jurnalistik.co.id – Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih mengikuti rangkaian pelatihan yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama berupa latihan dasar militer selama 30 hari, lalu dilanjutkan materi manajerial selama 15 hari.
Di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026), sejumlah peserta menjalani Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) sebagai bekal awal. Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter seperti integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan saat menjalankan tugas sebagai manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Dua tahap latihan
Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Letkol (Mar) Agus Mutaqin menjelaskan bahwa calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menerima dua jenis latihan yang berbeda. Pertama adalah latihan dasar militer (latsarmil) selama 30 hari.
Setelah menjalani latsarmil, para peserta kemudian menerima materi manajerial selama 15 hari. Agus menyebut materi manajerial itu akan bersumber dari Dinas Pertanian atau Kementerian Koperasi, sekaligus melibatkan narasumber sipil.
“Materi (manajerial) dari Dinas Pertanian atau dari Kementerian Koperasi yang akan mengakomodir selama dua minggu. Ada materi manajerial yang akan diberikan oleh narasumber sipil yang memang berkualitas dan punya kapabilitas,” ujar Agus saat ditemui di lokasi pelatihan.
Ia juga menegaskan bahwa bagian materi manajerial tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan melengkapi pembentukan dasar yang dibangun lewat latihan dasar militer. Dengan demikian, transisi dari kemampuan kemiliteran ke bekal pengelolaan dilakukan melalui dua tahap yang berurutan.
Materi kemiliteran selama 30 hari
Dalam 30 hari latsarmil, para calon manajer dibekali kemampuan dasar kemiliteran. Salah satu latihan yang disebut secara spesifik adalah peraturan baris-berbaris (PBB) yang dijalankan selama proses pelatihan.
Menurut Agus, latihan PBB diarahkan untuk memperkuat relasi antar-peserta, sekaligus membangun kekompakan dan solidaritas. Hal itu tampak dari penekanannya pada kebersamaan yang dibentuk dalam aktivitas kelompok.
“Karena dengan PBB mereka juga melatih kekompakan, kebersamaan, dan solidaritas antarteman,” kata Agus.
Di pekan ketiga latsarmil, peserta juga akan menerima materi menembak. Agus menyampaikan bahwa sesi tersebut menjadi bagian dari dasar-dasar militer yang dipersiapkan sebagai bekal menuju penugasan berikutnya.
“Jadi, mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya,” ujar Agus.
Tujuan utama: disiplin dan nilai keagamaan
Agus menambahkan bahwa tujuan utama latsarmil bukan semata-mata untuk membentuk karakter agar peserta menempati posisi strategis. Fokusnya adalah menanamkan kedisiplinan dan juga keagamaan pada calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Ia menyebut bahwa nilai moral yang dibangun selama latihan—integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati—diharapkan terbawa saat peserta masuk pada penugasan yang lebih lanjut.
“Supaya dengan dasar-dasar moral yang kita bangun ini, integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, empati, mereka akan terbawa saat nanti di penugasan baru,” ujar Agus.
Rencana jumlah peserta dan sebaran lokasi pelatihan
Berdasarkan informasi yang disampaikan sebelumnya, sebanyak 30.000 calon manajer Kopdes Merah Putih mengikuti Latsarmil Komponen Cadangan (Komcad). Selain itu, 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) juga turut serta dalam program pelatihan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebutkan, jumlah peserta yang direncanakan mengikuti program tersebut sekitar 35.476 orang, terdiri dari sekitar 30.000 calon pengelola KDKMP dan 5.476 calon pengelola KNMP.
“Jumlah peserta yang direncanakan mengikuti program tersebut sekitar 35.476 orang, terdiri dari sekitar 30.000 calon pengelola KDKMP dan 5.476 calon pengelola KNMP,” ujar Rico saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (17/6/2026).
Rico juga menjelaskan bahwa Latsarmil Komcad dipadukan dengan pelatihan manajerial dan kompetensi bidang sesuai kebutuhan pengelolaan koperasi dan kampung nelayan. Ia menyebut pelatihan direncanakan berlangsung di 67 satuan pendidikan (Satdik) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Pelatihan direncanakan dilaksanakan di 67 satuan pendidikan (Satdik) yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Rico.












