jurnalistik.co.id – Alun-alun Kendal, Jawa Tengah, Senin (10/8/2026) dipadati warga sejak pagi untuk mendapatkan ayam petelur yang dibagikan secara gratis.
Kegiatan itu menarik perhatian karena jumlahnya mencapai 15.000 ekor ayam petelur. Ayam-ayam tersebut dibagikan oleh para peternak yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal.
Di lokasi, antusiasme warga membuat area sekitar alun-alun terasa sangat ramai. Seiring waktu, kepadatan juga meluas ke arus kendaraan.
Akibat banyaknya pengunjung yang datang, lalu lintas di jalur Pantura Kendal–Semarang sempat tersendat. Gangguan arus terjadi karena warga berdatangan untuk mengikuti pembagian ayam.
Pipit (40), warga Pegandon, Kendal, mengatakan ia sudah tiba di alun-alun sekitar pukul 09.00 WIB. Ia mengetahui informasi pembagian ayam dari media sosial.
“Senang, dapat ayam. Selain ingin mendapat ayam, saya datang ke sini untuk melihat para peternak bagi ayam,” kata Pipit.
Suasana di lokasi juga tidak hanya menggambarkan kegiatan sosial sederhana. Ketua KPUS Kendal Suwardi menyampaikan bahwa aksi ini menjadi bagian dari penyampaian tuntutan peternak kepada pemerintah.
Menurut Suwardi, sekitar 1.247 peternak dan pekerja datang ke alun-alun menggunakan 147 kendaraan. Kehadiran mereka, kata dia, bertujuan menyuarakan agar pemerintah segera turun tangan menyelamatkan keberlangsungan peternakan rakyat.
Gerakan sebagai penanda tekanan usaha
Suwardi menegaskan pemberian 15.000 ekor ayam bukan sekadar acara bantuan. Ia menyebut aksi tersebut sebagai simbol beratnya beban yang ditanggung peternak ayam petelur.
Berita Terkait
Ia juga menyatakan gerakan ini dilakukan sebagai bagian dari pergerakan peternak rakyat yang berlangsung di sejumlah daerah.
Suwardi, yang juga anggota DPRD Kendal, mengatakan peternak ayam petelur saat ini menghadapi kondisi yang sulit. Tantangan itu terutama terlihat dari perbandingan biaya produksi dan harga jual yang diterima peternak.
Ia menyebut harga pakan saat ini sekitar Rp 7.600 per kilogram, atau naik sekitar 25 persen. Kenaikan itu berdampak langsung pada biaya yang harus ditanggung peternak.
Sementara itu, Suwardi menyampaikan harga telur di tingkat peternak hanya berkisar Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per kilogram. Ia menilai, harga telur yang ideal bagi peternak berada pada kisaran Rp 26.500 per kilogram.
Dengan selisih harga yang menurutnya masih jauh dari batas ideal, para peternak kemudian memilih turun ke ruang publik melalui aksi pembagian ayam. Dari cara mereka menyampaikan aspirasi, kegiatan itu sekaligus menjadi perhatian bersama di tengah ketatnya tekanan yang mereka hadapi.
Suwardi juga menyebut adanya pemberian ayam secara simbolis dari peternak kepada bupati Kendal sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di alun-alun.
Hingga penutupan pembagian, antrean warga terus berlangsung seiring kebutuhan akan ayam gratis yang tersedia dalam jumlah besar. Di saat yang sama, kepadatan di sekitar alun-alun dan tersendatnya Pantura memperlihatkan luasnya respons publik terhadap situasi yang dialami peternak.
Sejak informasi pembagian ayam beredar, warga berdatangan bukan hanya untuk mengambil bantuan, tetapi juga untuk menyaksikan langsung cara peternak menyalurkan ternak kepada masyarakat. Kedatangan mereka membuat area alun-alun terus padat, termasuk di sekitar arus kendaraan yang melewati jalur Pantura.
Dalam penjelasan di lokasi, Suwardi menekankan bahwa keterlibatan peternak dan pekerja dalam jumlah besar menjadi bagian dari penyampaian tuntutan. Ia menyebut sekitar 1.247 orang datang menggunakan 147 kendaraan, dengan tujuan meminta perhatian pemerintah agar keberlangsungan peternakan rakyat tidak semakin tertekan.
Suwardi juga mengaitkan aksi tersebut dengan situasi biaya produksi dan pendapatan yang dinilainya timpang. Kenaikan harga pakan yang mencapai sekitar 25% serta harga telur di tingkat peternak yang masih berada pada kisaran Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per kilogram, dinilai masih jauh dari batas ideal yang ia sebut Rp 26.500. Karena itu, pembagian 15.000 ekor ayam diposisikan sebagai simbol tekanan usaha, sekaligus rangkaian yang turut mencakup pemberian ayam secara simbolis dari peternak kepada bupati Kendal.












