Peristiwa

BMKG Ingatkan Banjir Rob di Pantura Semarang–Demak Kamis Pagi, Ini Jalur Alternatifnya

×

BMKG Ingatkan Banjir Rob di Pantura Semarang–Demak Kamis Pagi, Ini Jalur Alternatifnya

Sebarkan artikel ini
BMKG Peringatkan Banjir Rob di Pantura Semarang-Demak Kamis Pagi, Ini Jalur Alternatifnya Regional 17 Juni 2026
Ilustrasi: BMKG Peringatkan Banjir Rob di Pantura Semarang-Demak Kamis Pagi, Ini Jalur Alternatifnya

jurnalistik.co.id – Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, mengeluarkan peringatan banjir pesisir atau rob yang berpotensi melanda wilayah pesisir Semarang dan Kabupaten Demak pada Kamis (18/6/2026) pagi.

Menurut peringatan BMKG tersebut, rob diperkirakan dapat terjadi pada rentang waktu 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Herbuana Yoga, menyampaikan bahwa peringatan ini berkaitan dengan dinamika kondisi laut pada periode tersebut.

Jadwal dan wilayah terdampak

Yoga menjelaskan bahwa rob berpotensi terjadi di pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Adanya aktivitas pasang surut air laut disebut dapat memengaruhi kondisi di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah.

Herbuana Yoga menyatakan, “Akibat adanya aktivitas pasang surut air laut dapat memengaruhi dinamika wilayah Pantai Utara Jateng berupa banjir pesisir,” kata Yoga, Rabu (17/6/2026). Ia juga menegaskan, “Berlaku di Pesisir Utara Jateng,” katanya.

Dampak pada aktivitas pesisir dan pelabuhan

BMKG juga mengingatkan bahwa rob berpotensi menimbulkan gangguan pada berbagai aktivitas di kawasan pesisir. Salah satu dampak yang disoroti adalah terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan kegiatan pesisir yang bergantung pada akses wilayah pantai.

Selain urusan transportasi, rob juga dinilai dapat memengaruhi kegiatan ekonomi yang berjalan di sekitar pesisir. Yoga menyebut aktivitas petani garam dan perikanan darat turut berpotensi mengalami gangguan, termasuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

Imbauan kewaspadaan dari BMKG

Menjelang periode peringatan, Yoga mengimbau masyarakat di pesisir Pantai Utara Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga mewaspadai fenomena banjir pesisir atau rob, khususnya saat rentang waktu yang telah diperkirakan.

Dalam imbauannya, Yoga juga menegaskan pentingnya memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan oleh BMKG. “Perhatikan update informasi cuaca maritim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” imbuhnya.

Jalur alternatif untuk mengantisipasi rob dan potensi kemacetan

Untuk menghindari banjir rob serta potensi kemacetan, BMKG juga merekomendasikan kendaraan pribadi menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Kendaraan pribadi bisa melintas di jalur alternatif dengan rute Halte Buyaran-Guntur-Karangawen-Mranggen-Semarang.

Selain itu, jalur alternatif lain dari Semarang ke Demak juga dapat dilalui melalui Onggorawe, Kecamatan Sayung. Opsi lain yang disebutkan adalah melalui jembatan Onggorawe-Bulusari-Sayung-Mranggen-Semarang.

Dengan adanya peringatan ini, pengguna jalan di kawasan Pantura Semarang–Demak diharapkan memadukan rute cadangan dan kewaspadaan terhadap kondisi air laut pada periode 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Langkah antisipasi diperlukan agar gangguan aktivitas, termasuk transportasi sekitar pelabuhan serta kegiatan pesisir, dapat diminimalkan selama rob berlangsung.

Peringatan BMKG ini menempatkan periode pagi sebagai waktu yang perlu dicermati karena ketinggian muka air laut dapat meningkat sesuai dinamika pasang surut. Karena itu, masyarakat dan pelaku aktivitas di kawasan pesisir diminta tidak menunda langkah antisipasi menjelang rentang waktu yang telah disampaikan.

Di Semarang dan Kabupaten Demak, kewaspadaan terutama diperlukan untuk area yang berbatasan langsung dengan perairan. Pengguna kawasan pesisir juga diharapkan lebih siap menghadapi kemungkinan gangguan sementara pada akses pantai, termasuk ketika aktivitas mulai padat pada jam-jam mendekati 08.00 WIB.

Bagi pelaku usaha dan pekerja di sektor kelautan maupun aktivitas yang bergantung pada kondisi tepi laut, potensi rob dapat mengganggu ritme pekerjaan. BMKG menyoroti kemungkinan terhambatnya kegiatan bongkar muat serta aktivitas ekonomi yang berlangsung di lingkungan pelabuhan dan pesisir.

Untuk perjalanan, kombinasi rute cadangan dapat menjadi salah satu cara mengurangi risiko keterlambatan. Kendaraan bisa mengarah lewat Halte Buyaran–Guntur–Karangawen–Mranggen–Semarang atau melalui Onggorawe, Kecamatan Sayung, termasuk opsi melalui jalur Onggorawe–Bulusari–Sayung–Mranggen–Semarang, sembari tetap memperbarui informasi cuaca maritim dari BMKG.