tersebut, Bitcoin tetap menjadi sorotan utama di pasar kripto. Namun untuk saat ini, pergerakannya masih lebih banyak mencerminkan tekanan jual ketimbang tanda-tanda bangkit kembali.
Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung bergerak lebih hati-hati. Ketika aset berisiko masih berada di bawah tekanan dan minat terhadap instrumen spekulatif belum pulih sepenuhnya, para pelaku pasar biasanya memilih menahan posisi sambil menunggu sinyal yang lebih tegas dari pergerakan harga berikutnya.
Arus keluar dana dari ETF Bitcoin Spot juga menambah kesan bahwa kepercayaan pasar belum sepenuhnya kembali. Kondisi tersebut membuat reli jangka pendek menjadi lebih sulit terbentuk, terutama jika perpindahan dana ke aset lain masih berlangsung dan belum ada perubahan berarti pada sentimen umum.
Selama Bitcoin belum mampu keluar dari tekanan tersebut, pergerakannya kemungkinan masih akan dipantau ketat oleh investor. Jarak harga yang masih lebar dari rekor tertinggi terakhir memperlihatkan bahwa pemulihan belum benar-benar terkonfirmasi, sehingga pasar kemungkinan tetap mengutamakan kehati-hatian daripada bersikap agresif.
Dengan gambaran seperti itu, pasar masih berada dalam fase menunggu, bukan mengejar. Selama tekanan belum mereda dan arah harga belum memberi keyakinan baru, Bitcoin tampaknya tetap bergerak dalam ruang yang rapuh dan mudah berubah oleh sentimen sesaat.
Situasi ini membuat investor lebih fokus membaca tanda-tanda stabilisasi ketimbang berharap pada lonjakan cepat. Tanpa dorongan masuknya dana baru dan perbaikan minat terhadap aset spekulatif, peluang pemulihan Bitcoin masih terlihat terbatas untuk saat ini.







