jurnalistik.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan terus mengusut kasus penembakan yang menimpa seorang guru PPPK bernama Jansen Lazarus Filipi Paulus (30). Korban ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) di Desa Sayoang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Dalam penyelidikan awal, polisi menilai motif di balik aksi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan internal sekaligus isu dugaan pelecehan yang berkembang di lingkungan sekolah tempat korban mengajar.
Insiden penembakan terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 19.20 WIT. Saat itu, Jansen sedang mengendarai sepeda motor dari rumahnya di kawasan perbukitan Desa Sayoang menuju tempat ibadah.
Di tengah perjalanan, korban mendadak merasakan hentakan keras disertai nyeri hebat pada bagian dada. Pada awalnya, Jansen tidak menyadari bahwa dirinya menjadi korban penembakan.
Korban sempat mengira hanya mengalami kram otot atau benturan biasa. Namun kemudian ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari sepeda motor.
Setelah peristiwa itu, Jansen mengatakan ia baru mengetahui ada luka tembak setelah memeriksa tubuhnya.
“Setelah jatuh, saya bangun dan melihat baju sudah berlumuran darah. Saya kemudian kembali ke rumah. Begitu membuka baju, baru saya tahu ada luka tembak di dada kanan,” ungkap Jansen.
Menurut Jansen, luka tembak yang ia terima berada di dada kanan dan menembus hingga ke bagian belakang tubuhnya. Karena itu, ia menduga tembakan berasal dari arah depan.
“Saya menduga memang sengaja dijadikan sasaran. Karena itu, saya sangat berharap ada tindakan tegas dan langkah hukum dari kepolisian,” tegasnya.
Akibat luka yang serius, Jansen langsung dievakuasi ke RSUD Labuha untuk menjalani penanganan dan perawatan medis secara intensif.
Berita Terkait
Polisi periksa saksi, dalami dugaan pelecehan di sekolah
Menindaklanjuti kasus tersebut, personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Selatan diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengonfirmasi telah menerima laporan resmi terkait insiden penembakan.
Kasi Humas Polres Halmahera Selatan, Ipda Hermansyah, menyatakan timnya melakukan penyelidikan setelah mendatangi lokasi kejadian.
“Tadi malam anggota Reskrim sudah turun ke lokasi kejadian (TKP) untuk melakukan penyelidikan. Laporan peristiwa tersebut sudah resmi kami terima. Dugaan sementara menggunakan senapan angin,” terang Ipda Hermansyah.
Seiring penyelidikan berjalan, Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan, menyampaikan polisi telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi yang diduga terlibat atau mengetahui peristiwa penembakan. AKBP Hendra Gunawan mengatakan, beberapa nama yang disebutkan sebagai terduga pelaku sudah diperiksa, namun dipanggil dan diperiksa sebagai saksi.
“Ada beberapa nama yang disebutkan (sebagai terduga pelaku) itu sudah kita periksa. Kita panggil dan periksa mereka sebagai saksi,” kata AKBP Hendra Gunawan, Kamis (30/7/2026).
Hasil pemeriksaan sementara, menurut Kapolres, menunjukkan adanya kaitan antara penembakan guru PPPK ini dengan kegaduhan internal di sekolah korban terkait dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswa. Polisi juga menyebut para korban pelecehan telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polres Halmahera Selatan.
“Katanya di internal sekolah lagi ribut, terkait dengan dugaan pelecehan. Para korban sudah mulai melapor. Menurut korban penembakan, ada anak-anak di sekolah dilecehkan, sehingga ada orang-orang tidak suka sama dia,” lanjut Kapolres.
Meski demikian, kepolisian belum bisa memastikan siapa terduga pelaku utama di balik aksi penembakan di Bacan Timur maupun siapa aktor utama dalam kasus dugaan pelecehan di sekolah tersebut.
Pada tahap ini, Polres Halmahera Selatan menjalankan penyelidikan secara paralel. Polisi mengupayakan pengungkapan identitas pelaku penembakan sekaligus menuntaskan laporan dugaan pelecehan, sambil menunggu hasil visum resmi dari tim medis.












