Otomotif

Bukan Baterai, Ini Komponen Motor Listrik yang Paling Sering Perlu Diganti

×

Bukan Baterai, Ini Komponen Motor Listrik yang Paling Sering Perlu Diganti

Sebarkan artikel ini
Bukan Baterai, Ini Komponen Motor Listrik yang Paling Sering Diganti Otomotif 18 Juni 2026
Ilustrasi: Bukan Baterai, Ini Komponen Motor Listrik yang Paling Sering Diganti

jurnalistik.co.id – Motor listrik sering dipandang membutuhkan perawatan yang lebih sederhana dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Anggapan itu muncul karena jumlah komponen dinilai lebih sedikit dan bagian yang mengalami gesekan di dalam mesin tidak sebanyak pada motor konvensional.

Namun, motor listrik tetap tidak sepenuhnya bebas dari proses penggantian komponen. Sejumlah bagian termasuk kategori fast moving, sehingga perlu diperiksa dan diganti secara berkala agar performa kendaraan tetap terjaga.

Menurut Muhlasin, pemilik bengkel spesialis motor listrik EV Solution di Pondok Aren, Tangerang Selatan, beberapa komponen fast moving pada motor listrik justru sama seperti yang digunakan pada motor bensin. “Ban, kampas rem, bearing roda, dan seal (baik seal BLDC maupun seal roda depan). Itu saja yang fast moving di luar komponen elektrikal,” ujar Muhlasin kepada Kompas.com belum lama ini.

Komponen yang cepat aus di sistem kaki-kaki

Karena motor listrik masih menggunakan sistem kaki-kaki yang serupa dengan motor konvensional, pola keausan pada beberapa komponennya juga cenderung mirip. Komponen yang bekerja langsung saat kendaraan berjalan dan bermanuver membuat bagian-bagian tertentu lebih cepat habis mengikuti pemakaian.

Di antaranya adalah ban dan kampas rem. Muhlasin menjelaskan, ban dan kampas rem akan habis seiring pemakaian sehingga perlu diganti secara berkala untuk menjaga kenyamanan serta keselamatan berkendara.

Selain itu, bearing roda dan seal juga termasuk komponen yang cukup sering mendapatkan perhatian saat servis. Jika kondisinya sudah aus atau rusak, komponen tersebut dapat berdampak pada kenyamanan berkendara dan memunculkan suara berisik pada roda.

Keberadaan komponen mekanis yang punya kemiripan dengan motor bensin turut memudahkan pemilik motor listrik. Muhlasin menyebut sejumlah suku cadang bisa menggunakan komponen yang umum dipakai pada motor bensin.

“Komstir pakai punya motor bensin bisa. Terus kampas rem Polytron misalnya, persamaan dengan punya Supra,” ucap Muhlasin. Kesamaan ini menjadi keuntungan tersendiri, terutama dari sisi ketersediaan suku cadang yang relatif lebih mudah ditemukan dan biaya perawatan yang dapat lebih terjangkau.

Bagian elektrikal yang paling rawan bermasalah

Di luar komponen mekanis, Muhlasin menyoroti bagian elektrikal yang kerap mengalami gangguan. Komponen yang paling sering error, menurutnya, adalah sensor gas atau throttle sensor.

“Kalau elektrikal yang paling sering error itu sensor gas (throttle). Karena dia pakai sensor yang rawan kalau terkena air atau berkarat,” kata Muhlasin.

Throttle sensor berfungsi membaca pergerakan tuas gas, lalu menerjemahkannya menjadi sinyal untuk mengatur tenaga motor listrik. Ketika sensor mengalami kerusakan akibat air, kelembapan, atau korosi, respons akselerasi motor listrik bisa ikut terganggu.

Meski demikian, Muhlasin menekankan bahwa kerusakan pada komponen tersebut tidak selalu mengharuskan penggantian satu set perangkat. Pada banyak kasus, penggantian yang diperlukan cukup pada sensornya saja.

Ia menjelaskan alasan di balik kondisi tersebut: komponen sensor bersifat universal dan relatif mudah diperoleh. Dengan begitu, proses servis bisa lebih efisien karena tidak selalu membutuhkan pergantian komponen dalam jumlah besar.

Gambaran ini sekaligus menjawab anggapan bahwa motor listrik hanya melibatkan perawatan yang jauh lebih ringan. Pada praktiknya, perawatan tetap memerlukan perhatian pada komponen-komponen yang bekerja paling cepat mengalami keausan, baik di area mekanis maupun pada sistem elektrikal.

Dalam konteks itu, pengguna motor listrik dapat mengambil langkah perawatan yang lebih tepat sasaran. Memeriksa kondisi ban, kampas rem, bearing roda, serta seal sejak awal dapat membantu mencegah masalah kenyamanan maupun gangguan suara yang muncul pada roda.

Sementara itu, perhatian pada sensor gas atau throttle sensor juga penting untuk memastikan respons akselerasi tetap berjalan normal. Mengingat sensor ini dinilai rawan terhadap air dan berkarat, kondisi lingkungan dan perlakuan saat pemakaian dapat berpengaruh terhadap usia pakainya.

Dengan memahami komponen fast moving yang disebutkan Muhlasin, pemilik motor listrik dapat menempatkan servis sebagai kegiatan yang terencana. Penggantian komponen yang sesuai kebutuhan juga membantu menjaga performa kendaraan tetap optimal tanpa perlu memperlakukan motor listrik seolah tak memerlukan perawatan sama sekali.