jurnalistik.co.id – Bursa saham Asia diperkirakan menguat pada awal perdagangan Jumat, mengikuti kenaikan di pasar saham Amerika Serikat dan obligasi pemerintah AS. Sentimen itu muncul setelah laporan yang menyebut Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata, sebuah perkembangan yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi di Timur Tengah.
Menurut Bloomberg News, kontrak berjangka indeks saham Australia, Jepang, dan Hong Kong semuanya bergerak naik pada awal Jumat. Di saat yang sama, kontrak berjangka saham AS juga naik tipis setelah Wall Street mencatat penguatan lanjutan pada sesi sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan investor masih punya ruang untuk mengambil risiko, meski ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya hilang.
Di pasar AS, S&P 500 naik 0,6% ke rekor tertinggi dan membukukan kenaikan harian keenam berturut-turut. Nasdaq 100 juga menguat 0,8% dan ikut menorehkan rekor baru. Rangkaian penguatan ini menjadi salah satu penopang utama sentimen Asia, karena pasar global cenderung bergerak searah ketika investor melihat sinyal bahwa tekanan risiko mereda.
Laporan mengenai AS dan Iran yang disebut telah mencapai kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, sekaligus melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir Teheran, juga memicu pergeseran di pasar aset aman. Dalam kondisi seperti itu, permintaan terhadap aset safe-haven meningkat, sementara harga minyak justru tertekan. Perubahan arah ini mencerminkan bahwa pasar untuk sementara lebih memilih membaca peluang de-eskalasi ketimbang menyoroti risiko konflik yang masih ada.
Brent tercatat ditutup di bawah US$94 per barel. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi Treasury turun di seluruh kurva, dan dolar melemah terhadap semua mata uang utama pasar berkembang. Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen pasar tidak hanya tercermin di saham, tetapi juga di obligasi dan valuta asing, ketika investor menyesuaikan ekspektasi terhadap risiko global.
Optimisme atas kemungkinan perpanjangan gencatan senjata bahkan mengalahkan kekhawatiran mengenai bentrokan di Teluk Persia. Investor bertaruh bahwa gencatan senjata dapat membantu meredakan gangguan pada aliran energi, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama kecemasan pasar. Dalam pandangan pasar, membaiknya dialog AS-Iran dapat memberi ruang bagi aset berisiko untuk bergerak lebih tenang dalam jangka pendek.
Sejak perang dimulai, penutupan Selat Hormuz telah membatasi pengiriman minyak dan memicu kekhawatiran inflasi. Karena itu, pasar kini mencermati dengan ketat tanda-tanda bahwa koridor vital tersebut mungkin dibuka kembali. Selat Hormuz memegang peran penting dalam arus energi global, sehingga setiap sinyal pembukaan atau pengetatan akses memiliki dampak langsung terhadap harga minyak dan persepsi risiko di pasar internasional.
Dengan latar itu, penguatan bursa Asia pada Jumat dipandang sebagai respons atas kombinasi dua hal: kenaikan tajam di Wall Street dan berkurangnya ketegangan yang selama ini membayangi pasar energi. Selama optimisme soal gencatan senjata tetap terjaga, pasar kemungkinan akan terus menimbang apakah tekanan geopolitik benar-benar mereda atau hanya tertahan sementara oleh perkembangan diplomatik terbaru.
Dalam jangka pendek, arah pasar tampaknya masih akan sangat dipengaruhi oleh apakah sentimen damai itu benar-benar bertahan ketika perdagangan dibuka. Jika investor tetap melihat peluang de-eskalasi lebih besar daripada risiko konflik, maka minat terhadap saham berisiko bisa terjaga. Namun, perubahan kecil dalam nada perundingan atau perkembangan di kawasan dapat dengan cepat mengubah kalkulasi pasar, terutama karena energi dan sentimen risiko masih menjadi penggerak utama.
Karena itu, sesi perdagangan Asia pada Jumat berpotensi menjadi ujian awal bagi seberapa kuat optimisme tersebut diterjemahkan ke aset regional. Penguatan yang mengikuti Wall Street memberi pijakan awal yang positif, tetapi pasar juga akan terus memperhatikan obligasi, dolar, dan minyak sebagai petunjuk apakah perbaikan suasana ini hanya reaksi sesaat atau mulai membentuk tren yang lebih stabil.












