Hukum & Kriminal

Rekaman Menyingkap Suasana Rumah Duka Legacy Milik Robert Bush

×

Rekaman Menyingkap Suasana Rumah Duka Legacy Milik Robert Bush

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Footage shows inside of Robert Bush's Legacy funeral home

jurnalistik.co.id – Rekaman dari kamera yang dipakai petugas menunjukkan kondisi kacau di rumah duka Legacy Independent Funeral Directors di Hull yang menjadi tempat Robert Bush bekerja, dengan bagian-bagian tertentu dipenuhi barang yang berserakan dan tampak tidak terawat. Di ruang-ruang yang bersebelahan, petugas justru menemukan lorong-lorong yang gelap dan semrawut. Suasana di area depan sempat memberi kesan “lebih nyaman” bagi keluarga atau pelanggan. Di sebuah ruang depan terlihat kursi bergaya mewah berlapis kain warna kuning muda, meja kopi dengan kotak tisu, serta foto hitam-putih kapal penangkap ikan yang merujuk pada warisan perikanan Hull. Namun, di balik sekat partisi, kondisi berubah menjadi kebalikan yang jauh lebih mengkhawatirkan. Petugas memeriksa ruang-ruang samping yang berantakan, dengan barang-barang dibuang dan menumpuk dalam keadaan tidak teratur. Salah satu petugas terdengar berkomentar, “It’s strange, innit?” Pada penggerebekan yang dilakukan polisi pada Maret 2024, petugas menemukan sekitar 35 jenazah dan lebih dari 100 paket abu. Dalam persidangan, disebutkan pula bahwa sejumlah temuan bahkan tidak sesuai dugaan awal petugas. Salah satunya, sisa-sisa yang berada dalam kantong kertas sempat dikira sebagai “baby bird”, sebelum akhirnya terlihat informasi identitas medis yang terbungkus di sekitar pinggang. Dalam salah satu temuan paling menyayat hati, ada pita gelang rumah sakit yang dibalut di area pinggang dengan tulisan “Baby Jasmine Beverley, born on 13/05/22 at 05:04”. Dalam uraian persidangan, pengacara dan pihak berwenang juga menggambarkan bagaimana kelembapan serta jamur menyebar pada peti jenazah, disertai kondisi lantai yang dilaporkan terdapat “faeces and dried bodily fluids”. Rekaman yang diambil dari kamera tubuh petugas turut memperlihatkan skala ketidakteraturan dalam operasional rumah duka. Di beberapa permukaan kerja terlihat alat-alat dan kantong pembawa yang dibuang, bahkan wastafel, sementara meja kerja dipenuhi dokumen. Di momen tertentu, petugas terdengar menyebut, “There’s, like, urns… where you go pick up…” sebelum ucapannya terputus. Di sisi lain, terdapat kontras yang menonjol antara keteraturan untuk perlengkapan tertentu dan kekacauan pada administrasi maupun penanganan barang jenazah. Di lokasi yang sama, beberapa perlengkapan balap motor dan helm terlihat digantung rapi pada pengait. Bush juga dikatakan pernah memamerkan aktivitas balapnya dengan mengunggah video di media sosial. Pada saat yang bersamaan dengan pengambilan gambar di dalam rumah duka, Bush ditangkap di Bandara Heathrow karena baru kembali dari liburan. Dalam keterangan wawancara yang kemudian dirilis polisi, Bush berusaha meremehkan tindakannya, dan ia kembali menyampaikan keluhan terkait cara proses penegakan hukum. Saat penyidikan awal, seorang detektif menanyakan alasan mengapa “25 or so bodies” tidak dikremasi padahal seharusnya dilakukan. Bush menyatakan, “The debt started to accrue” dan menjelaskan “The level of cash flow problems that I was having… It presented an opportunity that I did not have to maybe do it immediately [get the deceased cremated].” Ia menambahkan bahwa bila ia menunda sementara, ia berupaya mengejar ketertinggalan, tetapi tetap tidak berhasil menyelesaikan sesuai rencana. Meski demikian, Bush juga mengakui seharusnya ia menghubungi layanan berurusan dengan dukacita milik pemerintah setempat, serta meminta maaf kepada para korban. Ia mengatakan, “I know that this has hurt people,” dan “I am so sorry for the hurt caused, but I never wanted it to be like this. It wasn’t my plan. It was poor choices.” Sejak itu, ia mengaku 67 pelanggaran, termasuk kegagalan untuk mengubur dan mengkremasi, serta memberikan abu yang salah. Persidangan Bush di Hull Crown Court, yang berlangsung selama lima hari dan dimulai pada Senin, juga dipenuhi pembacaan dampak dari para korban. Pengadilan mendengar bahwa Bush telah melanggar kepercayaan keluarga dalam skala “almost industrial scale”. Sebagian korban menyebut tindakannya “evil”, sementara sanak keluarga mendengar rincian mengenai “horror scene” yang ditemukan petugas di lokasi Hessle Road. Dalam keterangan lain, Bush terlihat menyesuaikan narasi saat berbicara dengan penyidik. Ketika seorang detektif menyebut bahwa aparat sedang mengumpulkan bukti, Bush berusaha menggambarkan perbuatannya sebagai “administrative oversights”. Ia menyatakan, “I know I’m not good at accounting, me handwriting’s bad and all that, and I’m sure there’s times when you’ve looked at things and gone, ‘I don’t know what that means’.” Bush juga mengeluhkan prosedur penegakan hukum yang ia anggap bernuansa pribadi. Ia berkata, “Feels vindictive,” serta menambahkan “The way this is being done. I’ve been compliant since the word go.” Dalam wawancara berikutnya, ia disebut lebih berhati-hati dalam jawabannya, dan pada awal Juli pengacaranya membacakan pernyataan bahwa kliennya mengaku ia tidak mencegah proses pemakaman. Di sisi pembelaannya, Bush mengakui bahwa ia tidak memiliki lisensi untuk urusan paket pemakaman, tetapi ia membuat pengaturan agar kebutuhan pemakaman orang-orang tetap terpenuhi. Saat ditanya detektif tentang apa yang terjadi pada uang yang diterima dari program tersebut, ia menjawab, “No comment.” Detektif lalu merujuk pada rekening koran bank yang menunjukkan uang dari korban masuk ke rekening bisnis Bush. Namun, detektif juga menegaskan bahwa pada kenyataannya Bush tidak melakukan pembayaran ke skema yang diyakini telah dibeli oleh korban. Bush kembali memilih untuk tidak menjawab, dengan menyatakan, “No comment.” Dalam pemeriksaan berikutnya, detektif menyampaikan bahwa setelah pembayaran pertama dari seorang perempuan, Bush pergi ke Tesco dan membelanjakan ÂŁ136. Ketika Bush ditanya apakah pengeluaran itu terkait biaya pemakaman, Bush kembali menolak berkomentar. Setelah pembayaran terakhir senilai ÂŁ580, detektif menyebut adanya berbagai pembayaran, termasuk pembayaran ke DVLA untuk keperluan kendaraan. Namun ketika Bush ditanyai apakah ia menahan pembayaran tersebut untuk menutup tagihan DVLA, ia tetap tidak memberikan jawaban. Bush dijadwalkan akan menerima putusan pada pekan ini. Sidang masih berlanjut, sementara pengadilan menilai seluruh rangkaian temuan di lokasi, rekaman kamera petugas, serta keterangan selama proses pemeriksaan.