Peristiwa

BNPB Tambah Helikopter Water Bombing Sikorsky dan Black Hawk, Perkuat Pemadaman Karhutla di Riau

2
×

BNPB Tambah Helikopter Water Bombing Sikorsky dan Black Hawk, Perkuat Pemadaman Karhutla di Riau

Sebarkan artikel ini
Riau Tambah Helikopter Water Bombing Sikorsky dan Black Hawk, Perkuat Pemadaman Karhutla Regional 9 Juni 2026
Ilustrasi: Riau Tambah Helikopter Water Bombing Sikorsky dan Black Hawk, Perkuat Pemadaman Karhutla

jurnalistik.co.id – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali diperkuat dengan penambahan armada udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim dua unit helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman di wilayah rawan kebakaran.

Langkah itu dilakukan menyusul kebutuhan penanganan yang terus meningkat di Riau. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menyampaikan bahwa kedua helikopter tersebut telah tiba di Pekanbaru pada Minggu (7/6/2026) dan siap dioperasikan.

“Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan berupa dua unit helikopter water bombing dari BNPB. Saat ini kedua helikopter tersebut sudah berada di Pekanbaru,” katanya pada Senin (8/6/2026).

Menurut informasi yang disampaikan, helikopter yang baru datang masing-masing berjenis Sikorsky dan Black Hawk. Kedua tipe tersebut dikenal memiliki kemampuan angkut air yang besar serta efektif untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.

Dengan tambahan ini, Riau melanjutkan penguatan dukungan dari pemerintah pusat. Sebelumnya, provinsi tersebut juga telah menerima satu unit helikopter water bombing pada Jumat (5/6/2026).

Helikopter terdahulu berjenis Sikorsky S-61A dengan nomor registrasi N5193Y. Helikopter itu diterbangkan dari Subang, Malaysia, dan kemudian menjadi bagian dari total armada yang tersedia untuk penanganan karhutla di Riau.

“Dengan tambahan terbaru ini, total armada udara yang tersedia untuk penanganan karhutla di Riau kini mencapai lima unit helikopter,” ujar Edy Afrizal.

Komposisi armada: water bombing dan patroli udara

Lebih lanjut, Edy Afrizal menjelaskan komposisi pemanfaatan lima helikopter yang tersedia. Dari total tersebut, empat unit difungsikan untuk water bombing, sedangkan satu unit lainnya digunakan untuk patroli udara.

Menurutnya, pembagian peran ini dinilai cukup strategis untuk mendukung operasi pemadaman sekaligus pemantauan titik api di wilayah yang luas. Keberadaan helikopter patroli juga dibutuhkan untuk mendeteksi titik panas lebih dini.

Dengan deteksi yang lebih cepat, penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas. Pola itu diharapkan membantu mempercepat respons di lapangan, terutama ketika sebaran titik panas tidak selalu terlihat secara langsung dari permukaan.

Kebutuhan water bombing di wilayah sulit dijangkau

Penggunaan helikopter water bombing dinilai penting karena karhutla di Riau kerap terjadi pada area yang sulit dijangkau tim darat. Kondisi itu dapat ditemukan di lahan gambut maupun kawasan terpencil yang membutuhkan dukungan operasi dari udara.

Dalam situasi seperti itu, helikopter dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemadaman pada lokasi yang sulit dilalui. Edy Afrizal menyatakan bahwa helikopter tersebut akan digunakan sesuai kebutuhan pemadaman di area yang tidak memungkinkan penanganan cepat dari tim darat.

“Helikopter water bombing ini akan kami gunakan untuk memadamkan karhutla di lokasi yang sulit dijangkau tim darat, sehingga pemadaman karhutla dapat lebih cepat dilakukan sebelum meluas,” ujarnya.

Selain menjangkau titik yang sulit diakses, penggunaan helikopter juga memungkinkan proses pemadaman dilakukan langsung dari udara. Cara tersebut terutama dibutuhkan saat titik api berada di medan berat, sehingga upaya penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif pada fase awal penyebaran.

Penguatan armada udara ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar penanganan karhutla tetap berjalan terarah. Dengan penambahan dua helikopter baru, BNPB menambah daya dukung pemadaman yang sebelumnya telah diperkuat oleh satu helikopter Sikorsky S-61A.

Komitmen penguatan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan respons di Riau, baik melalui operasi water bombing maupun melalui patroli udara untuk memantau titik api. Dengan lima unit helikopter yang tersedia, penanganan dapat dilakukan lebih cepat di wilayah yang luas dan beragam karakter lapangannya.

Secara keseluruhan, tambahan armada yang sudah tiba di Pekanbaru pada Minggu (7/6/2026) menjadi momentum penting untuk mempercepat pemadaman karhutla. Tim di Riau kemudian akan memaksimalkan peran empat helikopter water bombing dan satu helikopter patroli agar deteksi sekaligus penanganan dapat berlangsung lebih cepat sebelum api meluas.