Politik & Parlemen

Anggota DPR Sebut Calon Manajer Kopdes Perlu Fokus Pelatihan Manajemen Koperasi

×

Anggota DPR Sebut Calon Manajer Kopdes Perlu Fokus Pelatihan Manajemen Koperasi

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR Nilai Calon Manajer Kopdes Seharusnya Fokus Pelatihan Manajemen Koperasi News 26 Juni 2026
Ilustrasi: Anggota DPR Nilai Calon Manajer Kopdes Seharusnya Fokus Pelatihan Manajemen Koperasi

jurnalistik.co.id – Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai, calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seharusnya diarahkan pada pelatihan yang memperkuat kemampuan pengelolaan koperasi. Ia juga menekankan, meninggalnya tiga calon manajer Kopdes Merah Putih perlu menjadi evaluasi serius bagi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terhadap model latihan dasar militer (Latsarmil).

Hasanuddin mengatakan, bila peserta memang dipersiapkan untuk jabatan manajerial di Koperasi Desa, maka fokus utamanya sebaiknya berada pada pelatihan manajemen koperasi. Ia menilai penguatan kapasitas organisasi dan pelatihan teknis yang relevan harus menjadi prioritas.

“Kalau memang peserta dipersiapkan untuk jabatan manajerial di Koperasi Desa, maka fokus utama sebaiknya diberikan pada pelatihan manajemen koperasi saja, penguatan kapasitas organisasi, dan pelatihan teknis yang secara relevan,” ujar Hasanuddin dalam keterangannya pada Kamis (25/6/2026).

Menurut Hasanuddin, pelatihan militer cukup diberikan pada tingkat dasar dan terbatas saja. Ia memandang latihan militer tidak boleh menjadi porsi yang dominan ketika tujuan akhirnya adalah menyiapkan pengelola koperasi.

“Pelatihan militer cukup diberikan pada tingkat dasar dan terbatas saja,” sambungnya.

Arah Latsarmil dan kewaspadaan pemeriksaan kesehatan

Hasanuddin menambahkan, Mayjen TNI Purnawirawan menilai latihan dasar militer seharusnya diarahkan untuk membangkitkan kekompakan, disiplin pribadi, dan kebersamaan. Dengan begitu, latihan tetap memberi nilai kedisiplinan, namun tidak mengabaikan aspek keselamatan peserta.

Di bagian lain, Hasanuddin menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan calon manajer Kopdes Merah Putih harus benar-benar diperhatikan sebelum mengikuti Latsarmil. Ia menekankan proses skrining kesehatan perlu dilakukan akurat dan ketat oleh tim dokter.

“Harus lolos tes kesehatan sebelum mengikuti aktivitas fisik. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara benar dan ketat oleh tim dokter. Jika proses skrining kesehatan tidak akurat, maka ketika peserta mengikuti latihan dengan beban fisik tertentu dapat menimbulkan risiko yang fatal,” tegas Hasanuddin.

Ia menilai, evaluasi tidak hanya perlu dilakukan pada tahapan latihan, melainkan juga pada proses seleksi dan pengawasan medis. Hasanuddin menyebut keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam program pembangunan kapasitas sumber daya manusia.

Ia juga menegaskan bahwa program yang bertujuan membangun kapasitas SDM tidak boleh mengorbankan aspek kesehatan dan keamanan peserta. Menurutnya, meninggalnya tiga calon manajer Kopdes Merah Putih harus ditindaklanjuti dengan evaluasi menyeluruh.

“Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Program yang bertujuan membangun kapasitas SDM tidak boleh mengorbankan aspek kesehatan dan keamanan peserta,” ujar Hasanuddin.

Tiga peserta meninggal selama Latsarmil

Kemenhan menyampaikan, total ada tiga orang calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Hasanuddin merespons informasi tersebut dengan meminta evaluasi terhadap model latihan, seleksi kesehatan, dan pengawasan medis selama kegiatan.

Peserta pertama yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh. Ia mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman di Balikpapan.

Berdasarkan keterangan yang disebutkan dalam laporan, Anisa mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan meninggal dunia akibat heat stroke serta henti jantung. Hasanuddin kemudian menilai kejadian tersebut patut menjadi bahan evaluasi serius terkait ketepatan skrining dan manajemen keselamatan latihan.

Peserta kedua adalah Yonanda Muhammad Taufiq. Ia mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad) di Baturaja.

Yonanda disebut mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 sebelum dirujuk ke rumah sakit. Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung).

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung),” ungkap Rico.

Adapun peserta ketiga yang disebut dalam informasi yang beredar adalah Novia Rahmadhani Sihotang (25), calon Manajer Program SPPI KDKMP. Ia meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil yang diadakan Kementerian Pertahanan RI di Jakarta.

Jenazah Novia tiba di kediaman orang tuanya, di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pada Rabu (24/6/2026). Hasanuddin menilai, proses evaluasi perlu mencakup seleksi kesehatan, tingkat intensitas latihan, pengawasan medis selama kegiatan, serta kesesuaian materi pelatihan.