Daerah

Pemerintah Pusat Mulai Perbaiki Pantura Pati–Rembang, Anggaran Rp34,8 Miliar

×

Pemerintah Pusat Mulai Perbaiki Pantura Pati–Rembang, Anggaran Rp34,8 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jalan Pantura Pati-Rembang Mulai Diperbaiki, Pusat Kucurkan Anggaran Rp 34,8 M

jurnalistik.co.id – Pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pantura yang menghubungkan Pati–Rembang di Jawa Tengah mulai terlihat di lapangan. Proses ini dilakukan pada segmen jalan nasional yang menjadi salah satu jalur utama mobilitas di kawasan Pantai Utara.

Di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, pekerjaan dimulai dari Desa Widorokandang. Sejumlah alat berat dan pekerja terlihat melakukan pengerukan sekaligus pengecoran pada area yang tengah ditangani.

Perbaikan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp34,8 miliar yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Dana ini ditujukan agar struktur jalan lebih kuat menghadapi beban kendaraan berat serta meminimalkan masalah genangan di beberapa titik.

Ruas yang dikerjakan dan dampak ke lalu lintas

Pelaksanaan proyek berlangsung sepanjang 3,24 kilometer, tepatnya mulai KM 79+700 hingga KM 83+000. Pekerjaan dilakukan pada sisi kiri dan kanan jalan secara bersamaan di segmen yang ditetapkan.

Selama proyek berjalan, arus lalu lintas di Jalan Pantura Pati–Rembang mengalami kepadatan. Kendaraan dari kedua arah harus mengurangi kecepatan karena terjadi penyempitan jalan akibat sebagian ruas masih dicor dan belum dapat dilalui seperti kondisi normal.

Pengguna jalan diimbau mengatur waktu perjalanan serta lebih berhati-hati saat melintas di area pekerjaan. Upaya ini diperlukan agar antrean tidak semakin panjang selama proses perbaikan berlangsung.

Penanganan ruas tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan yang didanai melalui skema SBSN. Masa kontrak keseluruhan paket ditetapkan selama 540 hari kalender, yaitu mulai 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027.

Untuk pekerjaan pada segmen SP. 3 Timur Lingkar Pati hingga Batas Kota Rembang, pelaksanaan diperkirakan sekitar 154 hari kalender. Estimasi durasi ini sejalan dengan target penyelesaian yang telah ditetapkan untuk pekerjaan pada ruas Pantura Pati–Rembang.

Jadwal pekerjaan

Proyek mulai dikerjakan pada 20 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 20 Desember 2026. Dengan demikian, total durasi pelaksanaan berada pada kisaran 154 hari kalender sejak pekerjaan dimulai.

Jadwal tersebut disampaikan oleh pejabat terkait di lingkungan PPK 3.2 Jawa Tengah, Christianto Budi Raharjo. Ia menjelaskan bahwa tahapan kerja disesuaikan dengan paket kontrak yang sedang berjalan.

Selama pengerjaan, masyarakat pengguna jalan diminta mematuhi pengaturan lalu lintas yang diterapkan di lokasi. Rambu-rambu dan arahan petugas menjadi acuan utama agar pengendara tetap berada pada jalur yang aman.

Material dan fokus perbaikan

Dalam pelaksanaannya, proyek memanfaatkan kombinasi Laston AC-BC sebagai lapisan kerja serta Beton FS-45 untuk lapisan perkerasan permukaan. Pemilihan material ini diarahkan untuk memperbaiki ketahanan struktur jalan.

Selain perbaikan struktur, peninggian badan jalan menjadi fokus utama pekerjaan. Langkah tersebut diharapkan mendukung daya tahan konstruksi sekaligus memperbaiki penanganan terhadap potensi genangan air yang selama ini kerap muncul di sejumlah titik.

Meski demikian, proyek ini tidak direncanakan mencakup pelebaran jalan. Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari ruang lingkup kerja yang difokuskan pada peningkatan elevasi serta kualitas struktur pada segmen yang ditangani.

Dengan selesainya pekerjaan, Jalan Pantura Pati–Rembang diharapkan memiliki struktur yang lebih kuat dan lebih aman dilalui kendaraan. Perbaikan ini juga diharapkan mengurangi kerusakan jalan yang muncul akibat genangan air, sehingga kondisi permukaan jalan dapat lebih stabil dalam jangka menengah.

Di lapangan, proses pengerjaan berlangsung pada segmen yang ditangani di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati. Aktivitas penggalian atau pengerukan disertai pengecoran pada area yang sedang menjadi fokus pekerjaan, sehingga pada bagian tertentu kendaraan belum bisa melintas dalam kondisi normal.

Karena ruang gerak kendaraan berkurang akibat pekerjaan konstruksi, arus dari arah yang berbeda tetap harus menyesuaikan kecepatan. Pengguna jalan juga diarahkan untuk mengikuti rambu-rambu serta arahan petugas di lokasi, agar pergerakan lebih tertib dan antrean tidak makin panjang selama proses perbaikan berlangsung.

Untuk aspek perkerasan, kombinasi Laston AC-BC dan Beton FS-45 dipakai guna mendukung kekuatan struktur jalan, sekaligus memperkuat daya tahan permukaan terhadap beban kendaraan berat. Perbaikan juga menitikberatkan pada peninggian badan jalan guna membantu penanganan potensi genangan, sedangkan ruang lingkup tidak mencakup pelebaran sehingga fokus tetap pada elevasi dan kualitas konstruksi pada segmen yang ditetapkan.