Hukum & Kriminal

Daftar Identitas Enam Korban Tewas Ledakan Bom di Biak Bertambah

0
×

Daftar Identitas Enam Korban Tewas Ledakan Bom di Biak Bertambah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bertambah, Ini Daftar Identitas 6 Korban Tewas Akibat Ledakan Bom di Biak

jurnalistik.co.id – JAYAPURA — Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, kembali bertambah. Hingga Selasa (2/6/2026), total korban tewas tercatat menjadi enam orang.

Korban terbaru yang meninggal dunia adalah Mina Puadi (51). Ia menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Biak pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Dengan bertambahnya satu korban ini, daftar panjang korban meninggal akibat ledakan yang terjadi di kawasan padat penduduk itu pun kembali berubah.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, korban semula hanya mengalami luka di bagian dahi akibat ledakan yang terjadi pada Minggu (31/5/2026). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tim medis menemukan cedera serius berupa patah tulang rusuk kiri dan pendarahan pada organ limpa. Kondisi itu membuat korban harus menjalani operasi.

“Karena mengalami pendarahan, maka korban kemudian menjalani operasi untuk menghentikan pendarahan. Setelah operasi selesai, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan yang stabil,” kata Cahyo, Selasa.

Meski sempat menunjukkan perbaikan, kondisi Mina Puadi kembali menurun beberapa jam setelah operasi. Ia kemudian dirawat di ruang ICU dengan bantuan ventilator sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 04.06 WIT.

Daftar enam korban meninggal dunia

Sebelum Mina Puadi dinyatakan meninggal, sudah ada lima korban lain yang lebih dulu meregang nyawa akibat ledakan bom tersebut. Jenazah mereka juga telah dimakamkan di TPU Sorido pada Senin (1/6/2026) siang.

Dengan demikian, per Selasa (2/6/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan bom di Biak tercatat menjadi enam orang. Mereka adalah Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5), dan Mina Puadi (51).

Selain korban meninggal, masih ada tiga orang yang dinyatakan hilang, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27). Data ini menunjukkan bahwa proses pencarian dan penanganan dampak ledakan masih terus berlangsung, sementara jumlah korban belum sepenuhnya final.

Ledakan besar itu sebelumnya mengguncang kawasan padat penduduk di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5/2026) sore. Suara ledakan tersebut bahkan terekam kamera pengawas atau CCTV di area Pelabuhan Biak dan videonya langsung viral di media sosial.

Lokasi kejadian yang merupakan kawasan permukiman padat penduduk menyebabkan kerusakan sangat parah. Dari foto dan video amatir yang beredar, tampak puing-puing bangunan rumah warga hancur berantakan dan rata dengan tanah. Kondisi itu memperlihatkan besarnya daya rusak ledakan yang terjadi di tengah lingkungan warga.

Peristiwa ini juga menimbulkan dampak lanjutan yang tidak kecil bagi masyarakat sekitar. Di samping korban meninggal dan orang hilang, ledakan di Biak turut meninggalkan trauma serta kerusakan fisik di area pemukiman. Hingga Selasa, sorotan masih tertuju pada identitas korban, penanganan medis, dan upaya pencarian terhadap warga yang belum ditemukan.

Dengan bertambahnya jumlah korban tewas menjadi enam orang, tragedi ledakan bom di Biak kini menjadi salah satu peristiwa paling memukul warga setempat. Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban, informasi terbaru soal kondisi para korban menjadi perhatian utama masyarakat Biak Numfor dan Papua secara luas.

Perkembangan terbaru ini membuat penanganan pascaledakan kembali menjadi perhatian, terutama karena korban sempat terlihat stabil sebelum kondisinya memburuk. Situasi tersebut menunjukkan bahwa dampak ledakan tidak berhenti pada saat kejadian, melainkan juga menyisakan risiko medis yang dapat berkembang dalam hitungan jam.

Di sisi lain, fakta bahwa masih ada warga yang dinyatakan hilang turut menambah berat suasana duka di Biak Numfor. Hingga kini, peristiwa tersebut masih meninggalkan pertanyaan sekaligus kekhawatiran bagi keluarga korban, sementara proses penanganan dan pencarian belum sepenuhnya tuntas.