Hukum & Kriminal

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Pernah Kalahkan Vicky Prasetyo, Kini Menjadi Target OTT KPK

×

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Pernah Kalahkan Vicky Prasetyo, Kini Menjadi Target OTT KPK

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rekam Jejak Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Dulu Kalahkan Vicky Prasetyo, Kini Di-OTT KPK

jurnalistik.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di sejumlah wilayah. Penangkapan tersebut berlangsung sejak Selasa (28/7/2026) dan berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi proyek di Kabupaten Pemalang serta dugaan jual-beli jabatan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tindakan terhadap Anom merupakan tindak lanjut dari penyelidikan tertutup yang dilakukan tim penyidik. Dalam proses OTT, KPK juga menyita uang tunai senilai lebih dari Rp 2 miliar sebagai barang bukti.

Dalam OTT itu, KPK mengamankan 21 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang ditangkap di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan satu orang di Purworejo.

Budi menyebutkan bahwa untuk lima orang yang diamankan di Jakarta, pemeriksaan dilakukan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK. Salah satu dari lima orang tersebut adalah Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.

Sementara itu, enam orang yang diamankan di Pemalang bersama satu orang dari Purworejo sedang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Keterangan resmi KPK ini menegaskan bahwa penanganan perkara masih berada pada tahap pemeriksaan setelah proses pengamanan selesai dilakukan.

Jejak politik dan catatan awal karier

Dalam rekam jejaknya, Anom Widiyantoro dikenal pernah menantang dan mengalahkan Vicky Prasetyo pada kontestasi sebelumnya. Setelah periode kepemimpinannya berjalan, ia kini kembali menjadi sorotan publik menyusul rangkaian operasi yang dilakukan KPK.

Di luar perannya sebagai pejabat publik, Anom juga memiliki kiprah yang tercatat tidak hanya di lingkungan pemerintahan. Ia sempat tercatat sebagai musisi di Pemalang pada rentang 2017 hingga 2024, menambah warna perjalanan kariernya di mata masyarakat.

Riwayat pendidikan

Anom Widiyantoro lahir di Cimahi pada 20 Maret 1970. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD St. Yusuf Cimahi selama 1977 sampai 1983, sebelum melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cimahi pada 1983 hingga 1986.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 4 Bandung pada periode 1986 sampai 1989. Jenjang berikutnya diselesaikan di Universitas Diponegoro Semarang, tempat ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1996.

Pada fase pendidikan lanjutan, Anom kemudian menyelesaikan Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 2005. Dengan rangkaian tersebut, perjalanan pendidikannya menunjukkan penekanan pada bidang ekonomi serta manajemen.

Karier profesional sebelum menjadi bupati

Perjalanan karier profesional Anom tercatat dimulai sejak 1996 dan berlangsung hingga 2021, dengan sejumlah posisi yang mencakup pengelolaan keuangan dan fungsi pengawasan. Ia pernah bekerja sebagai expert staff atau staf ahli, serta menduduki peran internal auditor.

Selain fungsi pengawasan, Anom juga memegang jabatan yang berkaitan dengan pengelolaan operasional dan keuangan. Ia tercatat pernah menjadi kepala seksi, lalu menjabat sebagai manajer keuangan dan personalia.

Berikutnya, ia juga menempati posisi sebagai manajer keuangan dan operasi pada Departemen Luar Negeri. Dalam rentang kariernya yang lebih panjang, ia kemudian disebut hingga berkarier sebagai General Manager PT Wika.

Dengan variasi jabatan tersebut, latar pengalaman kerja Anom menggambarkan perpaduan antara fungsi audit, pengelolaan sumber daya, serta tanggung jawab yang terkait dengan operasi dan manajemen di lingkungan korporasi maupun institusi.

Proses pemeriksaan setelah OTT

Meski detail dugaan yang ditangani KPK tidak diuraikan dalam keterangan yang disampaikan, penjelasan juru bicara KPK menegaskan keterkaitan OTT dengan dua fokus masalah: dugaan korupsi proyek di Pemalang dan dugaan jual-beli jabatan.

Sejumlah pihak yang diamankan kemudian dibagi berdasarkan lokasi pengamanan. Lima orang yang ditangkap di Jakarta diperiksa secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, sedangkan enam orang yang diamankan di Pemalang bersama satu orang dari Purworejo menjalani proses pemeriksaan lanjutan di tempat yang sama.

Operasi tangkap tangan ini membuat Anom Widiyantoro kembali masuk ke fase penegakan hukum setelah sebelumnya memimpin Kabupaten Pemalang. Proses pemeriksaan yang sedang berjalan menjadi tahap penting untuk menentukan langkah selanjutnya dalam penanganan dugaan yang menjadi dasar pengamanan.